--- In [email protected], "magdalena.maria93" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Subhanallah...beginilah manusia jika telah menerima hidayahNya, 
apapun
> bisa membuat manusia mendekatkan diri dan kembali kepadaNya, azan,
> sholat, puasa bahkan di dlm penjara sekalipun. 
> 

Ngomong banyak mengenai sholat, puasa, tetek bengek. Inilah wajah 
teman teman seimanmu:

TKI Disiram Air Mendidih di Riyad 

KARAWANG - Kabar buruk kembali menimpa tenaga kerja kita di Arab 
Saudi. Tarwi binti Alim (28), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kab 
Karawang ini mengalami penganiayaan oleh majikannya selama bekerja di 
Riyad, Saudi Arabia. 

Saat ditemui wartawan di Ruang Huud, Rumah Sakit Islam Karawang 
(RSIK), Minggu (27/4/2008), warga Dusun Baros, RT 12/02, Desa Panca 
Karya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang itu masih dalam 
perawatan intensif Rumah Sakit Islam Karawang (RSIK).

Sekujur tubuh Tarwi mengalami luka bakar cukuo serius. Pasangan 
Husein Al-Abid dan istrinya acapkali menyiram Tarwi dengan air 
mendidih ketika Tarwi dianggap salah. Tidak hanya itu, Tarwi juga 
sering mendapat pukulan kayu dan cubitan di sekujur tubuhnya. "Saya 
juga pernah dipaksa minum air mendidih," ujarnya lirih. 

Kondisi tubuh Tarwi sungguh memilukan. Selain disiksa, Tarwi juga 
jarang diberi makan oleh majikannya. "Saya tidak dikasih makan, 
makanya badan saya kelihatan kurus. Dulu, waktu saya berangkat ke 
Riyad, badan saya gemuk," tandasnya.

Tarwi juga mengatakan selama bekerja tidak pernah dibayar sesuai 
kesepakatan. Selama dua tahun bekerja, Tarwi hanya bisa mengirim Rp5 
juta untuk keluarganya di Indonesia. "Selama saya bekerja disana, 
gaji saya hanya dibayar sebesar 8.000 Real untuk empat bulan," 
keluhnya.

Tarwi menceritakan penyiksaan yang dilakukan majikannya itu hanya 
dipicu persoalan-persoalan sepele. Majikannya marah melihat anaknya 
yang masih balita sering meronta ketika diasuh Tarwi. 

"Ketika saya tiba di rumah majikan saya, anaknya masih 1,5 tahun. 
Saat itu, masih mau saya gendong dan saya urus. Namun, setelah si 
anak semakin tumbuh usianya, dia tidak mau lagi saya suapin saat 
makan. Bahkan, anak itu suka melawan. Itulah penyebabnya, saya 
dianiaya oleh majikan," kata Tarwi. 

Meski demikian, Tarwi yang tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu 
(26/4) dini hari lalu mengaku bersyukur masih diberi kesempatan hidup 
dan berkumpul bersama keluarganya. 

"Saya dipulangkan ke Indonesia, karena majikan saya berharap saya 
akan mati dijalan. Ternyata, Allah berkehendak lain, saya masih bisa 
bertemu dengan keluarga, suami dan anak saya," ungkapnya.

Tarwi yang berangkat ke Riyad melalui Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga 
Kerja Luar Negeri (PPJTKLN) PT Alhijaz, Jakarta 22 Maret 2006 lalu 
berniat akan meminta pertanggungjawaban perusahaan penyalur TKI itu. 
(Raka Zaipul/Sindo/pie) 

Kirim email ke