http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/18/21444027/molekul.penting.ditemukan.di.atmosfer.venus
Molekul Penting Ditemukan di Atmosfer Venus
ESA/C. Carreau
Instrumen Visible and Infrared Thermal Imaging Spectrometer (VIRTIS) yang
dibawa Venus Express mendeteksi molekul-molkeul hidroksil di atmosfer Planet
Venus.
Artikel Terkait:
* Kabut Misterius Muncul di Venus
Minggu, 18 Mei 2008 | 21:44 WIB
JAKARTA, MINGGU - Wahana milik Eropa, Venus Express, yang kini tengah mengorbit
Planet Venus, untuk pertama kalinya menemukan molekul penting di amosfernya.
Peralatan yang dibawa wahana tersebut mendeteksi molekul hidroksil, yang
merupakan ikatan satu atom hidrogen dan satu atom oksigen.
Molekul-moleul tersebut terdeteksi peralatan spektrometer yang dibawa Venus
Express bernama VIRTIS (Visible and Infrared Thermal Imaging Spectrometer) di
lapisan atas atmosfer pada ketinggian 100 kilometer. Ketebalan lapisan
hidroksil di atmosfer Planet Venus relatif tipis karena hanya 10 kilometer.
Hidroksil merupakan molekul penting yang mengatur kestabilan siklus atmosfer di
sejumlah planet karen sifatnya yang sangat reaktif. Di atmosfer Bumi,
molekul-molekul ini berperan penting untuk membersihkan polutan. Sementara di
Mars, molekul tersebut mempertahankan karbon dioksida agar tidak berubah
menjadi karbon monoksida. Hidroksil juga menyebabkan lapisan teratas permukaan
tanah di Mars steril sehingga organsime renik sulit hidup di sana.
Molekul-molekul reaktif seperti itu juga ditemukan pada komet. Namun, jenis dan
proses pembentukannya berbeda dengan hidroksil di atmosfer planet.
"Karena atmosfer Venus belum banyak dipelajari sebelum kedatangan Venus
Express, kami belum dapat mengatakan apa yang sebenarnya terjadi," ujar
Guiseppe Piccioni, peneliti utama VERTIS yang berasal dari Institut Astrofisika
dan Kosmis IASFC di Roma, Italia. Namun, temuan tersebut akan membantu para
peneliti menguak rahasia atmosfer Venus yang tebal dan mempelajari karakternya.
Ozon
Salah satunya untuk memprediksi kandungan ozon di atmosfer Venus. Selama ini,
kadar hidroksil di atmosfer Bumi terkait dengan kandungan ozon. Hal yang sama
mungkin terjadi di Venus sehingga para peneliti akan mengukur seberapa besar
kadar ozon di atmosfer Venus.
Data-data Venus Express menunjukkan kandungan hidroksil di atmosfer Venus terus
berubah. Selisihnya bisa mencapai 50 persen dari satu orbit ke orbit
berikutnya. Hal tersebut mungkin terkait perbedaan kadar ozon di atmosfernya.
"Ozon merupakan molekul penting di atmosfer, karena ia menyerap radiasi
ultraviolet Matahari," ujar Piccini. Kadar radiasi yang diserap merupakan kunci
utama untuk mengungkap proses pemanasan dan dinamika atmosfer. Di Bumi, hal
tersebut juga turut melindungi makhluk hidup dari radiasi ultraviolet.
Pioccini mengungkapkan penemuan hidroksil adalah bukti bahwa Venus lebih mirip
Bumi daripada perkiraan selama ini. Dalam laporan ilmiah yang dipublikasikan
jurnal Astronomy and Astrophysical Lettersedisi terbaru, Pioccini dan timnya
baru menganalisis bukti-bukti awal penemuan hidroksil dalam beberapa kali
orbit. Mereka akan melakukan analisisi lebih mendalam hingga 50 kali orbit atau
lebih.
WAH
Sumber : PHYSORG
[Non-text portions of this message have been removed]