http://www.antara.co.id/arc/2008/5/17/robot-indonesia-cari-bayi/

Robot Indonesia Cari Bayi

Yogyakarta, (ANTARA News) - Mencari bayi dan memadamkan titik api adalah tugas 
robot peserta Kontes Robot Cerdas Indonesia (KCRI) 2008 yang digelar di Grha 
Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu.
Valor-1, robot karya mahasiswa Teknik Elektro Universitas Kristen Satya Wacana, 
Salatiga, berhasil naik ke tingkat dua dan berada tepat di depan boneka bayi, 
tetapi gagal menjatuhkan "beeper" yang akan menandai lokasi bayi.
"Memang sayang sekali, karena saat latihan, kami sudah mampu menandai lokasi 
bayi dan memadamkan api dengan kipas yang ada di robot," kata Ferry Winata, 
satu dari dua anggota tim KCRI UKSW yang tampil di kategori "expert".
Menurut dia, kegagalan pada saat perlombaan terjadi karena robot tidak dapat 
menjatuhkan beeper yang terkena lem. 
"Pegas untuk mendorong 'beeper' tidak kuat mendorong karena beeper terlalu 
lengket terkena lem. Pada mulanya, kami ingin agar beeper tidak jatuh dalam 
perjalanan," katanya.
"Tetapi kami akan mencobanya kembali pada kesempatan berikutnya, dan 
mudah-mudahan berhasil."
Tim UKSW melakukan persiapan sekitar lima bulan, dimulai pada Januari, untuk 
mengikuti kontes tersebut.
"Jika dilihat dari saingan, maka tim UGM pasti menjadi saingan terkuat. Tetapi 
kami bertekad bisa maju ke KCRI Nasional di UI," tegasnya.
Perlombaan KCRI terdiri dalam kategori wheel (beroda), leg (berkaki), "expert" 
dan "expert swarm". Pemenang pertandingan ialah robot yang mampu menandai 
lokasi bayi dan memadamkan api sebelum waktu yang ditentukan habis.
Rachmat Sriwijaya, Ketua Panitia pertandingan, mengatakan jika tidak ada robot 
yang mampu memadamkan api atau menemukan bayi dalam jangka waktu yang telah 
ditentukan, maka tidak akan ada juara.
Rachmat menilai teknologi robot yang ditampilkan peserta sudah cukup baik meski 
masih jauh dari teknologi yang berkembang di Jepang.
"Tim yang tampil di sini mungkin hanya sekadar peng-hobi robot, belum ada tim 
yang benar-benar didampingi dosen yang memperoleh doktor di bidang robot," 
katanya.
"Mudah-mudahan, teknologi robot yang ditampilkan pada kontes berikutnya akan 
semakin berkembang."(*)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke