http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/21/21392620/anjing.pengendus.kanker.juga.dikloning
Anjing Pengendus Kanker Juga Dikloning
Yuji Satoh
Foto yang dirilis Yuji Satoh dari Pusat Pelatihan Anjing Pengendus Kanker St.
Sugar menunjukkan Marine, seekor labrador retriever hitam yang mampu mengedus
kanker.
Rabu, 21 Mei 2008 | 21:39 WIB
TOKYO, RABU - Setelah anjing pelacak, para peneliti Korea Selatan juga akan
mengkloning anjing pengendus kanker untuk pertama kalinya di dunia. Kali ini
pesanan datang dari Pusat Pelatihan Anjing Pengendus Kanker St Sugar di Jepang.
Sel yang digunakan dalam kloning diambil dari seekor anjing jenis labrador
retriever berwarna hitam bernama Marine milik Yuji Satoh, kepala pelatih di St
Sugar. Anjing betina berusia 6,5 tahun tersebut memiliki bakat mengendus kanker
pada tubuh pasien, namun tak dapat menghasilkan keturunan karena rahimnya
diangkat karena penyakit.
"Kami sedang membuat kloning Marine. Ia dikenal sebagai pengendus kanker
terbaik di dunia. Dengan membuat kloningnya, kami ingin mempromosikan
penelitian mengenai anjing pengendus kanker," ujar Satoh. proses kloning
dilakukan para peneliti dari Universitas Nasional Seoul (SNU) melalui
perusahaan bioteknologi RNl Bio.
Mereka menggunakan sel dari kulit Marine untuk membuat kloningnya. Fetus hasil
kloning Marine telah ditanamkan ke dalam rahim anjing sejak sebulan
lalu.
"Kami sedang menantikan hasilnya akhir bulan ini," ujar Jeong-Chan, Presiden
RNL Bio. Para peneliti menyiapkan dua anjing kloning dan akan melatihnya di St
Sugar. Salah satu akan dikirim kembali ke Korea Selatan untuk penelitian
sedangkan lainnya akan dipelihara Satoh.
Jika sukses, bukan tidak mungkin akan dibuat kloning anjing pengendus kanker
lebih banyak. Satoh berambisi untuk mengkloning Marine sebanyak mungkin untuk
dikirim ke berbagai belahan dunia untuk mendukung penelitian yang menguji
kemampuan anjing untuk mendeteksi kanker. Ia melihat peluang tersebut untuk
mendeteksi kanker paru-paru, payudara, prostat, dan kanker kulit, baik dalam
tahap awal hingga kritis.
Anjing ditengarai memiliki kemampuan membedakan bau sel yang sehat dengan
sel-sel yang rusak karena kanker. bau tersebut dapat diperoleh dari sampel bau
mulut atau urine seseorang.
Laboratorium SNU telah berpengalaman mengkloning berbagai jenis anjing sejak
sukses mengkloning anjing untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 2005.
Anjing kloning pertama yang diberi nama Snuppy--kependekan dari SNU
puppy--merupakan jenis Afghan.
Tim yang sama juga berhasil mengkloning tujuh anjing pengendus narkoba dari
jenis golden retriever tahun lalu atas permintaan Dinas Bea dan Cukai Korea
Selatan. Saat ini, RNL Bio juga sedang memproses permintaan perempuan AS untuk
mengkloning anjing kesayangannya dari jensi pitbull..
WAH
Sumber : PHYSORG
[Non-text portions of this message have been removed]