kutuliskan untukmu sebait puisi tentang kita Tentang rasa yang tak pernah kumengerti akhirnya Tentang cinta yang lahirkan makna di setiap kisah Tentang dirimu yang terus mengendap dalam jiwa terindah
kau adalah Bidadari yang namanya tak pernah lagi kusebut Namun tak pernah sedetikpun bisa terlupa Kau Bidadari dengan wajah tak lagi pernah kutemui Namun selalu saja nampak di pelupuk mata tanpa menjemui Kau Bidadari yang tak pernah lagi kudengar berbisik rindu Namun selalu saja membuatku ingin bertemu sepanjang jalan kupungut patahan romansa yang terjejaki kukumpulkan luruhan cahaya dan kutandai jejak Hati ku bongkar cuaca, hanya cinta, hanya rasa di hati Kau meninggalkan semua dalam remah-remah nurani kini Jiwa mendengar panggilanmu dari balik himpitan sang mega merasakan sayap indahmu membelaiku dengan Belaian cinta kini aku ingin berlari kepadamu, menujumu, menggapaimu namun kakiku terkurung diantara dua rasa pilu dan rindu kisah kita telah terukir pada prasasti hati dengan penuh rela Hingga saat nanti bidadari pergi dan melupa selalu ada cinta Meski semua tentangmu tak lagi aku Tapi kita tetap kisah angin bidadari bersatu dalam ragu Depok, 26 Aprill 2008 Erwin Arianto [Non-text portions of this message have been removed]

