Apakah yang disebut agama itu ? Tuhan, secara definisi, melampaui akal manusia, sedangkan agama tidak, agama bersifat manusiawi karenanya terjangkau oleh pemahaman kita
Tuhan dianggap zat yang sempurna, sementara tak ada satupun agama bisa demikian Eksistensi Tuhan malahan terbuka untuk dipertanyakan, sedangkan eksistensi agama terkadang tidaklah terbuka untuk dipertanyakan Akan tetapi, tampaknya ada suatu masalah dengan beberapa dari keyakinan2 kita yang paling dihargai tentang kehidupan : mereka tanpa tercegah lagi mengarahkan kita untuk saling membunuh Tampaknya bahwa jika sekiranya spesies kita memusnahkan diri nya sendiri melalui perang, bukanlah karena telah ditentukan oleh bintang2, tetapi karena telah tertulis di dalam kitab2 kita ; yang sekarang ini yang akan menentukan masa depan kita Situasi kita adalah begini : kebanyakan orang di dunia percaya bahwa Sang Pencipta alam semesta telah menulis sebuah kitab. Kita tidak beruntung dengan mempunyai banyak kitab semacam itu, yang masing2 meng-klaim secara eksklusif kebenarannya. Dan secara janggal, semua setuju pada satu titik mendasar yang penting : respek terhadap iman yang lain, atau terhadap pandangan kaum kafir (dalam arti orang yang tidak meyakini atau memeluk keyakinan agama tertentu), bukanlah sikap yang dikedepankan oleh Tuhan Ada yang menganggap diri nya malaikat atau bahkan tentara malaikat, tetapi berperilaku penjahat atau kejam Mereka adalah tawanan dari keimanan mereka sendiri Spinoza mengatakan : Mereka berperang demi perbudakan mereka seolah2 itu adalah kekuatan mereka. Asal mereka tidak melanggar kebebasan kita dengan berusaha menyerahkan kita juga. Hal terburuk terjadi bila perang fanatisme dan nihilisme, yang menimbulkan barbarisme, tidak perduli dari Timur atau Barat, diatasnamakan Tuhan atau kehampaan. Yang absolut bukan cinta, namun cinta dapat mengantar kepada yang absolut Etika bisa menuntun (bukan menggantikan) pada spiritualitas, dan sebaliknya Kebenaranlah, bukan keimanan yang membebaskan kita

