MONOLOG
1.
"aku sedang di kamar rias, sayang
siap pentaskan monolog "makkunrai"
membangkitkan perempuan yang jatuh
kembang-kembang terkulai"
dari panggung monolog kutabur mantra
membangun fondamen baru dari kata
di jiwa-jiwa yang remuk
demi utuhnya langit
perempuan bisa jadi pemenang
2.
dari panggung monolog
kurentangkan dialog
jembatan pelangi
menyatukan tebing-tebing
hati yang bisu
hilang harapan
pada surya
3.
tentu saja
cinta
tentu saja
bukan pentas
bukan permainan
petunjukan tunggal
aktris-aktor monolog
cinta itu semacam kesanggupan
musim semi meraih matahari
4.
aku sedang di kamar rias, sayang
siap melaga merebut menang
perempuan sanggup jadi pemenang
5.
perempuan
nona
nionya
dan puan-puan
kaliankah kijang buruan
makkunrai- kah itu yang
menggelepar dijaring pemburu?
meraung menjerit
dicekik nestapa
meratap candra?
makkunrai
makkunrai pun
anak bumi
anak bumi!
6.
makkunrai bukan nasib
makkunrai bukan takdir
makkunrai ibuku kekasih
gantungan esok
aku mencintaimu
7.
monolog
awal sadar bertarung
di galaksi mimpi
memburu arti
dan diri
2008.
MAKKUNRAI PENYANGGA LANGIT
makkunrai*
akulah makkunrai
perempuan yang bangkit
bersama lelaki enambelas penjuru
menyangga separo langit
tajam mataku kau tatap
matamu kutatap tajam
makkunrai! aku
makkunrai zaman ini
perempuan bukan buruan lelaki
sasaran kejantanan jalang
makkunrai
jangan tunduk
makkunrai
sambut tantangan badai
makkunrai
adalah seruan berlaga dari langit
dari laut dan gunung
dari rimba-belantara
dari hati perempuan
kembalikan manusia ke bumi.
2008
-----------
JJ. Kusni
Keterangan:
* Makkunrai , istilah yang saya pinjam dari judul kucerpen Lily Yulianti,
terbitan Nala Cipta Litera, Makassar, 2008.
---------------------------------
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.
[Non-text portions of this message have been removed]