wah.... wah..... ribut amat sih ini soal si NAMRU-2, jamannya Bung Karno mana berani NAMRU-2 bisa berada di jakarta ? ini kan produk orba dan antek2nya yg kalian cintai itu.... :))
Nah rasakan sekarang dikangkangi oleh para intel AS...!!!! salam.... --- In [email protected], Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > 25/04/2008 19:27 WIB > Namru Distop, Karena RI Khawatir Dampak Pertahanan dan Keamanan > M. Rizal Maslan - detikcom > Jakarta- Dengan melihat berbagai pertimbangan, Menlu RI Ali Alatas meminta kepada Presiden RI untuk menghentikan kerja sama Naval Medical Research Unit (Namru). Menlu Alatas mengkhawatirkan bila Namru diteruskan akan berdampak negatif terhadap pertahanan dan keamanan. > > Hal ini tertuang di bagian akhir surat Menlu Ali Alatas tertanggal 19 Oktober 1999. Surat Ali Alatas ini ditujukan kepada Presiden RI dan bernomor 1242/PO/X/99/ 28/01. Dokumen surat yang telah berumur 9 tahun ini didapatkan detikcom, Jumat (25/4/2008). > > "Kami berpandangan bahwa perjanjian kerja sama tersebut kiranya perlu untuk segera dihentikan. Langkah ini dipandang perlu selain untuk mencegah timbulnya akibat-akibat negatif lebih jauh lagi, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan, juga karena persetujuan kerja sama tersebut dirasakan sangat lemah jika ditinjau dari dasar, tujuan, maupun manfaatnya bagi Indonesia," demikian kalimat di surat tersebut. > > Dengan membeberkan berbagai alasan itu, maka Menlu Ali Alatas meyakinkan kepada Presiden RI bahwa saat itu saat yang tepat bagi pemerintah RI untuk secara unilateral segera memutuskan perjanjian kerja sama Namru-2 dengan Amerika Serikat (AS). Pertimbangan- pertimbangannya sebagai berikut: > > 1. Untuk menghindari beban kewajiban Indonesia sebagai negara pihak pada Konvensi Senjata Biologi yang tidak perlu, yang mungkin akan menimbulkan risiko terkompromikannya masalah keamanan dan pertahanan nasional > 2. Untuk mengimbangi keputusan unilateral, pemerintah AS baru-baru ini menghentikan semua kerja sama dan bantuan militer serta penjualan persenjataan ke Indonesia > 3. Untuk menunjukkan pada masyarakat internasional pada umumnya bahwa Indonesia secara unilateral dapat memutuskan setiap kerja sama yang dirasakan sudah tidak sesuai dengan kepentingan nasional RI.( asy / nrl ) > > ====================== > 25/04/2008 19:15 WIB > NAMRU-2 Alat Intelijen AS > Bagus Kurniawan - detikcom > Yogyakarta - Pakar intelijen Laksamana Muda (Purn) Subardo tetap meyakini keberadaan laboratorium medis milik angkatan laut AS, The U.S. Naval Medical Research Unit Two (NAMRU-2) merupakan alat intelijen AS. Hal ini diyakini Subardo berdasarkan penilaiannya selama lebih dari 30 tahun bekerja di bidang intelijen serta pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) tahun 1986- 1998. > > "Kalau saya pribadi yakin itu ada motif intelijen dari Amerika. Saya kan kerja di bidang intelijen ini sejak Letnan hingga Bintang Dua (laksmana muda). Lebih dari 30 tahun," kata Subardo di sela-sela Seminar Hari Kesadaran Keamanan Informasi (HKKI) di Fakultas MIPA UGM, Yogyakarta, Jumat (25/4/2008). > > Meski meyakini keberadaan NAMRU-2 terkait operasi intelijen milik AS, Subardo, mengaku dirinya tidak lagi mempunyai wewenang menangani persoalan tersebut. Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah khususnya melalui Badan Intelijen Negara (BIN). > > "Saya tidak punya wewenang lagi. Itu urusannya pemerintah dan BIN. Saya hanya mengungkapkan ini agar kita lebih waspada, sebab penyadapan informasi melalui intelijen ada di mana-mana," tegasnya. > > Menurut dia kesadaran akan keamanan informasi di Indonesia sampai saat ini masih cukup lemah. Hal ini terbukti dari laporan Lemsaneg beberapa waktu lalu yang menemukan bukti dari 28 kantor Kedubes Indonesia di Luar Negeri, sebanyak 16 diantaranya telah disadap sehingga harus dilakukan pembersihan dan pembenahan. Kasus ini menurutnya sebagai preseden buruk bagi Indonesia untuk lebih berhati- hati dalam menjaga keamanan informasi. > > "Sekitar 16 kedubes yang disadap di luar negeri. Jelas hal itu sebagai preseden buruk agar kita lebih berhati-hati melakukan pengamanan, khususnya informasi," imbuhnya.( bgs / gah ) > > ============================================== > 25/04/2008 18:45 WIB > Namru Dinilai Terkait Verifikasi Konvensi Senjata Biologi > M. Rizal Maslan - detikcom > Jakarta- Pemerintah Indonesia memiliki banyak alasan untuk meminta kerja sama dengan Naval Medical Research Unit (Namru) diakhiri pada tahun 1998-1999. Salah satunya, pemerintah menilai keberadaan Namru-2 di Indonesia terkait Rancangan Protokol Verifikasi Konvensi Senjata Biologi. > > Penilaian ini tercantum dalam surat Menlu Ali Alatas kepada Presiden RI tanggal 19 Oktober 1999. Dalam dokumen yang didapatkan detikcom, Jumat (25/4/2008), banyak alasan yang dibeberkan Menlu Ali Alatas terkait rekomendasi agar kontrak dengan Namru diakhiri. > > Salah satunya mengenai dugaan terkait Konvensi Senjata Biologi. "Perlu pula kiranya kami sampaikan bahwa keberadaan laboratorium Namru-2 tersebut sangat berkaitan erat dengan Rancangan Protokol Verifikasi Konvensi Senjata Biologi yang saat ini tengah dalam proses pembahasan akhir di Jenewa," tulis Menlu Ali Alatas dalam suratnya. > > Apabila Protokol Verifikasi tersebut terbentuk, maka Indonesia selaku negara pihak pada Konvensi Senjata Biologi akan dibebani kewajiban-kewajiban yang memberatkan sehubungan dengan keberadaan Laboratorium Namru-2 di wilayah RI, khususnya dalam hal deklarasi dan investigasi. > > Ketentuan-ketentuan dalam Protokol yang mungkin akan memberatkan Indonesia dalam kaitannya dengan persetujuan kerja sama RI-AS, antara laian adalah: > > 1. Kewajiban pemerintah Indonesia untuk mendeklarasikan setiap bentuk kegiatan dan fasilitas biologi yang berada di wilayah yurisdiksinya tanpa melihat bentuk kepemilikan dan kontrol dari kegiatan fasilitas dimaksud. Berdasarkan ketentuan ini, maka kegiatan penelitian lapangan yang dilakukan oleh Namru-2 di wilayah Indonesia wajib dideklarasikan oleh Indonesia. > 2. Salah satu ketentuan mengenai 'field investigation' memungkinkan area investigasi terdiri dari tiga bagian yang masing-masing meliputi wilayah seluas 500 km persegi. Mengingat lokasi laboratorium Namru-2 yang berada di tengah kota Jakarta, maka seluruh wilayah Jakarta dapat dimasukkan dalam wilayah investigasi, hal mana akan mencakup bangunan-bangunan pemerintah yang penting dan strategis. ( asy / nrl ) > > ================================ > 25/04/2008 18:35 WIB > Kontroversi NAMRU > Menkes Tak Tahu Surat Wiranto > > Jakarta- Menkes Siti Fadilah Supati mengaku tidak tahu keberadaan surat yang dikirim Menhamkam/Pangab Jenderal Wiranto sekitar 10 tahun silam. Surat tersebut meminta agar menkes kala itu mengakhiri kerjasama proyek NAMRU. > > Hal ini Siti Fadilah sampaikan menjawab pertanyaan wartawan di sela- sela diskusi bertajuk "Menyoal Keberadaan NAMRU" di Gedung Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (25/4/2008). > > "Suratnya untuk siapa? Oopo, menteri opo? Suratnya untuk siapa? Kok panglima sih?" ujar Menkes dalam logat Jawa. > > Selain pada Menkes Farid Anfasa Muluk, surat tertanggal 9 November 1998 itu juga ditujukan pada Menlu RI Ali Alatas. Pada dua pembantu Presiden B.J. Habibie tersebut, Wiranto meminta penghentian kontrak proyek laboratorium NAMRU yang ketika itu sudah berlangsung 28 tahun. > > Alasan yang dikemukakan dalam surat bernomor K/595/M/XI/1998 itu merujuk pada hasil temuan lapangan Mabes ABRI dan saran KA BPPIT Dephankam bahwa selama itu proyek yang lengkapnya bernama Naval Medical Research Unit itu tidak membawa keuntungan bagi Pemerintah Indonesia. > > "Maka demi kepentingan Hamkamneg (pertahanan dan keamanan negara), disarankan Pemerintah RI dalam hal ini Depkes RI untuk mengakhiri kerjasama tersebut". Demikian permintaan Wiranto di akhir suratnya.( lh / lh ) > > ========================================== > 25/04/2008 18:18 WIB > Namru Sering Tidak Melibatkan Peneliti Indonesia > M. Rizal Maslan - detikcom > Jakarta- Wajar saja bila keberadaan Naval Medical Research Unit (Namru) menjadi kontroversi akhir-akhir ini. Sebab, sepuluh tahun lalu pemerintah RI juga telah merekomendasikan untuk mengakhiri kerja sama dengan Namru. Salah satu alasannya, peneliti Indonesia jarang dilibatkan Namru. > > Demikian tertuang dalam surat Menlu Ali Alatas kepada Presiden RI tanggal 19 Oktober 1999. Dalam dokumen yang didapatkan detikcom, Jumat (25/4/2008), Menlu Ali Alatas merekomendasikan kepada Presiden untuk memutus kerja sama Namru. > > Sesuai dengan MoU pada 1970, Namru sebenarnya dijadikan program kerja sama mengenai program penelitian ilmu pengetahuan dan teknis serta pelatihan di bidang masalah-masalah medis di wilayah Indonesia. Namun, setelah kerjasama itu berjalan 28 tahun, sejumlah instansi, Deplu, Dephankam, dan Depkes telah melakukan peninjauan kembali kerja sama ini. > > Hal ini dilakukan mengingat keuntungan politis, ilmu pengetahuan dan teknologi dirasakan semakin kecil, sedang dampak negatifnya terhadap masalah keamanan makin menonjol. Antara lain sebagai berikut: > > 1. Sangat longgarnya ketentuan-ketentuan terhadap personel Namru-2 dari AS di mana para staf dan dependants diberikan status dan hak kekebalan diplomatik > 2. Staf AS tersebut diberi kebebasan untuk mengumpulkan data serta mengamati gejala medik di seluruh Indonesia, kecuali tempat yang dinilai tertutup, karena alasan keamanan. > 3. Dalam peneitian yang dilakukan Namru-2, pihak AS seringkali tidak didampingi oleh para peneliti RI, yang terutama terhambat karena alasan keuangan. ( asy / nrl ) > > ========================================== > 25/04/2008 18:18 WIB > Menkes Usulkan Putus Hubungan dengan NAMRU > Fitraya Ramadhanny - detikcom > Jakarta- Menkes Siti Fadillah Supari akan mengusulkan pemutusan hubungan dengan NAMRU-2. Usul ini akan dia bawa ke rapat interdepartemen. > > "Iya ya, saya baru sadar lho. Kenapa nggak distop saja ya. Menteri- menteri lain juga tidak setuju," celetuk Menkes di tengah-tengah diskusi 'Menyoal Keberadaan NAMRU' di Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (25/4/2008). > > Menurut Menkes, MoU baru sudah dikirimkan ke AS. Pemerintah sebenarnya tinggal menunggu tanggapan negara adikuasa itu. > > "Namun MoU walaupun ketat kan itu berarti akan dilanjutkan. Soalnya kan ini dibahas oleh para pejabat eselon I," jelasnya. > > Menkes akan membawa usul ini dalam rapat interdepartemen. "Saya akan bicarakan ke Menlu, Menhan. Mestinya kita punya deadline 1 atau 2 bulan lagi, kapan (MoU) akan dikembalikan, " jelasnya. > > Namun Menkes menjelaskan, langkah-langkah semacam ini perlu mendapat dukungan penuh dari rakyat Indonesia. Dia meminta rakyat Indonesia mendukung langkahnya terkait soal NAMRU-2 ini. > > "Menurut saya dukungan rakyat itu amat penting," pungkasnya.( fay / nrl ) > > ============================================== > 25/04/2008 18:06 WIB > Menlu Ali Alatas Juga Minta Kontrak Namru Diakhiri > M. Rizal Maslan - detikcom > Jakarta- Ternyata perdebatan keberadaan Namru telah berlangsung sejak sepuluh tahun lalu. Selain Menhankam/Pangab, Menlu Ali Alatas juga merekomendasikan penutupan Namru. Pemerintah Indonesia menilai manfaat Namru sangat kecil. > > Permintaan agar kontrak Namru diakhiri ini tertuang dalam surat Menlu Ali Alatas tertanggal 19 Oktober 1999. Menlu Ali Alatas membuat surat ini satu tahun setelah Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto membuat surat meminta hal yang sama. > > Dalam dokumen yang didapatkan detikcom, Jumat (25/4/2008), surat Ali Alatas ini bernomor 1242/PO/X/99/ 28/01 dengan perihal 'Peninjauan kembali persetujuan kerja sama RI-AS mengenai Naval Medical Research Unit (Namru) no 2'. Surat ditujukan kepada Presiden RI. > > Surat ini membeberkan bahwa instansi-instansi terkait di Indonesia, seperti Deplu, Dephankam, dan Depkes telah meninjau kembali persetujuan kerja sama dengan Namru yang dimulai pada 1970 itu. Hal ini dilakukan mengingat keuntungan politis, ilmu pengetahuan dan teknologi dirasakan semakin kecil, sedangkan dampak negatifnya terhadap masalah keamanan makin menonjol. > > Berkaitan dengan hal ini, Menlu Ali Alatas merekomendasikan kepada Presiden bahwa saat itu merupakan saat yang tepat bagi pemerintah Indonesia untuk memutuskan perjanjian Namru-2. Surat Ali Alatas ini ditembuskan kepada Menhankam, Menkes, dan Mendagri.( asy / nrl > > ======================================Fitraya Ramadhanny - detikcom > Satrio Arismunandar > Executive Producer > News Division, Trans TV, Lantai 3 > Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 > Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627 > > http://satrioarismunandar6.blogspot.com > http://satrioarismunandar.multiply.com > > "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal) > > > > > > > ______________________________________________________________________ ______________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > [Non-text portions of this message have been removed] >

