http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/09/10241211/bahaya.pengharum.ruangan.buat.anak
Bahaya Pengharum Ruangan Buat Anak
Bisa membuat pusing, mual hingga muntah.  Bahkan pewangi tertentu bisa 
mengganggu pertumbuhan janin.

MASIH ingat peristiwa di Bali pertengahan Maret 2006 lalu? Sejumlah siswa/i 
sebuah SD terpaksa dilarikan ke RS karena keracunan aroma sisa pengharum mobil 
yang dibawa salah seorang siswa. Kejadian tersebut sebenarnya bisa kita jadikan 
pelajaran berharga: pengharum ruangan tidak 100% aman. Termasuk pengharum AC, 
lemari, atau WC yang berjenis semprot. Wewa-ngian yang harum justru bisa 
meracuni dan mengganggu kesehatan kita. Sementara penggunaan beragam pewangi 
seolah tak dapat dihindari di zaman modern ini. Tanpa berniat menakut-nakuti 
ada baiknya kita sebagai konsumen tetap waspada.

TERGANTUNG BAHAN BAKU

Pemakaian produk apa pun yang merupakan zat-zat kimia, bila berlebihan atau 
berkontak langsung melalui sistem pernapasan, akan menimbulkan gangguan pada 
fungsi sistem saraf. Demikian dikemukakan Dr. rer. Nat. Budiawan dari Puska RKL 
(Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan). Contohnya, pingsan dan 
gangguan sistem pernapasan. Begitu juga jika kontak dengan kulit. Bahan pewangi 
organik dapat dengan mudah terserap melalui kulit dan menyebabkan efek pada 
kulit seperti iritasi dan dermatitis. Meskipun komponen zat kimia aktif yang 
dikandung tiap pewangi berbeda-beda. Itulah mengapa efek bahayanya bisa 
berbeda-beda tergantung pada komposisi dan bahan aktif aromanya.

Di pasaran ada berbagai jenis pewangi. Ada yang padat (biasanya pewangi yang 
diperuntukkan untuk toilet dan lemari), ada yang cair, gel dan ada juga yang 
semprot. Sementara penggunaannya, ada yang digantungkan, ada yang diletakkan 
begitu saja, atau ditempatkan di bibir AC maupun kipas angin. Menurut Budiawan, 
bahaya pewangi umumnya tergantung pada jenis/bentuknya maupun pewangi dan 
komponen-komponen kimia aktif yang terkandung di dalamnya, disamping faktor 
pengaruh lain, seperti jalur paparannya. Dari segi bentuk, sediaan yang mudah 
menguap (aerosol) lebih berisiko bagi tubuh, terutama jika terjadi kontak 
langsung melalui sistem pernapasan. Namun demikian kontak yang terjadi melalui 
kulit pun bukan tak berisiko mengingat zat pewangi akan begitu mudah memasuki 
tubuh.

Asal tahu saja, di pasaran ada 2 jenis zat pewangi, yakni yang berbahan dasar 
air dan berbahan dasar minyak. Pewangi berbahan dasar air umumnya memiliki 
kestabilan aroma (wangi) relatif singkat (sekitar 3-5 jam). Itulah mengapa 
pewangi berbahan dasar air relatif lebih aman bagi kesehatan dibandingkan 
pewangi berbahan dasar minyak. Memang, pewangi berbahan dasar minyak lebih 
tahan lama sehingga harga jualnya bisa lebih mahal. Pewangi jenis ini biasanya 
menggunakan beberapa bahan pelarut/cairan pembawa, di antaranya isoparafin, 
diethyl phtalate atau campurannya. Sementara jenis pewangi yang disemprotkan 
umumnya mengandung isobutane, n-butane, propane atau campurannya. Untuk bentuk 
gel disertai kandungan bahan gum. Adapun zat aktif aroma bentuk ini umumnya 
berupa campuran zat pewangi, seperti limonene, benzyl acetate, linalool, 
citronellol, ocimene, dan sebagainya.

Menurut Budi, bagi prinsipnya semua zat pewangi tersebut berisiko terhadap 
kesehatan. Terutama pada mereka yang berada pada kondisi rentan, seperti ibu 
hamil, bayi, dan anak, ataupun orang yang sangat sensitif terhadap zat-zat 
pewangi. Sayangnya, baru sekitar 80% zat pewangi belum teruji keamanannya 
terhadap manusia.. Di sinilah kewaspadaan konsumen betul-betul dituntut. Ada 
pun pewangi yang sudah dilarang The International Fragrance Association (IFRA) 
di antaranya pewangi yang mengandung musk ambrette, geranyl nitrile, dan 
7-methyl coumarin. Sedangkan yang berbentuk gel dilarang bila mengandung 
zat-zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, seperti formaldehyde dan 
methylchloroisothiozilinone. Jadi, tidak semua pewangi memberi efek negatif 
bagi kesehatan. Artinya, kita masih bisa menggunakan pewangi yang beredar di 
pasaran.

HINDARI SINAR MATAHARI

Secara kasat mata mungkin sulit untuk mengetahui mana pewangi yang aman dan 
mana yang berbahaya. Sebagai tindak pencegahannya, konsumen harus cerdik 
memilih pewangi dengan merek terdaftar/teregistrasi. Dengan demikian 
keamanannya minimal cukup terjamin di bawah lembaga pengawas/pemberi izin. 
Tentu saja demi keamanan konsumen, badan pengawas harus benar-benar mengontrol 
peredaran pewangi ini. Terlebih terhadap pewangi dengan kandungan zat-zat 
tertentu yang memang diketahui berisiko bagi kesehatan. Mengapa hal ini perlu 
ditekankan? Tak lain, tegas Budi, pihak produsen kerap tidak mau mencantumkan 
pada kemasan mengenai komposisi bahan-bahan dalam pewangi yang diproduksinya.

Padahal semestinya produsen pewangi menyadari pentingnya keamanan bagi 
konsumen. Produsen yang seperti ini tentu akan menggunakan zat-zat yang 
benar-benar sesuai dengan mengikuti aturan lembaga pengawas dan perizinan 
terkait, dalam hal ini BPOM/Depkes. Atau sekurang-kurangnya mengikuti apa yang 
ditetapkan lembaga Internasional IFRA. Dengan begitu, pewangi yang mereka 
produksi dan edarkan pastilah memiliki kompetensi terhadap zat pewangi yang 
diizinkan.

Untuk konsumen awam, Budi menganjurkan agar senantiasa cermat membaca label 
atau registrasi produk. Selain itu, gunakan pewangi seperlunya saja sesuai 
kebutuhan. Menggunakannya pun jangan berlebihan sambil selalu mengedepankan 
kehati-hatian dalam memilih produk. Jangan lupa untuk menyimpannya jauh dari 
jangkauan anak-anak, terutama balita. Yang tak kalah penting untuk 
diperhatikan, hindari produk pewangi dari kontak langsung dengan sinar matahari 
guna mencegah terjadinya perubahan kimiawi. Itulah mengapa hindari area yang 
langsung terpapar sinar matahari sebagai tempat penyimpanan pengharum.

GANGGU Pertumbuhan Janin

Pewangi dapat saja memicu gangguan pernapasan ataupun asma, sakit kepala hingga 
kemungkinan gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil. Tapi hal ini akan 
terjadi jika memakai zat pewangi yang sudah dilarang penggunaannya sebagaimana 
yang direkomendasikan.

Hindari PEMAKAIAN KAMPER DARI Kebutuhan Bayi

Menurut Budi, berdasarkan hasil studi terdahulu (WHO), jika zat kamper 
(naftalen) kontak langsung pada bayi secara perkutan (penyerapan melalui kulit) 
dan paparannya sering serta berlebihan dalam penggunaaannya, dapat menyebabkan 
peningkatan kadar billirubin dalam darah yang dapat mengganggu sistem saraf 
pusat.

Lebih Aman "si Penyerap"

Sebenarnya, tegas Budiawan, asalkan komponen zatnya sesuai fungsinya, maka 
antibau sebenarnya sudah memadai untuk dimanfaatkan. Antibau ini biasa kita 
lantaran kemampuannya menyerap bau dan kelembapan udara di kamar, mobil, maupun 
kulkas. Pada prinsipnya, zat antibau bekerja dengan cara menyerap zat-zat 
penyebab bau dan kandungan air di dalam udara. Kandungan zat antibau ini 
biasanya berupa karbon aktif, silika gel atau bahan sejenis polimer dan kadang 
ditambahkan pula zat pewangi. Itulah sebabnya, dilihat dari segi keamanannya, 
produk jenis ini lebih aman daripada pengharum/pewangi. "Produk ini mekanisme 
kerjanya hanya menyerap. Sedangkan pewangi mekanisme kerja zatnya melepaskan 
zat pewangi." Hanya saja agar penggunaannya efektif, perhatikan benar masa 
pakainya. Soalnya, zat antibau bekerja berdasarkan penyerapan dan memiliki 
kapasitas terbatas. Artinya, bisa mencapai tingkat kejenuhan.

Beberapa produk memberi indikator khusus tanda sudah jenuh. Misalnya ada 
perubahan warna dari warna asalnya atau menunjukkan indikasi lainnya. Jika 
sudah jenuh mau tidak mau harus diganti. Meski tidak tertutup kemungkinan ada 
beberapa produk zat penyerap yang tetap masih bisa digunakan sekalipun sudah 
jenuh. Caranya? Lebih dulu dengan mengaktifkannya kembali lewat pemanasan oven 
dengan suhu mencapai sekitar 105oC hingga kembali ke keadaan semula.

Penulis : Gazali Solahuddin.


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke