Dengan terjadinya gempa di China, membuat harga minyak semakin memanas. Sebab 
untuk jangka menengah, China akan menyedot banyak sumber energi dan mineral 
untuk membangun kembali daerah-daerah yang mengalami kerusakan tersebut.. 
Padahal tanpa terjadinya gempa pun, China sudah menyedot demikian besar sumber 
daya alam. Sedangkan mengenai keuangan untuk menutupi biaya rekonstruksi, China 
tidak menghadapi masalah, karena cadangan devisa China demikian besar, yang 
diatas US $ 1 Trilyun. Dengan adanya bencana di China, kemungkinan harga 
minyak dapat mencapai US $ 170/barel hingga tutup tahun 2008.
SD
------------------------------
http://www.antara.co.id/arc/2008/5/21/harga-minyak-di-pasar-asia-masih-di-atas-129-dolar-as/
Harga Minyak di Pasar Asia Masih di Atas 129 Dolar AS

Singapura (ANTARA News) - Harga minyak tetap di atas 129 dolar AS per barel di 
pasar komoditas Asia, Rabu, didorong kekhawatiran ketatnya pasokan global di 
tengah menguatnya permintaan, kata para dealer.
Melemahnya dolar AS dan ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran 
menambah memanaskan lagi pasar, yang telah bergejolak akibat masuknya dana-dana 
sepekulatif, kata mereka ditulis AFP.
Kontrak berjangka minyak utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk 
pengiriman Juli naik enam sen menjadi 129,04 dolar AS per barel.
Kontrak untuk Juni melesat ke posisi tertinggi selama ini 129,60 dolar AS, 
sebelum ditutup pada 129,07 dolar AS pada Selasa di New York Mercantile 
Exchange.
Kontrak minyak mentah jenis Brent, London, untuk pengiriman Juli naik 12 sen 
pada 127,96 dolar per barel. Harga minyak jenis ini malah sempat mencapai harga 
harian tertinggi selama ini 128,07 dolar AS.
David Moore, seorang analis komoditi Commonwealth Bank of Australia, mengatakan 
melemahnya dolar AS dan "kecenderungan para analis merevisi naik proyeksi harga 
minyak mereka" membantu mendorong harga naik.
Komoditi seperti harga minyak dalam mata uang AS menjadi lebih murah untuk para 
pemegang mata uang kuat lainnya.
Banyak juga yang mengatakan laporan keperluan bahan bakar pembangkit listrik di 
aderah yang terkena gempa bumi di China juga mendorong permintaan bahan bakar 
minyak naik.
Pemerintah China mengatakan Selasa, korban tewas akibat gempa berkekuatan 8,0 
magnitude di barat daya negara itu pada 12 Mei telah meningkat menjadi 40.075 
orang.
Eric Wittenauer, analis pada Wachovia Securities, mengatakan laporan tentang 
berkembangnya ketegangan antara Washington dan Teheran menambah kekhawatiran 
tentang sebuah konflik yang dapat berdampak terhadap negara kaya minyak Timur 
Tengah itu.
Ia mengatakan pasar bereaksi terhadap sebuah artikel dalam Jerusalem Post bahwa 
Presiden AS George W. Bush mengatakan "bermaksud menyerang Iran sebelum akhir 
masa jabatannya."
"Kami memiliki kepastian tidak mengesampingkan kemungkinan konflik tahun ini," 
kata Wittenauer.
Pasar juga merespon gangguan pasokan minyak di Perancis dan keengganan OPEC 
menaikkan produksinya, kata para analis.
Meski AS menyerukan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk 
menaikkan produksinya dalam upaya mendinginkan harga minyak, namun Presiden 
OPEC Chakib Khelil mengatakan kartel minyak tidak akan mengambil keputusan 
tingkat produksi sebelum pertemuan September.
Khelil mengatakan ia tidak memperkirakan produksi meningkat, menekankan bahwa 
"harga saat ini tidak berdasarkan pada (tradisional) pasokan dan permintaan."
Banyak pejabat OPEC beralasan tingginya harga minyak saat ini didorong ulah 
para spekulan bukan karena pasokan dan permintaan riil di pasar seimbang.
Harga minyak telah melompat lebih dari seperempatnya sejak awal 2008, ketika 
menembus 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya. Pasar dalam beberapa 
pekan terakhir ini juga didorong kerusuhan di Nigeria anggota OPEC, yang juga 
eksportir minyak terbesar Afrika.
Bush selama kunjungannya ke Arab Saudi, Jumat lalu, menekan produsen minyak 
terbesar dunia itu untuk meningkatkan produksinya guna membantu meredam gejolak 
harga minyak yang telah memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi di AS 
dan negara-negara lainnya.
Menteri perminyakan Arab Saudi Ali al-Nuaimi mengatakan kerajaan telah 
meningkatkan produksi minyaknya 300.000 barel per hari mulai 10 Mei dalam 
merespon pesanan dari para pelanggan, sebagian besar dari AS.
(*)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke