http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/26/time/160345/idnews/929944/idkanal/4
'Jangan Percaya Bahasa Bisnis' 
Suhendra - detikFinance

Jakarta - Bahasa bisnis kadang bisa menjebak. Praktisi pasar Rhenald Kasali 
mengingatkan agar jangan mudah percaya dengan bahasa bisnis yang diungkapkan 
seseorang. Karena yang diutarakan pebisnis kadang bertentangan dengan kondisi 
yang ada demi sebuah trik.       
Menurut Rhenald, ketika banyak orang yang ditanya mengenai peluang usaha yang 
digelutinya, biasanya akan menjawab bagus. Sehingga umumnya orang akan tertarik 
dengan jawaban tersebut. Tapi itu bisa menjadi paradoks (bertentangan) yang 
menjebak seseorang dalam memulai usaha.
"Saya punya kenalan, ketika ditanya apakah peluang bisnisnya bagus? Ia 
menanyakan mau jawaban yang mana yang bagus atau jelek," ucap Rhenald Kasali 
dalam acara seminar Femina, Sukses Menjadi Pengusaha UKM, di Balai Kartini, 
Gatot Subroto, Sabtu (26/4/2008).
Rhenald bercerita dengan dua pilihan tersebut, ternyata rekan yang ia tanyakan 
lebih banyak memilih jawaban bisnisnya tidak bagus walaupun kenyataanya 
bisnisnya sangat berpeluang bagus.
"Setiap publik yang bertanya pada saya termasuk wartawan saya selalu bilang 
tidak bagus peluangnya karena kalau saya bilang bagus maka akan diikuti oleh 
banyak orang," ungkap Rhenal soal trik bahasa bisnis itu.
Rhenald mengingatkan jangan terlalu percaya dengan peluang bisnis yang 
disampaikan oleh seseorang apalagi kalau itu disampaikan tidak berpeluang atau 
sebaliknya.
"Jangan percaya dengan dibalik jawaban tidak ada peluang, karena kita tidak 
tahu di balik jawaban itu," pesannya.
Menurutnya sekarang ini orang banyak terjebak dalam strategi bisnis lautan 
merah. Artinya banyak yang ikut-ikutan dalam berbisnis, sehingga ujung-ujungnya 
bermain dengan banting harga.
"Bisnis ikut-ikutan sama saja dengan strategi berdarah-darah," tambahnya.
Namun Rhenald, menekankan bahwa dalam bisnis tidak terlepas dalam hal kecepatan 
dan fokus dalam menentukan sasaran pasar yang akan di capai. 
"Ibarat Hyena yang mengejar Zebra, tetapi ketika berlari mengejar di tengah 
jalan, beralih mengejar anak rusa yang dianggap lebih menggiurkan, tetapi 
ternyata karena enggak fokus gagal," ujarnya mencontohkan.
Jadi berhati-hatilah dengan bahasa bisnis. ( hen / ir ) 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke