http://www.antara.co.id/arc/2008/5/21/ri-hongaria-sepakat-tingkatkan-kerja-sama-perdagangan/

RI-Hongaria Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan

Jakarta, (ANTARA News) - Pemerintah Republik Indonesia dan Hongaria sepakat 
meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan mengingat penurunan nilai total 
perdagangan antara kedua negara dalam lima tahun terakhir.
Hal itu dikemukakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden 
Hongaria Lazslo Solyom, dalam konferensi pers bersama di Istana Merdeka, 
Jakarta, Rabu.
Presiden Yudhoyono mengatakan kedua negara sepakat mendorong kinerja Komisi 
Bersama RI-Hongaria untuk lebih aktif merumuskan bidang-bidang kerja sama.
"Hubungan ekonomi kedua negara dalam tingkatan baik tapi kami sepakat untuk 
terus meningkatkannya karena perekonomian kedua negara terus tumbuh," katanya.
Kepala Negara menilai kedua negara memiliki peluang besar untuk terus menggali 
potensi-potensi kerja sama ekonomi kedua negara.
Sementara itu, Presiden Solyom menggarisbawahi keperluan menghidupkan dewan 
bisnis bersama kedua negara dalam bidang ekonomi untuk mendorong investasi.
Dia juga mengatakan bahwa baru-baru ini sebuah perusahaan minyak Hongaria, 
MOLL, sedang menjajaki kerja sama di Indonesia. 
"Saya juga mendorong perusahaan-perusahaan kecil dan menengah untuk juga 
menjalin kerjasama," kata Presiden Solyom dalam bahasa Hongaria.
Nilai total perdagangan kedua negara mengalami penurunan yang signifikan dalam 
lima tahun terakhir. Berdasarkan catatan Departemen Perdagangan RI, pada 2007 
total nilai perdagangan kedua negara adalah 62,3 juta dolar AS yang turun 
sebesar 43 persen dari tahun 2003 sebesar 109,3 juta dolar.
Pada kesempatan itu, Presiden Yudhoyono juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan 
dwipihak RI-Hongaria dibahas juga sejumlah hal antara lain keperluan 
meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, kota kembar, perubahan iklim, 
dialog antarperadaban dan memperkuat kerja sama ekonomi ASEAN-Uni Eropa.
"Saya secara khusus mengundang Hongaria untuk terlibat dalam global intermedia 
dialog yang dalam tiga tahun terakhir kita laksanakan dengan Norwegia," katanya.
Dalam jumpa pers yang berlangsung lebih kurang 45 menit itu, Presiden Solyom 
juga menyampaikan undangannya kepada Presiden Yudhoyono untuk berkunjung ke 
Hongaria.
Dia juga mengatakan bahwa, Hongaria berniat untuk mendorong kerja sama politik 
kedua negara.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang telah memberikan 
beasiswa kepada pelajar Hongaria untuk belajar di Indonesia," katanya.
Dalam bidang pendidikan, sejak 14 tahun lalu pemerintah RI memberikan program 
beasiswa Dharmasiswa untuk belajar bahasa, seni dan budaya selama delapan bulan 
di Indonesia bagi pelajar Hongaria.
Program Dharmasiswa mendapat tanggapan positif, jumlah peminat terus meningkat 
dari tahun ke tahun sehingga pada periode 1994/1995 jumlahnya telah mencapai 
123 orang.
RI-Hongaria membuka hubungan diplomatik pada 26 Juni 1955. Sampai tahun 1965 
hubungan kedua negara berkembang dengan pesat namun mengalami penurunan setelah 
peristiwa G30S/PKI di Indonesia. Usaha penataan kembali hubungan dwipihak 
dimulai dengan kunjungan Menlu RI Adam Malik ke Hongaria pada 1974.
Presiden Solyom melakukan kunjungan kerja pertama kalinya ke RI pada 19-22 Mei 
2008. Selain melakukan pertemuan dengan Presiden Yudhoyono, ia juga melakukan 
pertemuan dengan perwakilan dari DPR, DPD dan memberikan kuliah umum tentang 
perubahan iklim di Universitas Indonesia. (*)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke