ASLM.
ya kalau boleh komentari tulisan ini:
Solusi Ahmadiyyah menjadi agama resmi di Indonesia ke tujuh adalah
solusi kenegaraan seperti di Pakistan menjadikan Ahmadiyah minoritas
non-muslim.

Solusi alternatif ini merupakan penerapan UUD yang menjamin kebebasan
beragama di Indonesia dan penerapan kebebasan beragama dalam ajaran
Islam yaitu "La ikraha fiddin qod tabayyana ar Rusyd minal ghayy "
yang mana termasuk dalam al-Gayy itu ajaran selain Islam yaitu:
Ahmadiyah, Kristen, Yahudi dsb

Yang terpenting adalah memaksimalkan ormas-ormas dan elemen-elemen
keislamn agar lebih giat berdakwah di Masyarakat luas dengan cara-cara
Rahmatan lil 'alamin dan mengisi nuasa Islam yang benar dalam bingkai
NKRI.
Sekian.
wslm.

M.L. Qodri
Santri Al-Azhar Univ.



--- In [email protected], "krs17dkr" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ngapain harus jadi agama baru ahmadiyah kan agama lama masalah jangan 
> dipersulit sendiri dong
> 
> 
> 
> -- In [email protected], Ahmad Badrudduja 
> <ahmadbadrudduja@> wrote:
> >
> > Diambil dari:
> > 
> > http://ruzbihanhamazani.wordpress.com/2008/04/24/apakah-masalahnya-
> selesai-jika-ahmadiyah-menjadi-agama-baru/
> > 
> > Apakah Masalahnya Akan Selesai Jika Ahmadiyah Menjadi Agama Baru?
> > 
> > 
> > Ruzbihan Hamazani
> > 
> > 
> > Keberatan sejumlah kelompok Islam terhadap Ahmadiyah, antara lain, 
> adalah bahwa sekte ini menganut ajaran yang berlawanan dengan akidah 
> Islam, terutama kepercayaan tentang adanya nabi setelah Nabi 
> Muhammad. Ini berlawanan dengan doktrin standar Islam tentang 
> finalitas kenabian Muhammad. Mereka mengatakan: jika Ahmadiyah mau 
> tetap diakaui sebagai bagian dari umat Islam, maka sekte itu harus 
> kembali ke ajaran Islam yang benar. Dengan kata lain, harus 
> meninggalkan doktrin kenabian mereka. Jika tidak, mereka harus 
> mendirikan agama baru di luar Islam.
> > 
> >  
> > Banyak tokoh Islam yang berpandangan bahwa masalah Ahmadiyah akan 
> selesai jika kelompok ini mau memisahkan diri dengan baik-baik dari 
> Islam, dan mendirikan agama baru. Pandangan ini tampaknya mendapat 
> banyak pengikut di kalangan tokoh-tokoh Islam. Mulai dari Ketua MPR, 
> anggota DPR, menteri agama, sejumlah tokoh dalam MUI, dan tokoh-tokoh 
> Islam lain pernah mengemukakan hal ini secara publik lewat media 
> massa.
> > 
> > 
> > Pertanyaannya: apakah betul jika Ahmadiyah menjadi agama baru, 
> masalahnya akan selesai? Apakah benar, jika kelompok ini menyatakan 
> diri sebagai agama baru di luar Islam, dia tidak dimusuhi lagi oleh 
> sejumlah kelompok dalam Islam sebagaimana kita lihat saat ini?
> > 
> > 
> > Saya, terus terang, ragu sama sekali. Argumen ini dikemukakan oleh 
> banyak kalangan Islam (terutama yang konservatif/fundamentalis) 
> sebagai "taktik sementara" untuk melumpuhkan Ahmadiyah sebagai sebuah 
> jamaah. Saya tidak yakin, kalangan Islam yang memakai argumen ini 
> benar-benar memiliki komitmen untuk tidak mengganggu Ahmadiyah 
> setelah sekte itu benar-benar memisahkan diri sebagai agama baru. 
> Sejak awal, kelompok ini memusuhi ide toleransi dan anti pluralisme. 
> Bagaimana mungkin kita bisa berharap mereka akan bersikap "pluralis" 
> dan toleran terhadap Ahmadiyah setelah sekte ini benar-benar menjadi 
> agama baru? Bagaimana mungkin kita berharap orang-orang seperti 
> Khalil Ridlwan, Sobri Lubis, Al-Khatta, FPI, FUI, MMI, HTI bisa 
> bersikap pluralis? Mengharap mereka bersikap demikian sama saja 
> berharap "dua ditambah dua sama dengan lima", alias mustahil.
> > 
> >   
> > Taruhlah Ahmadiyah benar-benar menjadi agama baru, meskipun 
> pengandaian ini sangat sulit terjadi, maka sejumlah masalah baru akan 
> tetap muncul kembali. Sebagaimana kita tahu, Ahmadiyah masih memakai 
> Qur'an dan hadis sebagai dua sumber utama dalam kepercayaan mereka. 
> Mereka juga masih beribadah persis dengan umat Islam yang lain. 
> Mereka masih menjadikan Nabi Muhammad sebagai panutan utama. Seluruh 
> akidah mereka di luar masalah kenabian sama persis dengan akidah umat 
> Islam yang lain. Kalau pun ada perbedaan, paling jauh hanya 
> menyangkut interpretasi mengenai beberapa hal yang kurang terlalu 
> penting (misalnya soal kematian Nabi Isa di mana mereka memiliki 
> interpretasi sendiri yang berbeda dari umumnya kalangan Islam dan 
> Kristen).
> > 
> >  
> > Jika Ahmadiyah menjadi agama baru, umat Islam "ortodoks" bisa jadi 
> akan mengangkat masalah baru yang tak kalah rumitnya. Mereka bisa 
> saja mempersoalkan penggunaan doktrin, ajaran, simbol dan atribut 
> Islam oleh Ahmadiyah yang sudah menjadi "agama" baru itu. Ingat 
> protes sejumlah kalangan Islam beberapa waktu lalu atas komunitas 
> Kristen di Jakarta yang memakai simbol Islam dalam ibadah natal, 
> seperti baju koko dan peci, dua jenis pakaian yang dianggap sebagai 
> milik khas umat Islam. Jika umat Kristen memakai baju koko saja 
> diprotes karena dianggap "mencuri" simbol Islam, apa yang terjadi 
> nanti jika Ahmadiyah menjadi agama baru, sementtara jamaahnya masih 
> beribadah dan berkeyakinan sama persis dengan umat Islam yang lain?
> > 
> > 
> > Pertanyaan yang sulit dijawab oleh kalangan Islam adalah: bagaimana 
> mungkin "agama baru" (yakni Ahmadiyah) memiliki akidah, ajaran, dan 
> ibadah yang sama persis dengan Islam? Bagaimana mungkin seorang 
> Ahmadiyah yang melaksanakan salat, puasa, zakat, dan haji sama persis 
> dengan umat Islam yang lain dianggap mengikuti agama lain hanya gara-
> gara perkara kecil, yakni interpretasi soal kenabian?
> > 
> >  
> > Masalah lain: jika Ahmadiyah menjadi agama baru, apakah mereka 
> masih diperbolehkan mendirikan masjid dan beribadah dengan cara yang 
> sama dengan umat Islam yang lain? Apakah jamaah Ahmadiyah masih 
> diperbolehkan memakai Qur'an dan hadis sebagaimana umat Islam yang 
> lain? Apakah mereka masih diperbolehkan melaksanakan haji yang masih 
> mereka anggap sebagai kewajiban agama, sebagaimana keyakinan umat 
> Islam yang lain?
> > 
> >  
> > Jika tuntuntan agar Ahmadiyah menjadi agama baru adalah meminta 
> jamaah Ahmadiyah meninggalkan seluruh doktrin dan atribut Islam, dan 
> sebaliknya menciptakan agama baru yang sama sekali beda dengan Islam 
> dalam segala hal, maka ini permintaan yang konyol. Sebaliknya, jika 
> permintaan itu hanya sebatas Ahmadiyah mendeklarasikan diri sebagai 
> agama baru karena persoalan doktrin kenabian, pertanyaannya: apakah 
> setelah itu ada jaminan tak ada gangguan lagi pada mereka di masa 
> mendatang?
> > 
> > 
> > Jaminan itu jelas tak ada sama sekali. Sebagaimana kita tahu, agama 
> resmi yang jelas-jelas sudah diakui negara seperti Kristen saja masih 
> mengalami banyak kesulitan untuk mendirikan tempat ibadah, misalnya, 
> dengan alasan melanggar SKB (Surat Keputusan Bersama) yang dibuat 
> begitu rupa sehingga menguntungkan umat Islam yang mayoritas; jika 
> Kristen saja mengalami banyak kesulitan, apalagi Ahmadiyah yang 
> tentunya jauh lebih kecil ketimbang agama Kristen. Saya menduga, 
> jikapun Ahmadiyah menjadi agama baru nantinya, mereka akan mengalami 
> tekanan yang jauh lebih berat daripada yang mereka hadapi saat ini. 
> Mereka kemungkinan besar akan dihalangi untuk membangun masjid karena 
> dianggap akan bisa menyesatkan kalangan awam. Mereka akan dilarang 
> untuk berdakwah, dengan alasan bahwa dengan memakai doktrin dan 
> ajaran Islam yang sama dengan ajaran yang dianut oleh umat Islam yang 
> lain, dakwah itu bisa menyesatkan masyarakat luas. Ingat, Ahmadiyah 
> di Pakistan yang dipaksa menjadi kelompok
> >  di luar Islam, hingga saat ini masih mengalami masalah dengan 
> kolompok Islam arus utama yang lain.
> > 
> >  
> > Dengan kata lain, dengan menjadi agama baru, Ahmadiyah menjadi 
> lebih mudah dijadikan sasaran empuk untuk diserang oleh kalangan 
> Islam. Selama Ahmadiyah masih berada di dalam Islam, kalangan Islam 
> konsevatif-fundamentalis itu masih mengalami kesulitan untuk 
> melancarkan "serangan penuh" atas Ahmadiyah. Begitu Ahmaidyah resmi 
> keluar dari Islam dan menjadi agama baru, mereka bisa diserang dengan 
> lebih leluasa.
> > 
> > 
> > Harus kita ingat, kebencian kelompk Islam konservatif-fundamentalis 
> Islam tidak terbatas pada Ahmadiyah. Saya melihat, Ahmadiyah hanya 
> sasaran antara saja. Jika mereka berhasil "melumpuhkan" sekte kecil 
> ini, mereka akan melancarkan eksperimen serupa untuk menyerang 
> kelompok-kelomok lain yang mudah dijadikan sasaran tembak, seperti 
> sekte Syi'ah, atau kalangan pemikir Islam yang berpikir kritis yang 
> selama ini juga sudah sering mereka benci.
> > 
> >  
> > Tujuan kalangan konservatif adalah: mereka mau menjadi pemilik 
> tunggal merek "Islam". Mereka mau menjadi "diktator keyakinan".
> > 
> >  
> > Allahumma inna na'udhu bika min al-ghuluwwi fi al-din, wa na'udhu 
> bika min al-mutasyadidin wa al-mutatharrifin.
> >  
> > 
> > 
> > 
> >        
> > ---------------------------------
> > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  
> Try it now.
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke