When i'm with You, i feel naked and sacred.........
Dunia kita penuh dengan orang2 terluka... penyerangan diatasnamakan agama, penyerangan yang ditunggangi kepentingan dan politis, krisis dan tragedi, penghancuran tempat2 ibadah, penjarahan dan pemerkosaan, agresi, pembunuhan massal dan genocide, serangan bunuh diri dan bom bunuh diri Spiral kekerasan kelihatan bermula dari spiral komunikasi yang terdistorsi yang melalui spiral ketidakpercayaan resiprokal yang tidak terkontrol menuju terblokirnya komunikasi, demikian juga dari kesalahpahaman dan ketidakmengertian, dari ketidakjujuran dan penipuan, rekayasa dan manipulasi, lalu diperumit dengan perbedaan budaya, cara hidup, dan jarak, yang menyebabkan keterasingan satu dengan yang lain. Apakah kekerasan telah menjadi ciri khas suatu mentalitas ? Sejarah luka memberitahukan, bahwa transformasi suatu mentalitas harus melalui perbaikan kondisi2 hidup, melalui pembebasan yang masuk akal dari penindasan dan ketakutan. Kesenjangan2 di dalam dinamika perkembangan ekonomi setidaknya diseimbangkan berkenaan dengan akibat2nya yang paling destruktif. Kepercayaan mesti mampu dikembangkan dalam praktek sehari2 yang komunikatif. Seseorang berkata, "Apa saja yang dilakukan karena dendam akan saudara yang telah menghina engkau, akan muncul kembali dalam hatimu, pada saat engkau berdoa, .." Doa yang tidak menghadapkan kita dengan kenyataan diri kita, tidak berguna, dalam arti bila seseorang pada waktu berdoa, tidak ingat kembali akan perbuatannya (sadar akan dirinya dan meneliti hatinya), sia2lah doanya. Jung, yang meninjau peranan doa bagi pengenalan diri dari segi psikologis, menerangkan begini : Doa menciptakan hubungan antara dua pribadi si aku dan Engkau yang kekal. Hubungan ini memungkinkan manusia keluar dari dunia ke-aku- annya, sambil melihat diri nya dari pihak orang lain. Biasanya orang hanya hidup di tingkat kesadaran ; berkat doa, ia dapat juga membuka jalan bagi yang tidak disadari. Kenali diri mu sendiri ! Suatu inskripsi dalam filsafat di atas pintu masuk tempat suci di Delphi, yang didedikasikan kepada Apollo, dewa yang dianggap paling sepenuhnya rasional di antara semua dewa. Demikian juga, niat untuk mendoakan orang yang telah melukai hati kita merupakan suatu tanda bahwa hati kita sudah melembut dan tidak beku lagi. Di kala kita berdoa untuk kebaikan hati musuh2 kita, pada saat itu sebenarnya kita sedang mencintainya. Sekali kita berdoa bagi orang yang telah menyakiti hati kita dengan tulus ikhlas, perasaan negatif terhadap orang tersebut akan mulai berkurang dan kemudian hilang. Manusia-manusia ini kemudian mengadakan negara, dan tugas utama negara adalah menjamin bahwa hukum dan institusi, keadaan umum negara dan administrasinya berjalan sedemikian rupa sehingga menghasilkan kesejahteraan umum maupun kemajuan pribadi individu sendiri, yang malahan seharusnya mengunggulkan martabat pribadi manusia, karena manusia lebih tua daripada negara. Bila anda bertanya, "Apa itu baik ?" atau "Apa yang baik dari esensi nya ?" Hanya ada satu hal yang baik dari esensinya, yaitu Allah. Allah adalah Ada itu sendiri, Ia baik dari esensi-Nya. Setiap hal lain adalah baik karena ambil bagian dalam kebaikan Allah. Dalam Republic, Plato ingin mengetahui bagaimana manusia yang baik itu bisa dibentuk. Dalam argumennya, ia mengatakan bahwa jika masyarakat mau terbentuk dengan baik, pemimpin2 harus mengetahui Idea tentang yang baik. Sedangkan dalam Ethics, Aristoteles mengatakan bahwa apapun soalnya yang berkaitan dengan Idea tentang kebaikan, yang jelas hal itu tidak dapat membantu kita untuk mengetahui banyak tentang kebaikan hidup manusia konkeret. Kebaikan hidup manusia justru terbentuk melalui kebiasaan2 yang benar. Esensi Ilahi adalah esensi yang baik. Itulah ukuran dari semua kebaikan lain. Dan kebaikan itu penuh misteri karena Allah adalah misteri. Di lain pihak, setiap hal yang ada, dan ia berada dengan baik sejauh ambil bagian dalam kebaikan Allah, adalah terbatas ; karena terbatas, ia tidak sempurna, maka ia bisa dikritik (mereka terbatas dalam keberadaan dan dalam kebaikan mereka, mereka mungkin tidak baik dari sudut pandang tertentu). Kebaikan yang terbatas selalu terbuka bagi kritik. Indah / baik dan buruk ada dalam setiap hal. Yang baik tidak terpisah dari yang jahat, dan yang indah tidak terpisah dari yang buruk. Kebaikan dan keindahan bahkan dapat ditarik keluar dari kejahatan atau keburukan. Allah sudah menjadikan bumi ini beserta seluruh isinya, hidup, dan karena itu kita juga harus mengusung kehidupan, bukan kematian maupun kehancuran. Menurut Kant, pencerahan ialah kebangkitan manusia dari ketidakdewasaannya yang ditimpakan pada diri nya sendiri. Ketidakdewasaan merupakan ketidakmampuan menggunakan pemahamannya sendiri tanpa bimbingan orang lain. Atau barangkali ini akan kembali seperti melepas angin, seperti dalam taktik Catenaccio (gerendel) untuk permainan serangan total football yang gagal, dan berbunyi .........tuuuuut....ppppppppffffffffttttttttt............dan hilang

