Bangsa Indonesia, termasuk bangsa misteri, bukan saja karena begitu 
banyaknya misteri yang membuat pihak Komisi Pemberatasan Korupsi 
(KPK) menjadi bingung tujuh keliling, tetapi juga tidak bisa 
dipungkiri, bahwa sebagian besar penduduknya senang dan percaya akan 
hal-hal yang bersifat misteri, supranatural, mistik maupun dunia 
gaib. Maka dari itu sinetron, majalah maupun buku yang bersifat 
misteri sangat digandrungi oleh para pembacanya. Dan ini bukan hanya 
sekedar di Indonesia saja, di Amerika pun demikian misalnya dalam 
tempo hanya 24 jam saja buku Harry Potter bisa terjual habis 
sebanyak 8,3 juta kopi. Kita lebih mengenal dan lebih percaya kepada 
Mama Laurent daripada Ibu Menteri Dr. Meuthia F Hatta 
Swasono,S.S.,M.A. Hal inilah yang mendorong mang Ucup untuk menulis 
mengenai ajimat atau jimat.

Kehidupan semakin hari semakin susah jadi wajarlah kalau banyak 
orang ingin mencari jalan pintas lainnya untuk mengatasi masalah 
kehidupan ini misalnya melalui jimat/mustika/pusaka. Berbagai macam 
jimat ditawarkan di majalah misalnya Misteri, Liberti dll, tetapi 
apa yang sebenarnya Anda ketahui tentang jimat ini ?

Jimat adalah benda yang dianggap mengandung kesaktian (dapat menolak 
penyakit, menyebabkan kebal, dsb). Kata Jimat itu sendiri diserap 
dari kata "Siji Kang Dirumat" atau satu yang dihormati. Dalam bahasa 
Inggris disebut Talisman dan kata ini diserap dari bahasa 
Arab "Tilasm" atau dalam bahasa Yunani "talein" yang berarti "awal 
dari kegaiban".

Manfaat dari jimat itu sendiri beraneka ragam mulai sebagai 
perlindungan diri, kekebalan, pengasihan, ilmu kesaktian dan 
sebagainya, tetapi singkatnya bisa dibagi dalam dua kelompok besar: 
Jimat sebagai pembawa Hoki atau sebagai Perlindungan. Bentuk jimat 
bisa beraneka ragam mulai dari sekedar tulisan mantra/ kutipan ayat 
suci, padi-padian, bunga kering, batu, rambut, cincin, keris dan 
benda-benda lainnya yang telah disucikan dalam suatu ritual tertentu.

Jimat itu tidak boleh diperjual belikan, maka dari istilah barter 
jimat dengan duit itu adalah Mahar. Tarifnyapun mancam-macam mulai 
dari puluhan ribu sampai dengan puluhan juta Rp. Walaupun demikian 
bagi mereka tidak mau/sanggup bayar mahar, anda bisa membuat jimat 
sendiri secara "Home Made" resep jimat ala Ucup.

Pertama carilah lokasi keramat/wingit entah itu disudut hutan, 
dilembah ataupun dipinggir kali ataupun di makam pahlawan/penyebar 
agama. Siapa tahu disitu Anda bisa menemukan benda yang menarik 
entah itu benda antik, batu biasa ataupun sepotong kayu. Masalahnya 
benda yang berada di sekitar lokasi tersebut pada umumnya telah 
menyerap atau teradiasi medan energi ghaib sehingga ikut memiliki 
kekuatan ghaib.

Kemudian barang itu kita perlakukan secara khusus, misalnya diberi 
sesaji maupun disembah. Lebih bagus lagi kalau kita melakukan ritual 
tertentu dengan berpuasa ataupun mati raga untuk benda tersebut. 
Dalam beberapa hari/bulan, Anda akan bisa merasakan suatu getaran 
aneh dalam benda tersebut, entah itu getaran dari berasal dari roh-
roh atau mungkin juga berasal dari kekuatan sendiri yang telah 
melebur masuk ke dalam benda tersebut. Silahkan dicoba apabila ini 
berhasil bisa joint venture dengan Mang Ucup sebagai pengeksport 
jimat ke manca negara.

Jimat ini dipercaya banyak orang bukan hanya sekedar benda jimatnya 
itu sendiri, bahkan air bekas pencuci jimat itu sendiri sudah 
dianggap memiliki khasiat. Misalnya air bekas mencuci kereta 
kencana "Nyai Jimat" di Yogya bisa bermanfaat misalnya apabila 
putera anda panas, pada umumnya ini bisa langsung sembuh setelah 
mukanya dibasuh dengan air berkah tersebut. Mungkin Anda akan bilang 
bahwa ini nonsen atau gombal, tetapi dilain pihak kenapa Anda 
percaya akan Air Zam-zam atau air dari Lourdes.

Jimat bukan hanya sekedar batu-batu dari mbah Dukun saja; ini bisa 
juga kita dapatkan dari para pembimging agama, misalnya tasbih, 
rosario maupun salib. Lihat saja berapa banyak supir taksi yang 
menaruh tasbih, rosario di mobilnya sebagai pelindung maupun pembawa 
hoki. Banyak orang mencemohkan orang barat yang percaya akan jimat 
dimana mereka memasang "sepatu kuda"  sebagai penangkal balak maupun 
pembawa hoki dirumahnya, tetapi kebalikannya mereka memasang jimat 
baru berupa Salib diatas pintu rumahnya, apakah ini beda ?

Jimat itu bisa juga dipasang di tubuh sendiri misalnya perempuan 
Indonesia tidak perlu susah-suah operasi plastik selain risikonya 
tinggi juga mahal biayanya, jadi cukup dengan pasang susuk. 

Jimat dalam bentuk Rajjahan. Kadang terbuat dari kertas, kulit, batu 
atau kayu. Benda ini berisi tulisan tulisan huruf arab, 
sangsekerta,  heirogliph atau huruf lontar. Huruf huruf ini 
merupakan password bagi  para penguasa ghaib agar menolong 
pembawanya, sesuai program yang  terrajjah.  Misalnya sebuah kertas 
yang dirajjah dapat digunakan  sebagai azimat kebal, penggunanya 
dengan izin Tuhan akan tidak mempan  dibacok, di iris atau ditombak 
dengan besi yang sangat tajam/runcing bahkan di Dor sekalipun tidak 
akan cedera.

Yang terbaik apabila dirajah/tattoo di tubuh sendiri, hal ini banyak 
dilakukan terutama di Thailand oleh para bhiksu disana. Jimat ini 
lazim disebut "sak yant". Kesaktiannya bisa disaksikan sendiri di 
film "Bulletproof Monk" yang dibintangi oleh Chow Yun Fat. 

Jimat sudah dikenal sejak jaman purbakala, hal ini bahkan tertulis 
dalam Alkitab: Yesaya 3:20 perhiasan-perhiasan kepala, gelang-gelang 
rantai kaki, tali-tali pinggang, tempat-tempat wewangian dan jimat-
jimat;

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org


Kirim email ke