Kamis, 24 April 2008


Sebuah laboratorium di bawah kendali militer asing berada di tengah ibu kota 
Indonesia. Itulah Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2/Unit 2 Penelitian 
Medis Angkatan Laut). Laboratorium ini berdiri sejak 1970, yang merupakan 
bagian dari perjanjian kerja sama yang ditandatangani menteri kesehatan 
Indonesia saat itu, GA Siwabessy, dengan duta besar AS saat itu, Francis 
Galbraith.

Namru-2 bertugas meneliti, mendeteksi, dan mengevaluasi berbagai penyakit 
infeksi dan penyakit menular di wilayah tropis. Ia mencakup kajian virologi, 
mikrobiologi, epidemiologi, imunologi, parasitologi, dan entomologi. Misalnya 
soal demam berdarah, malaria, tifus, kolera, tuberkulosa, HIV/AIDS, bahkan flu 
burung. Kerja sama ini diharapkan menguntungkan kedua belah pihak. Bagi negara 
berkembang seperti Indonesia kerja sama ini diperlukan karena keterbatasan kita 
di bidang teknologi, tenaga ahli, dana, dan bahkan pengetahuan. Walau bagaimana 
pun penyakit-penyakit menular jika tak segera ditangani menimbulkan efek 
histeria karena bersifat epidemik, apalagi jika mematikan.

Namun dalam perkembangannya, kerja sama itu dikeluhkan pihak Indonesia. Amerika 
Serikat lebih banyak menarik untung dibandingkan kita sendiri. Walau riset ini 
menelan biaya tinggi, namun untungnya pun besar pula. Misalnya untuk melahirkan 
obat penangkal (vaksin) maupun obat penyembuhnya. Hak paten obat-obatan itu 
menjadi milik Amerika Serikat, demikian pula produksinya. Indonesia juga 
mengeluhkan ketertutupan Amerika Serikat. Akibatnya Indonesia tak banyak 
memperoleh manfaat transfer teknologi maupun pengetahuan. Memang berbagai 
penyakit epidemik dan menular yang ada di Indonesia menjadi bisa diobati, namun 
kita hanya menjadi konsumen belaka.

Pengetahuannya diambil dari Indonesia, duitnya pun dihisap pula. Jika 
diumpamakan, Namru-2 ibarat pipa selang yang ditancapkan ditubuh Indonesia 
untuk dihisap sari-sarinya. Semacam parasit. Penyakit kasat matanya memang bisa 
disembuhkan akibat kehadiran Namru-2, namun dalam jangka panjang kita tak bisa 
sehat: miskin dan terbelakang.

Tentu kita tak ingin terjebak pada mentalitas orang-orang yang minta 
dibelaskasihani dan suka menyalahkan pihak lain. Hanya saja, perjanjian yang 
fair dan tak merugikan adalah prasyarat bagi tiadanya penghisapan dan 
penindasan. Itu adalah hak kita. Hak semua orang.

Amerika Serikat lebih baik bersikap fair dan terbuka. Karena ketertutupan hanya 
melahirkan kesalahpahaman dan kecurigaan belaka. Saat ini mulai berkembang 
wacana yang sama sekali tak menguntungkan. Misalnya ada kecurigaan bahwa 
Namru-2 adalah kantor mata-mata berkedok laboratorium kesehatan. Dari sana bisa 
lahir anak kecurigaan lainnnya yang serba berandai-andai. Apalagi setelah 
dihantam krisis ekonomi dan politik, Indonesia secara bertubi-tubi disapu 
penyakit demam berdarah, chikungunya, polio, dan TBC. Penyakit-penyakit itu 
memang belum bersih dari Indonesia, namun tiba-tiba membuncah. Kini, bahkan 
paling parah terkena flu burung dan dari jenis yang berbeda dibandingkan dengan 
negara-negara lain. Kecurigaan itu bukan tanpa dasar. Walau tak pernah diakui, 
senjata biologi adalah senjata yang diproduksi oleh negara-negara maju. 
Motifnya tak mesti perang secara fisik, tapi hanya untuk mengeruk keuntungan 
ekonomi belaka. Siapa yang mengembangkan, dialah
 yang memiliki obatnya.

Mengembangkan sikap curiga tentu bukanlah sikap yang beradab dan bijak. Lebih 
baik kita mendukung sikap pemerintah yang ingin memperbarui perjanjian. Kita 
ingin kerja sama yang fair dan saling menguntungkan. Tak boleh ada lagi 
ketertutupan dan perlakuan istimewa. Karena di balik ini ada uang yang 
berlimpah. Jika Indonesia tak cermat, dana kita bisa dihisap pipa Namru-2. 
Selain itu, kita mendorong pemerintah agar melakukan penyelidikan menyeluruh 
terhadap Namru-2. Dengan demikian tak perlu lagi ada kecurigaan, agar tak ada 
lagi dusta di antara kita.
 
(http://republika. co.id/koran_ detail.asp? id=331510&kat_id=17) 

  
 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke