mulutmu harimaumu..
jika ternyata berita ini benar, bagaimana ya? koq bs orang yg
berpendidikan (katanya) memprovokasi dg kata-kata spt ini, saya kira
orang-orang spt ini skolahnya di luar kelas atau di bawah pohon bambu
hehe..

mulut manis tdk akan berakhir jontor atau diopname di RS :)
kata Tukul, "ta sobek-sobek mulutmu!"
hehe..


Korlap AKK-BB: Dasar Binatang-binatang!           
Senin, 02 Juni 2008

Kesal "diserbu", Saidiman, seorang Koordinator Lapangan (Korlap) aksi
AKK-BB sebut elemen Islam sebagai "Islam anjing!"

Hidayatullah.com-- Korlap aksi Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan
Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Saidiman, cuma bisa mengumpat
kesal. Pasalnya, Apel Akbar pembelaan terhadap Ahmadiyah yang
dirancangnya sejak tengah bulan Mei lalu diobarak-abrik massa yang
diduga dari Front Pembela Islam tepat di bawah tugu Monas, Ahad,
(1/6), kemarin.

Rencana Saidiman berantakan, 15 orangnya luka-luka dan dilarikan ke
rumah sakit. Sekitar seratusan massa Ahmadiyah yang sengaja
didatangkan dari Cirebon dengan dua Bus AC antar provinsi pun terpaksa
balik kanan. Sedang puluhan sisanya, yang terdiri dari aktivis dan
seniman liberal, seperti Wahid Institute, ICRP, JAI, dsb, mengungsi di
Galeri Nasional, di seberang Stasiun Gambir, sekitar setengah kilo
meter dari lokasi bentrok.

Entah karena kesal atau sengaja, ia mengeluarkan kata-kata tidak
pantas yang bisa memancing emosi umat Islam.

"Dasar binatang-binatang. Islam anjing, orang Islam anjing," ketus
aktivis Komunitas Utan Kayu ini kesal.

Namun sejak mengetahui dirinya berasa disamping wartawan
hidayatullah.com, Saidiman buru-buru pergi dan masuk ke mobil bersama
teman-temannya menuju Polda Metro Jaya, untuk melaporkan insiden yang
dialaminya.

Sementara di tempat evakuasi, nampak juru bicara JAI, Mubarik Ahmad,
bersama rekan-rekannya tampak sibuk mengulas bentrokan yang baru saja
terjadi. Sesekali, cercaan keluar dari mulut mereka.

Kepada hidayatullah.com, Mubarik mengatakan, sebenarnya dia sudah
memperkirakan akan terjadinya insiden tersebut. Tapi dia mengaku
enggan untuk membatalakan rencana aksinya. "Sudah terlanjur. Nggak
mungkin mundur dong," ucap pria berbadan besar penuh berewok ini.   

Saat insiden terjadi, Mubarik baru saja memarkir sepeda motor trail
warna kuning merek Hyosung B 6438 IB miliknya di bahu jalan, seberang
digelarnya aksi AKKBB.

Melihat massa yang diduga FPI yang datang tiba-tiba dari arah pintu
barat Monas, dia hanya tertegun. Kamera yang terkalung di lehernya
tidak dijepret barang sekali pun. Sementara massa AKK-BB berhamburan,
sebagiannya jadi bulan-bulanan FPI.

Salah seorang dari massa AKK-BB menyalamatkan diri ala aktor film
laga, dengan melompat bergelantung di jendela mobil patroli polisi
yang melaju untuk membubarkan bentrokan. Sementara massa FPI tetap
mencecar dan menombak-nombak pria tadi dengan bambu.      

Di seberang, Mubarik masih tertegun. Kemudian kembali ke sepeda
motornya untuk meninggalkan lokasi. Ketika hidayatullah.com menghapiri
dan menanyakan hendak kemana dirinya, Mubarik hanya melengos. Sepeda
motornya dipacu.

Usai bentrokan, massa Laskar Pembela Islam (LPI) dan FPI yang
berjumlah 300-an orang berbaris rapih mendengar orasi seraya
meneriakkan takbir dan tahlil. Di lapis kedua, berbaris 200 orang
anggota Gerakan Islam Reformasi (Garis) dari Cianjur,  selanjutnya
disusul belasan orang dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).   
Menjelang bubar, Munarman, Ketua Tim Advokasi FUI sekaligus jubir FPI
memberikan orasi penutup. Kepada Intelkam Mabes Porli, Sunaryo,
Munarman mengingatkan, setelah peristiwa ini, kalangan liberal akan
segera membuat wacana baru untuk menyudutkan FUI, FPI, MMI dan lainnya
di media massa. [Surya/cha/www.hidayatullah.com]

Kirim email ke