>
> "Jika pemerintah tidak bisa bersikap tegas, jangan salahkan umat Islam jika
> sampai terjadi gejolak sosial," kata dia (FUI, HT, IM, FPI, PUI)
>


.http://www.kapanlagi.com/h/0000227348.html

Jum'at, 09 Mei 2008 23:32
Aktivis Ormas Islam di Bogor Datangi Kantor Ahmadiyah

Kapanlagi.com - Suasana Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Kota Bogor, Jumat
(9/5), sempat tegang ketika sekitar 25 orang aktivis beberapa Ormas Islam
mendatanginya dan menempel pamflet-pamflet di depan pintu gerbang
sekretariat yang bertuliskan seruan kepada jemaah Ahmadiyah agar sadar dan
kembali ke agama Islam.

Namun, ketegangan tidak berbuntut menjadi tindakan anarkis, karena sebanyak
167 personel polisi telah berjaga-jaga di depan Sekretariat Jemaat Ahmadiyah
Kota Bogor, di Jalan Perintis Kemerdekaan, sejak sekitar pukul 11.00 WIB.

Sekitar 25 orang aktivis dari Ormas Islam tersebut antara lain dari Forum
Umat Islam (FUI), Persatuan Umat Islam (PUI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),
dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Bogor.

Mereka tiba di depan Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Kota Bogor sekitar pukul
15.00 WIB, melakukan orasi sejenak dan kemudian menempelkan pamflet-pamflet
berbentuk print-out komputer yang difotokopi. Pamflet tersebut bertuliskan,
antara lain, "Kaum Ahmadi Sadarlah ...!, Umat Islam Siap Menerimamu" "Achmad
Musaddeq, Lia Eden, dan Gulam Achmad adalah Nabi Palsu".

Pada saat para aktivis Ormas Islam tersebut menempelkan pamflet-pamflet,
Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Kota Bogor, dalam kondisi kosong.

Sekretaris FUI Kota Bogor, Harun Al Rasyid mengatakan, kehadiran para
aktivis Ormas Islam ke Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Kota Bogor itu untuk
mengingatkan jemaah aliran Ahmadiyah untuk segera menghentikan aktivitasnya.
Ormas-Ormas Islam, kata dia, akan terus berupaya menghentikan kegiatan
aliran Ahmadiyah yang menyimpang dari agama Islam.

Harun juga menegaskan, agar pemerintah bersikap tegas terhadap aliran
Ahmadiyah yang telah menistakan agama Islam.

"Jika pemerintah tidak bisa bersikap tegas, jangan salahkan umat Islam jika
sampai terjadi gejolak sosial," kata dia.

Sementara itu, pengurus pusat Pemuda Ahmadiyah, Fadhal Husban mengatakan,
jemaah Ahmadiyah akan terus beraktivitas seperti biasanya, baik aktivitas
bermasyarakat maupun aktivitas ibadah.

Soal peristiwa penempelan pamflet tersebut, kata dia, akan segera dilaporkan
kepada pengurus pusat Ahmadiyah di Jakarta.

"Soal ancaman atau imbauan Ormas Islam silakan saja, tapi kami tetap
beraktivitas. Kami akan mematuhi instruksi dari pengurus pusat Ahmadiyah di
Jakarta," katanya.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Bogor, AKP Udin Zainuddin
mengatakan, untuk menjaga keamanan di Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Kota
Bogor dan sekitarnya, polisi dari Polresta Bogor mengerahkan sebanyak 167
personil atau sebanyak tiga satuan setingkat kompi (SSK), sejak sekitar
pukul 11.00.

Kapolsek Bogor Tengah, AKP Ade Yusuf Hidayat mengatakan, polisi berjaga-jaga
mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan yang tidak diharapkan.

"Tindakan para aktivis Ormas Islam yang menempelkan pamflet di depan pintu
gerbang Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Kota Bogor, sejauh tidak menimbulkan
tindakan anarkis masih bisa ditolerir, sehingga masih dibiarkan. Polisi
berjaga-jaga jangan sampai terjadi tindakan anarkis," katanya.

Sebelumnya, para aktivis Ormas Islam tersebut menyelenggarakan Tabliq Akbar
di Masjid Raya Kota Bogor, Jalan Raya Pajajaran, yang bertema keberadaan
aliran Ahmadiyah.

Dalam tabliq akbar tersebut, para pimpinan Ormas Islam, antara lain
menyerukan, agar pemerintah segera menerbitkan surat keputusan bersama (SKB)
tiga menteri yang isinya menghentikan kegiatan aliran Ahmadiyah. (kpl/rif)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke