'abg' buka suara niy!
abg = anak buah gusdur
--- In [email protected], Ananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> sekali lagi diposting...
>
> Gus Dur Tak Bisa Hadiri Undangan Pemerintah Israel
>
>
>
> *Jakarta, gusdur.net*
> Presiden Israel Shimon Peres mengundang mantan Presiden KH
Abdurrahman Wahid
> (Gus Dur) dalam perayaan 60 tahun Negara Israel di Yerusalem.
>
> Dalam suratnya, Peres mengundang Gus Dur sebagai tamu khusus dan
narasumber
> dalam konferensi yang diselenggarakan Kantor Presiden Israel
bertajuk *Facing
> Tomorrow*. Konferensi ini digelar di Yerusalem dari 13-15 Mei 2008.
>
> "Saya tidak ragu bahwa Anda adalah orang yang memiliki visi. Kami sangat
> menanti partisipasi Anda dalam konferensi ini," kata Simon Peres
dalam surat
> resminya kepada Gus Dur pertanggal 6 Januari 2008.
>
> Menurut Peres beberapa tokoh dunia sudah menyatakan kesediaannya
akan hadir.
> Seperti diberitakan *Associated Press* tokoh-tokoh yang dijadwalkan
hadir
> adalah, Presiden AS, George W.Bush, Barbra Streisand, Tony Blair,
Mikhail
> Gorbachev dan raja media, Rupert Murdoch. Termasuk diplomat AS
kawakan Henry
> Kissinger, peraih Nobel, Elie Wiesel, mantan Presiden Cekoslovakia
Vaclev
> Havel, Profesor Harvard Alan Dershowitz, pendiri Google Sergey Brinn,
> pendiri Facebook Markus Zuckerman, pimpinan Tata Group India Ratan Tata.
> Jutawan AS Sheldon Adelson.
>
> Gus Dur adalah satu-satunya undangan dari negara yang tidak memiliki
> hubungan diplomatik dengan Israel.
>
> Namun Gus Dur tidak bisa memenuhi undangan Presiden Israel tersebut.
> Alasannya karena pada 4 Mei 2008, ia harus bertolak ke Amerika Serikat.
> Dijadwalkan, Gus Dur akan menghadiri upacara penyerahan penghargaan dari
> salah satu organisasi non pemerintah di Negri Paman Sam itu. (GF)
>
>
http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2807&Itemid=1
>
>
>
> On 4/25/08, Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Rencana itu "sungguh-sungguh memalukan."
> > Rencana mantan Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid untuk
> > menghadiri perayaan 60 tahun berdirinya negara Zionis Israel,
bulan Mei
> > mendatang, dikritik oleh tokoh pejuang kemerdekaan Palestina, Dr
Musa Abu
> > Marzuq.
> >
> > Ditemui oleh Hidayatullah. com di kantornya di Damaskus beberapa
jam yang
> > lalu, Abu Marzuq, yang menjabat Wakil Kepala Biro Politik Hamas
(Gerakan
> > Perlawanan Islam untuk Kemerdekaan Palestina) menyebut rencana itu,
> > "sungguh-sungguh memalukan."
> >
> > Menurut Abu Marzuq, merayakan 60 tahun berdirinya Zionis Israel sama
> > halnya merayakan pembantaian, pengusiran, perusakan kebun-kebun dan
> > penjajahan atas rakyat Palestina dan Masjidil Aqsa.
> >
> > "Bagaimana mungkin seorang Muslim seperti Abdurrahman Wahid tega ikut
> > serta merayakan kezaliman atas saudara-saudara Muslimnya sendiri?"
tukasnya.
> >
> > Menurut Abu Marzuq, kalau Presiden AS George Bush menghadiri perayaan
> > seperti itu, dirinya masih bisa memahami, tapi kalau seorang bekas
presiden
> > dari sebuah bangsa Muslim terbesar di dunia yang melakukannya,
"sungguh
> > memalukan."
> >
> > Dr Musa menyarankan kepada tokoh-tokoh Indonesia untuk datang sendiri
> > melihat keadaan saudara-saudaranya di Gaza.
> >
> > "Sudah berbulan-bulan, 1,5 juta saudara-saudara Anda, terutama
anak-anak,
> > saat ini hidup tanpa bahan bakar, tanpa obat-obatan dan makanan
yang sangat
> > terbatas karena diblokade oleh Zionis Israel," jelasnya.
> >
> > Namun, Abu Marzuq mengingatkan, bahwa Israel tidak mungkin
memberikan izin
> > kepada siapapun untuk menyaksikan kekejaman mereka atas para
penduduk Gaza.
> >
> > "Minggu lalu, bekas (Presiden AS Jimmy) Carter juga dilarang
Israel masuk
> > ke Gaza," katanya.
> >
> > Karena masuk ke Gaza tidak mungkin, saat ini, ia menyarankan para
tokoh
> > Muslim Indonesia agar mengunjungi para pengungsi Palestina di
Yordania,
> > Mesir dan Suria. "Ada 6 juta saudara-saudara Anda bangsa Palestina
yang
> > sekarang diusir oleh Zionis Israel dan terpaksa hidup di
pengungsian, "
> > katanya.
> >
> > Menanggapi langkah-langkah pemerintah Otoritas Palestina di bawah
Mahmud
> > Abbas yang menambah terus jumlah "duta besar" Palestina di
berbagai negara,
> > Abu Marzuq mengatakan, bahwa dirinya tak merasa ada masalah dengan
itu.
> >
> > Sejak sepuluh tahun silam, sudah lebih dari seratus negara yang
memiliki
> > duta besar atau perwakilan PLO. "Yang terpenting," kata Abu
Marzuq, "para
> > duta besar itu bekerja untuk kepentingan kemerdekaan dan kesejahteraan
> > bangsa Palestina. Jangan sampai mereka memperkeruh suasana dengan
> > menjelek-jelekkan kelompok tertentu yang mengakibatkan lemahnya
persatuan
> > bangsa Palestina."
> >
> > Ketika berkunjung ke Indonesia beberapa bulan silam, Presiden Otoritas
> > Palestina Mahmud Abbas di depan tokoh-tokoh Indonesia menyebut
Hamas sebagai
> > "kriminal". Namun Abu Marzuq enggan menanggapi pernyataan-pernyata
an yang
> > bernada kampanye hitam itu.
> >
> > Menurutnya, apapun yang dikatakan oleh Mahmud Abbas tentang Hamas,
tidak
> > akan banyak pengaruhnya bagi kepentingan Palestina.
> >
> > "Sebab dunia sudah bisa menyaksikan, " ujarnya, "siapa yang
benar-benar
> > bekerja untuk kemerdekaan Palestina, dan siapa yang hanya bikin
masalah."
> >
> > Menurut Abu Marzuq, saat ini ada upaya keras untuk membangun citra,
> > seakan-akan Gaza di bawah Hamas adalah Korea Utara yang
kacau-balau dan
> > pemerintahnya salah urus. Sedangkan Tepi Barat adalah Korea
Selatan yang
> > modern dan kaya raya.
> >
> > "Tapi kami ingin menyampaikan, bahwa prioritas pekerjaan kami adalah
> > rekonsiliasi rakyat Palestina, keselamatan mereka dan dikembalikannya
> > hak-hak mereka di manapun mereka berada," kata Abu Marzuq.
> >
> > Sejauh ini Mahmud Abbas telah melakukan pertemuan dengan Perdana
Menteri
> > Zionis Israel Ehud Olmert sebanyak 51 kali. "Hasilnya bukan saja
nol, malah
> > semakin buruk," simpul Abu Marzuq.
> >
> > Dr Musa Abu Marzuq lahir di Gaza tahun 1951. Setelah menyelesaikan
> > kesarjanaan tekniknya di Universitas Ayn Syams, Kairo ia bekerja
di bidang
> > industri di Uni Emirat sampai tahun 1981. Sepuluh tahun kemudian ia
> > menyelesaikan studi S-3 di Amerika Serikat.
> >
> > Di Biro Politik Hamas (Harakah Muqawwamah Al-Islamiyah) , Abu Marzuq
> > adalah wakil dari Khalid Misy'al yang pernah diwawancarai majalah
Suara
> > Hidayatullah, edisi September 2006.[Dzikrullah, Khadijah, dan
Kaisya Fatina
> > (fotojurnalis) dari Damaskus/www. hidayatullah. com]
> >
> > ==================================
> >
> > Satrio Arismunandar
> > Executive Producer
> > News Division, Trans TV, Lantai 3
> > Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
> > Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627
> >
> > http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> > http://satrioarismunandar.multiply.com
> >
> > "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua
> > telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal)
> >
> > __________________________________________________________
> > Be a better friend, newshound, and
> > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
> > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>