Investor Asing Lirik CBM
Suhendra - detikFinance
Palembang - Pengembangan gas metana batubara (CBM) di Indonesia mulai banyak
dilirik investor asing. Setelah perusahaan nasional PT Medco E & P melakukan
proyek percobaan dengan Lemigas di sumur Rambutan Sumatra Selatan, banyak
perusahaan asing berbondong-bondong menggandeng Medco.
Setidaknya sudah enam perusahaan asing yang tertarik bekerjasama dengan Medco,
diantaranya Itochu Corp asal Jepang, Arrow Energy asal Australia, Shell asal
Belanda, Total E & P asal Francis, Marathon Energy asal AS dan Mitsubishi asal
Jepang.
Demikian disampaikan oleh General Manager South Sumatra Extension dan Sumatra
Asset PT Medco E & P Pudjo Suwarno di Aston Hotel, Palembang, Rabu (30/4/2008).
Pudjo menambahkan untuk Itochu Corp, Arrow Energy dan Shell, ketiganya sudah
menyatakan minatnya menggarap CBM di Sumatra Selatan."Dengan Shell sudah ada
studi bersama di Lematang blok, Sumatra Selatan," ujarnya.
Sebelumnya Medco sudah menggandeng Ephindo untuk proyek yang sama. Namun dari
semua itu ada beberapa yang masih dalam tahap penjajakan selebihnya sudah ada
ikatan bersama antara Medco dengan investor asing tersebut.
"Dengan Arrow Energy, Shell dan Ephindo sudah punya ikatan," jelas Pudjo.
Sedangkan untuk Marathon, lanjut Pudjo, pihaknya sedang menggarap serius untuk
menggarap CBM di Tarakan. Untuk kerjasama dengan Total E&P rencananya akan
menggarap bersama di Kalimantan Timur.
Mengenai proyek percobaan CBM di sumur Rambutan, ia mengatakan bahwa proyek
tesebut dinyatakan berhasil. Untuk selanjutnya Medco berencana akan menggarap
di blok Lematang, Sumatra Selatan.
"Setelah Rambutan, kita mau teruskan riset ke Lematang blok ini lapisan lebih
dalam dan tebal lapisan batubaranya. Mungkin ini dilakukan mulai pertengahan
tahun ini potensi CBM di blok Lematang 1 tcf ( 1 triliun kaki kubik),"
ungkapnya.
Mengenai kejasama dengan Ephindo, Pudjo menambahkan bahwa proyeknya akan
dilakukan pada tahun ini. "Kita targetkan tahun ini mulai bor 5 well dengan
potensi 0,5 bcf. Namun ini tergantung kapan kontraknya diteken," ucapnya.
Selama ini penggarapan CBM belum banyak dilirik oleh para investor selain
masalah izin dari pemerintah, masalah teknologi dan aspek skala ekonomis juga
menjadi pertimbangan mereka, mengingat disetiap lapangan diperlukan banyak
pengeboran sumur.
( hen / ddn )
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]