Dua-duanya hebat. Munarman hebat karena sudah melampui peran pejabat negara yang memang semestinya dilakukan pejabat negara untuk melindungi segenap tumpah darag bangsa. Dino Pati Djalal hebat karena sebagai Jubir Istana merasa tidak terhina dan menganggap angin lalu tudingan Munarman. Nah, dalam kasus ini tidak ada kebenaran ganda. Mana yang lebih obyektif ? Sebagaimana AS yang mempunyai kebiasaan mengumumkan gerak intelejennya, maka tudingan dan pengusiran bule itu akan diumumkan 30 tahun lagi.
--- Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > 23/04/2008 13:53 WIB > > Kontroversi NAMRU > Munarman Tuding Dino Patti Djalal Intel Asing > > Didi Syafirdi - detikcom > > Jakarta - Selain menuding NAMRU-2 sebagai lab > intelijen berkedok medis sehingga layak ditutup, > Munarman juga menuding Jubir Presiden Dino Patti > Djalal sebagai agen AS. > > "Dino Patti Djalal patut dipertanyakan karena dia > mendukung kerjasama laboratorium Indonesia-AS. > Seorang jubir presiden menjadi intelijen asing," > ujar Munarman. > > Hal tersebut disampaikan Ketua Annashar Institute > ini dalam jumpa pers di kantor Medical Emergency > Rescue Committee (Mer-C), Jl Kramat Lontar, Jakarta > Pusat, Rabu (23/4/2008). Hadir dalam jumpa pers itu > Joserizal Jurnalis, pimpinan Mer-C. > > Munarman berpendapat, Presiden SBY tentunya juga > telah tahu NAMRU-2 melakukan kegiatan intelijen. > "Tapi dia lagi bingung. Menurut saya sih nggak usah > bingung, rakyat pasti mendukung (NAMRU) untuk > ditutup," ujar eks Ketua YLBHI ini. > > Munarman juga akan berjuang agar kerjasama NAMRU > diakhiri. "Saya akan tetap berusaha," ujarnya. > > Lab NAMRU-2 telah beroperasi di Indonesia sejak > 1970. Lab ini satu kompleks dengan gedung Litbang > Depkes di Jl Percetakan Negara, Rawasari, Jakarta > Pusat. > > Menkes Siti Fadilah Supari telah melarang semua RS > di Tanah Air mengirimkan sampel penyakit menular ke > lab ini karena perjanjian Indonesia dengan AS > terkait NAMRU yang dinilai tidak transparan belum > diperbarui. > > Sementara itu, Dino Patti Djalal saat dikonfirmasi > detikcom soal tuduhan tersebut, menjawab,"It' s > nonsense!" > ( ptr / nrl ) > > > Munarman Usir Bule AS Pembagi Rilis Karena Tidak > Sopan > > Niken Widya Yunita - detikcom > > Jakarta - Dua warga asing nyelonong masuk sesaat > sebelum konferensi pers yang dilakukan oleh Medical > Emergency Rescue Committee (Mer-C) dan Annashar > Institute. Pengusiran dilakukan karena mereka > dinilai tidak sopan. > > "Sebagai orang yang beradab dia masuk ke rumah kita > tidak izin, itu namanya penjajahan," ujar Munarman > kepada detikcom, Rabu (23/4/2008). > > Munarman tidak melarang bila orang-orang asing itu > membagikan rilis. Namun tempatnya jangan di markas > Mer-C dan Annashar Institute. > > "Itu konferensi pers saya yang undang. Dia bikin > sendiri dong. Saya tidak larang kalau dia mau buat > konferensi pers sendiri," jelas dia. > > Munarman menuding dua warga asing yang membawa rilis > berkop Kedubes Amerika Serikat bermaksud > mengacak-acak konferensi pers yang dilakukannya. > > "Iyalah, mau ngacak-ngacak. Mereka dari Kedutaan > Amerika, kop surat dari Kedubes Amerika. Makanya > Amerika negara bangsat," cetus Munarman. > > Karena itu, lanjut Munarman, tindakannya mengusir > dua warga asing tersebut tidak bisa disalahkan. > > "Kalau tidak diusir ada yang salah dalam mentalitas. > Saya tidak mau dijajah di negara sendiri," ujar eks > Ketua YLBHI ini. > > Rombongan orang asing pembawa rilis berkop Kedubes > AS itu adalah seorang pria berkulit putih, pria > kulit hitam dan dua wanita pribumi. Salah satu > wanita membagikan rilis tersebut pada wartawan saat > Munarman cs hendak memulai jumpa pers di kantor > Mer-C, Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat. > > Munarman langsung naik pitam melihat rombongan tak > diundang itu dan mengusirnya. > > Rilis yang yang dibawa rombongan orang asing itu > adalah fakta-fakta kebenaran NAMRU-2, laboratorium > medis milik Angkatan Laut AS, yang oleh Munarman cs > disebut telah melakukan kegiatan intelijen > > MoU Lama NAMRU Tidak Memadai > Didi Safirdi - detikcom > > Jakarta - MoU lama Indonesia-AS yang mendasari > NAMRU-2 dinilai sudah tidak memadai. Itulah yang > menjadi dasar pemerintah meminta pembaruan dokumen. > > "Dulu pakai MoU yang kita nilai sudah tidak > memadai," kata Menlu Hassan Wirajuda usai Dialog HAM > Bilateral RI-Swedia di Hotel Borobudur, Jl Lapangan > Banteng, Jakarta, Rabu (23/4/2008). > > Yang kini sedang dinegosiasikan, menurut Hassan, > bukanlah kontrak, namun pembaruan dokumen yang > menjadi dasar kerja sama. Pemerintah kini menunggu > sikap AS. > > "Kita menunggu reaksi dan respons Amerika," jelas > Hassan tanpa merinci draf baru yang diajukan > pemerintah. > > Hassan tidak mempermasalahkan Mer-C yang menilai > NAMRU merugikan. Bagi pemerintah, transparansi > adalah elemen penting yang harus mendasari kerja > sama dengan NAMRU-2. > > "Akses penelitian lebih besar, maka pemanfaatannya > juga lebih besar," pungkasnya. ( fay / nrl ) > > Laboratorium Angkatan Laut Amerika Diduga Spionase > Kamis, 17 April 2008 | 23:24 WIB > TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah diminta > mengusir seluruh tim Naval Medical Research Unit > (Namru) dari Indonesia. Alasannya, kontrak kerjasama > dengan lembaga riset Angkatan Laut Amerika Serikat > dan Indonesia itu sudah selesai. > > Selain itu, Namru diduga melakukan kegiatan spionase > di luar penelitian kesehatan. "Diusir saja. Suruh > angkat kaki," kata anggota Fraksi PKS Soeripto > ketika dihubungi Tempo saat ia berada di Lebanon, > Kamis (17/4). > > Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri > Kristiarto Suryo Legowo mengatakan pemerintah telah > menyampaikan draf MOU (Memory Of Understanding) > perjanjian Naval Medical Research Unit 2 (Namru 2) > kepada Amerika Serikat. Namun sampai sekarang AS > masih belum memberikan tanggapan terhadap draf MO > tersebut. > > Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melarang > berbagai rumah sakit di tanah air menyerahkan sampe > virus Avian Influenza ke Namru. > > Soeripto mengatakan seharusnya hasil penelitian > Namru dilaporkan ke lembaga penelitian Indonesia. > Namun, selama ini Namru tidak pernah melaporkannya. > Selain itu, Namru tidak pernah melibatkan peneliti > Indonesia sebagai pendamping. > > Menurut dia, kegiatan Namru perlu ditengarai terkait > dengan berbagai konflik horisontal yang terjadi di > Indonesia bagian timur. Alasannya, selama ini > potensi konflik tertinggi terjadi di Indonesia > bagian timur. Selain itu, wilayah penelitian Namru > adalah Indonesia bagian timur. "Ini soal kedaulatan > negara kita," katanya. > > Menurut dia, kinerja Badan Intelijen perlu > dievaluasi terkait kontraintelijen terhadap Namru. > Selama ini BIN tidak pernah secara spesifik > melaporkan adanya kegiatan spionase yang dilakukan > Namru. "BIN belum melaporkan case yang cukup kuat > adanya kegiatan spinonase," ujarnya. > > Kurniasih Budi > http://www.tempoint eraktif.com/ > > > 23/04/2008 13:45 WIB > Kontroversi NAMRU > Rilis Bule yang Diusir Munarman Berkop Kedubes AS > Niken Widya Yunita - detikcom > Jakarta - Rombongan orang asing diusir saat > nyelonong masuk dan membagikan rilis ke acara jumpa > pers Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) dan > Annashar Institute yang memprotes NAMRU-2. Rilis itu > berkop Kedubes Amerika Serikat. > > "Di kop surat tertulis Kedutaan Amerika," ujar Ketua > Annashar Institute, Munarman, kepada detikcom, Rabu > (23/4/2008). > > Menurut Munarman, isi rilis tersebut yakni > laboratorium NAMRU-2 merupakan lembaga medis, bukan > intelijen. > > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

