*FRONT PEMBEBASAN NASIONAL*

*Sekber : Jl.Pori Raya No 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur*

*Telp/Fax : 021 4757881, Email :
[EMAIL PROTECTED]<http://us.mc562.mail.yahoo.com/mc/[EMAIL PROTECTED]>


*GAGALKAN KENAIKAN BBM!*

*SUBSIDI BAGI RAKYAT ADALAH KEWAJIBAN NEGARA!*

Sudah 9 hari pemerintahan SBY-JK menaikkan harga Bahan Bakar minyak dan
sudah ratusan ribu rakyat Indonesia turun ke jalan untuk menolak kebijakan
tersebut, ternyata hingga hari ini pemerintahan ini masih juga kepala batu
dan tidak tahu malu! Pemerintahan  SBY-JK ini semakin berani menunjukkan
watak aslinya sebagai pelayan kepentingan modal, penderitaaan rakyat hanya
dianggap oleh mereka sebagai bunga-bunga dalam demokrasinya, bahkan senyum
mereka semakin lebar melihat penderitaan rakyat saat ini.



Menteri-menteri SBY-JK juga semakin percaya diri dalam melakukan penipuan,
 harga-harga yang melambung tinggi sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM,
dengan cukup percaya diri mereka katakan cuma naik 1-5%, padahal
ongkos-ongkos angkutan umum saja sudah naik minimal 20%, begitu juga dengan
harga-harga sembako. Uang Rp 100.000/bulan yang mereka bagikan melalui
program Bantuan Langsung Tunai (BLT), dengan bangga mereka kampanyekan
sebagai bentuk kebaikan pemerintahannya terhadap kemiskinan yang melanda
rakyat, padahal faktanya uang Rp 100.000 hanya mampu menutupi kenaikan
ongkos angkutan untuk satu orang, padahal dana tersebut adalah jatah satu
keluarga. Sungguh tidak berprikemanusiaan prilaku mereka, rakyat yang
semakin miskin akibat kebijakan mereka, masih juga dieksploitasi demi
menyelamatkan citra politik mereka.

*Kenaikan harga BBM sebagai tambahan bukti ketertundukan Elit Politik
Indonesia pada Kaum Modal*

Momen kenaikan harga minyak dunia – akibat permainan para mafia minyak dunia
yang didukung oleh mekanisme pasar bebas - dipergunakan oleh rejim SBY-JK
untuk menaikkan harga minyak dalam negeri, tapi sebenarnya kalaupun harga
minyak dunia tidak setinggi saat ini, harga minyak dalam negeri akan tetap
naik, sebab rejim SBY-JK adalah pemerintahan yang *ANTI SUBSIDI*, penyembah
pasar bebas, antek kaum modal!

Dasar kebijakan minyak nasional saat ini adalah didasarkan pada UU Migas no
22 tahun 2001, UU yang ditetapkan pada masa pemerintahan Megawati ini lah
yang menceburkan pengolahan pertambangan minyak (sektor hulu) dan
perdagangan minyak (sektor hilir) kekubangan pasar bebas, dan yang
memandatkan pencabutan seluruh subsidi yang selama ini diberikan, sehingga
suatu saat tertentu harga minyak dalam negeri akan sama dengan harga minyak
dipasar Internasional. Untuk mencapai harga minyak Internasional tersebutlah
SBY-JK pada tanggal 30 September 2005 mengeluarkan Peraturan Presiden no 55
tahun 2005.

Pada jaman Pemerintahan Megawati-Hamzah Haz dan Partai-Partai Politik hasil
pemilu 1999 disahkan UU Migas No 22 tahun 2001 yang merupakan pelaksanaan
kebijakan pengolahan sumber daya energi versi Modal Internasional (baca:Bank
Dunia) bahkan draft UU Migas tersebut dipersiapakan oleh USAID, dan Bank
Dunia menyediakan dana utang demi memuluskan proses liberalisasi minyak dan
gas diIndonesia. Hasil nyata dari proses liberalisasi itu adalah, pertamina
hanya memiliki 10% ladang minyak yang ada saat ini dan lebih dari 80% nya
dimiliki oleh perusahaan minyak internasional. Indonesia menjadi importir
minyak karena perjanjian pembagian hasil minyaknya dengan perusahaan minyak
internasional tersebut sangat merugikan pemerintah (paling tinggi 85% jatah
minyak pemerintah, bahkan untuk blok Blok Natuna D Alpha 100% hasilnya
dimiliki oleh Exxon mobil) dan biaya *cost recovery* yang ditanggung
pemerintah bisa mencapai 50%. Hasil lainnya dari perjalanan liberalisasi
minyak saat ini adalah menjamurnya SPBU perusahaan minyak internasional,
seperti Shell, Petronas, British Petrolium, dll, sumber daya alam dan rakyat
Indonesia telah dikuasai, dikuras dan dihisap demi keuntungan kaum modal
tersebut. Sudah jelaslah bahwa keberadaan Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia
(ADB), IMF, dan juga WTO hanyalah untuk melancarkan kepentingan kaum modal
Internasional dalam menguasai sumber daya alam dan sumber daya manusia
diseluruh dunia, keberadaan mereka sama sekali tidak berguna bagi rakyat
Indonesia dan rakyat mayoritas didunia, sudah selayaknya kita usir
lembaga-lembaga itu dari Indonesia!

Sudah banyak fakta dan data yang telah dikeluarkan dalam menyangkal
argumentasi Rejim SBY-JK tentang keharusan menaikkan harga BBM, tetapi
ternyata mereka masih tetap teguh dengan sikap pro modalnya, bahkan
aksi-aksi penolakan kenaikan BBM yang dilakukan oleh buruh, petani, nelayan,
mahasiswa dan rakyat miskin lainnya saat ini dihadapi dengan tindakan
represif oleh polisi, misalnya kasus penyerangan polisi hingga ke kampus
UNAS Jakarta, UNHAS Makassar, dan Universitas Islam Negeri  Alauddin
Makassar, Pemukulan dan penangkapan terhadap massa aksi di Yogjakarta,
Ternate, Bima, Malang, Surabaya, Palu, Balikpapan, Jakarta dll. Semua
tindakan-tindakan represif tersebut adalah pilihan yang diambil oleh rejim
SBY-JK dalam menunjukkan kesetiaannya pada kaum modal dan seluruh
kepentingannya.

*Penumpang liar dalam perjuangan penolakan kenaikan BBM*

Ditengah-tengah perjuangan penolakan kenaikan harga BBM saat ini, dengan
vulgar dan tidak tahu malu beberapa orang elit politik mencoba memanfaatkan
penderitaan yang dirasakan oleh rakyat mayoritas. *Kampanye Wiranto, Rizal
Ramli, Megawati, dan lain-lain dalam menolak kenaikan harga BBM, sungguh
bukan suatu tindakan yang tulus,* sebab mereka semua itu adalah Elit Politik
yang pada masa kekuasaannya juga terbukti berpihak pada kaum modal dan
bertindak yang sama seperti SBY-JK, mereka hanya ingin memanfaatkan
penderitaan rakyat hari ini demi popularitas politiknya. Saat ini
partai-partai politik parlemen juga mencoba melakukan manuver penolakan BBM
dengan berbagai cara, mulai dari akan menggunakan hak angket, interpelasi
dll, jelas ini sebuah tindakan yang tidak tahu malu, *sebab politik anggaran
yang anti subsidi telah mereka setujui dan tetapkan pada UU tentang APBN
maupun APBN-P tiap tahun*. Sungguh tindakan para elit politik dan
partai-partai politik tersebut sama biadab dan tidak manusiawinya, sama
dengan SBY-JK. * Tunduk pada kaum modal pasti tidak tunduk pada rakyat!*

*DENGAN DEMIKIAN FPN MENYATAKAN SIKAP :*

   1. Batalkan Kenaikan Harga BBM dan Turunkan Harga-Harga.
   2. Subsidi adalah Hak Rakyat dan Merupakan Kewajiban Negara
   3. Potong Gaji Pejabat dari Pejabat-Pejabat di Tingkat Nasional, hingga
   tingkat Kecamatan sebesar 50 %
   4. Usir Bank Dunia (World Bank), IMF, ADB dan para penganjur paham
   neoliberalisme dari Indonesia



*JALAN KELUAR RAKYAT INDONESIA :*

   1. Ambil Alih atau Nasionalisasi seluruh Industri Migas di Indonesia,
   juga Industri vital lainnya, dengan penyatuan mobilisasi rakyat dan di bawah
   kontrol rakyat.
   2. Stop rencana privatisasi terhadap 43 BUMN.
   3. Hapus Hutang Luar Negeri, dengan kekuatan penyatuan mobilisasi rakyat
   4. Singkirkan Kaum Modal, Elit dan Parpol Penipu Rakyat, Bangun Kekuatan
   Politik Pembebasan Rakyat



*SERUAN FRONT PEMBEBASAN NASIONAL Kepada RAKYAT INDONESIA*

   1. Galang Persatuan Perjuangan untuk Menolak Kenaikkan harga BBM
   2. Menyerukan pada rakyat untuk melakukan aksi-aksi perlawanan memblokir
   jalan-jalan utama, memogokan pabrik-pabrik, memogokan angkutan-angkutan umum
   dan menduduki pusat-pusat kekuasaan agar kita dapat  menggagalkan kenaikan
   harga BBM
   3. Menyerukan kepada rakyat, khususnya pekerja transportasi dan kaum
   buruh untuk menyiapkan pemogokan nasional karena kenaikan tarif bukanlah
   solusi bagi pekerja transportasi
   4. Membuka Posko-Posko Penolakan Kenaikan BBM di kampung-kampung, Di
   pabrik-pabrik dan di kampus.
   5. Menyerukan kepada rakyat untuk Menyingkirkan/mem-PHK SBY-JK dan Elit
   Politik Lainnya, dan bersama-sama membangun Persatuan dan Perjuangan bersama
   Organisasi Gerakan Rakyat sebagai cikal bakal Pemerintahan Rakyat.
   6. Mari bersatu untuk mengalahkan kekuasaan kaum modal dan para
   antek-anteknya



*Jakarta 1 juni 2008*



*DAFTAR ORGANISASI ANGGOTA FRONT PEMBEBASAN NASIONAL (FPN)*
ALIANSI BURUH MENGUGAT, SERIKAT MAHASISWA INDONESIA, PERHIMPUNAN RAKYAT
PEKERJA, PERSATUAN POLITIK RAKYAT MISKIN, WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA,
FBTN, PEREMPUAN MAHARDIKA, KPA, SERIKAT PENGAMEN INDONESIA, IGJ, LBH
JAKARTA, JGM, KORBAN, ARM, PRAXIS, IKOHI, FKML, KPSNI, GMNI UKI, SPRP, KBRD,
BEM UNINDRA,  JK-LPK, KONTRAS, VHR, ELSAM, JKB, PBHI, LPBH FAS, SPEED,
SIEKAP, SP-PLN, SP-ANGKASA PURA, SP-PJB, SP3, PERGERAKAN, RUMAH KIRI,
KALYANAMITRA, FAK.SASTRA UKI,KOMUNITAS MAHASISWA UNTAG JKT, BEM UNIAT JKT,
BURUH PUTRI INDONESIA, SOLIDARITAS PEREMPUAN, SEPETAK,  KAPCI, SNT JKT, APK
JKT, SPKAJ

-- 
*FRONT PEMBEBASAN NASIONAL (FPN)*
Email: [EMAIL PROTECTED]
Sekber: Jl. Pori Raya No. 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Tlp/Fax: 021-4757881


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke