Jamu yang diproduksi harus benar-benar jamu yang dibuat dari 100% bahan-bahan
alami, bukan "jamu" dari bahan kimia berbahaya yang bisa meracuni masyarakat.
Masyarakat harus dilindungi badannya dari teracuni bahan-bahan kimia berbahaya.
Jika masyarakat teracuni dari bahan-bahan berbahaya, dalam jangka
menengah-panjang negara akan dirugikan, akibat menurunnya produktifitas kerja
nasional, membengkaknya biaya kesehatan, kehilangan bibit-bibit sumber daya
manusia unggul akibat orang tuanya mengkonsumsi bahan-bahan berbahaya, dlsb.
----------------
http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/23/17142168/kebangkitan.jamu.indonesia.dicanangkan
Kebangkitan Jamu Indonesia Dicanangkan
JAKARTA, JUMAT - Bersamaan dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional, tahun 2008
ini menjadi Tahun Kebangkitan Jamu Indonesia. Demikian disampaikan deputi Menko
Perekonomian, Bayu Krisnamurti dan ketua Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Charles
Saerang pada siaran pers di Kantor Menko Perekonomian, Jumat (23/5).
Disampaikan pula oleh Bayu, ada beberapa hal yang menandai tahun 2008 ini
menjadi tahun kebangkitan, antara lain telah terlaksananya Pencanangan Jamu
"Brand" Indonesia pada 4 Maret 2008 oleh berbagai pihak, baik dari pelaku
usaha, pemerintah, budayawan, sejarawan, media, peneliti, dan akademisi yang
diprakarsai dan difasilitasi Kemenko Perekonomian.
Pencanangan tersebut menandai langkah penting yang menegaskan jamu sebagai
warisan budaya Indonesia, "brand" milik bangsa Indonesia dan dikembangkan
sebagai produk dengan identitas Indonesia. "Ini juga merupakan salah satu
kontribusi anak bangsa yang bergerak di bidang jamu," katanya.
Di dalam beberapa bidang, jamu pun sudah mulai dipandang sebagai konsentrasi
khusus. "Di bidang pendidikan, sudah dikembangkan program pendidikan D3
Herbal/Jamu di Fakultas Farmasi UGM dan Unair. Rencananya akan dibuka juga
program pendidikan pascasarjana obat tradisional di UI," kata Bayu.
Pada tahun 2008 juga ditandai dengan kerja sama antara IPB, UGM, Unair dan UI
dengan Beijing University of Chinese Medicine dalam bidang pendidikan, yang
menandai suatu proses awal dimana akan lahir sumber daya manusia akademis dan
ilmuwan bidang jamu. "Harapannya, jamu ini nanti bisa diakui sebagai warisan
dunia dari Unesco, seperti batik, keris dan gamelan," kata Bayu. (M9-08)
[Non-text portions of this message have been removed]