Bakorpakem: Polisi Harus Menindak Pelaku 

Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat 
(Bakorpakem) menyesalkan aksi kekerasan oleh Laskar Pembela Islam 
(LPI) kepada Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan 
Berkeyakinan (AKKBB).

''Kami minta aparat (kepolisian) mengusut sekaligus menindak pelaku 
kekerasan,'' kata Wakil Ketua Bakorpakem Wisnu Subroto saat dihubungi 
koran ini kemarin (1/6).

Menurut Wisnu, aksi kekerasan tersebut tidak dapat diterima akal 
sehat. Saat pemerintah sedang mendinginkan suasana pasca keluarnya 
rekomendasi tentang Ahmadiyah, LPI justru memicu kekerasan. 

''Ini jelas kontraproduktif,'' jelas Wisnu, yang juga Jaksa Agung 
Muda (JAM) Intelijen. LPI, lanjut Wisnu, seharusnya tetap membuka 
ruang dialog dengan kelompok yang tidak setuju pembubaran 
Ahmadiyah. ''Berbeda boleh, tetapi jangan sampai anarkis.''

Wisnu menjelaskan, dengan aksi kekerasan, SKB (surat keputusan 
bersama) tiga menteri terkait peringatan Ahmadiyah bisa ditunda 
hingga batas waktu tidak ditentukan.

Wisnu sendiri menolak apabila rekomendasi tentang Ahmadiyah menjadi 
pemicu aksi kekerasan tersebut. Sebaliknya, lanjut Wisnu, rekomendasi 
Bakorpakem malah memperjelas kasus Ahmadiyah. ''Sebelum ada 
rekomendasi kan sudah ada bakar-bakaran tempat ibadah. Kami justru 
membuat peta kasus tersebut menjadi sistematis untuk disikapi,'' 
jelas mantan kepala Kejati (Kajati) Sumatera Utara itu.

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) geram atas tindakan 
pemukulan yang dilakukan FPI. Dia menuntut pemerintah bersikap tegas 
dan segera membubarkan organisasi tersebut. 

''Para pelakunya harus ditangkap, termasuk juga Habib Rizieq,'' tegas 
Gus Dur di Kantor PB NU, Jl Kramat Raya, Jakarta, kemarin. 

Menurut dia, perilaku para anggota FPI itu sudah tidak bisa 
ditoleransi lagi karena terus merusak tatanan demokrasi di negeri 
ini. ''Perilaku mereka telah merusak Pancasila,'' kata Gus Dur, 
gusar. 

Dia mengatakan, saat peringatan hari lahir Pancasila yang tepat jatuh 
kemarin, justru FPI melakukan perilaku yang jelas melawan ajaran-
ajaran Pancasila.(agm/rdl/dyn/mk)



Kirim email ke