--- In [email protected], "agussyafii" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> eyang dono,
> 
> sampeyan ini mental irlander sampeyan tidak pernah berubah bisanya
> hanya memaki-maki bangsa sendiri, coba dong kasih kita pencerahan
> dengan perspektif lain..
> 
> salam cinta,
> agussyafii 



Bung Agus,

ini anda kritisi atau malah anda puji, demi cinta?

Salam

danardono

PS: "Eyang" kalau ayah anda usianya max 22 tahun ha ha ha

Jakarta, kompas - Akses utama ke Bandara Internasional Soekarno- 
Hatta, Kamis (8/5), terganggu lagi karena banjir di Tol Sedyatmo 
Kilometer 26. Lalu lintas kacau-balau sehingga mengganggu jadwal 
penerbangan.

Banjir di ruas Tol Sedyatmo kali ini merupakan yang ketiga kalinya 
dalam enam bulan terakhir, sebelumnya November 2007 dan Februari 
2008. Seperti sebelumnya, banjir mengakibatkan arus lalu lintas 
menuju bandara dari arah Jakarta ke bandara dan sebaliknya macet 
total sehingga menimbulkan kekacauan.

Hal itu mulai terjadi sekitar pukul 03.30 saat parit di jalan tol 
jebol karena tak mampu mengatasi luapan air tambak di sisi tol. 
Praktis mulai pukul 05.00 jalan utama dari arah Jakarta ke Bandara 
Soekarno-Hatta terputus karena tergenang air setinggi 1,65 meter di 
sepanjang 600 meter. Jalur itu hanya bisa dilalui oleh truk tronton 
milik Tentara Nasional Indonesia dan Brimob.

PT Jasa Marga dan Kepala Cabang Utama PT Angkasa Pura II Hariyanto 
yang mengelola bandara menurunkan lebih dari 10 truk tronton. 
Kendaraan besar itu untuk mengangkut penumpang yang terjebak banjir 
untuk diantar ke bandara. Akan tetapi, kemacetan panjang tetap 
mengular di sekitar bandara.

Kawasan yang macet terjadi di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kota 
Tangerang. Begitu Jalan Tol Sedyatmo terputus, mobil ke bandara 
memilih lewat tol Jakarta-Tangerang, lalu keluar di Kebon Nanas 
menyusuri Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman- bandara. Arus lalu 
lintas pada dua jalur alternatif di kota itu juga macet panjang.

Arus lalu lintas yang tiba-tiba sangat padat ini mengakibatkan 
sebagian jalan di Kota Tangerang mulai pagi sampai sore stagnan. 
Bahkan, arus lalu lintas sejak menjelang naik jalan layang Sudirman 
sampai perempatan Jalan Daan Mogot-Pembangunan 3 sepanjang sekitar 1 
kilometer macet.

Truk, bus, kendaraan pribadi, dan motor hanya bisa beringsut. Tol 
Tomang menuju bandara lewat Tangerang harus ditempuh selama dua 
hingga tiga jam, biasanya paling lama sekitar 1,5 jam.

Kekacauan terjadi di perempatan Jalan Sudirman dekat Kantor 
Pemerintah Kota Tangerang dan perempatan Jalan Sudirman dengan Jalan 
Daan Mogot. Para pengendara main serobot.

Seluruh anggota polisi di Polres Metro Tangerang diterjunkan, tetapi 
arus lalu lintas tetap kusut.

Di Jakarta, menjelang tengah hari, mulai dari Slipi hingga Pluit, 
arus lalu lintas jalan tol maupun non-tol dalam kondisi macet. Jalan 
Daan Mogot, Jakarta Barat, macet total, termasuk jalur busway yang 
penuh sepeda motor.

Arus dari bandara ke arah Jakarta pun macet. Akibatnya, penumpang bus 
Damri menumpuk di Stasiun Gambir untuk menunggu bus ke bandara.

Penerbangan tertunda

Kemacetan lalu lintas di luar area bandara mengakibatkan kekacauan 
jadwal penerbangan. Lebih dari 150 penerbangan tertunda karena awak 
pesawat dan penumpang terjebak di tengah kemacetan.

Hariyanto, yang juga Kepala Bandara Soekarno-Hatta, kemarin petang 
menyatakan, penerbangan yang keberangkatannya tertunda lebih dari 30 
menit sebanyak 100 penerbangan. Rinciannya, sebanyak 87 penerbangan 
domestik dan 13 penerbangan luar negeri. Rata-rata jadwal 
keberangkatannya terlambat satu hingga dua jam.

Sekalipun demikian, maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Lion Air, 
dan Indonesia AirAsia tak menghanguskan tiket penumpang yang 
terlambat. Penumpang dicarikan jadwal penerbangan lain.

Manajer Komunikasi Lion Air Hasyim Al-Hasby mengatakan, rata-rata 
keterlambatan pesawat Lion Air dua jam. "Kami menunda load factor 
pesawat sampai 70 persen, lalu langsung terbang. Penumpang yang 
terlambat akan dialihkan dengan penerbangan berikutnya," ujarnya.

Manajer Komunikasi AirAsia Ryana Yahya Nasution mengatakan, 
keterlambatan pesawat AirAsia rata-rata satu jam. Sementara itu, 
pesawat Garuda Indonesia terlambat 10-20 menit. 
(TRI/RYO/WIN/PIN/NEL/CAL)

 



Kirim email ke