http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/Laskar_fpi_munarman08060\
2
<http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/Laskar_fpi_munarman0806\
02>  Laskar FPI Umumkan Perang Melawan Ahmadiyah
Laporan Aboeprijadi Santoso dari Jakarta

02-06-2008
  Laporan Aboeprijadi Santoso mengenai Laksar FPI melawan Ahmadiyah 
<http://download.omroep.nl/rnw/smac/cms/laporan_tossi_laskar_islam_munar\
man_20080602_44_1kHz.mp3>


Panglima apa yang disebut "Komando Laskar Islam" Munarman SH menyatakan
Insiden Monas 1 Juni hanya sebuah peringatan dan pemanasan. "Kami siap
menjalankan perang!" katanya. Sementara itu AKKBB, yaitu Aliansi
Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, yang diserang
ratusan anggota Laskar Islam tsb, dalam jumpa pers di Institut Wahid
mengumumkan akan melanjutkan dengan aksi yang lebih besar 14 Juni
mendatang. Kemarahan kaum muslim radikal menjadi symptom baru yang
mengusik demokrasi Indonesia, namun Goenawan Mohamad yang aktif dalam
AKKBB menyatakan optimis, republik ini "tak terancam oleh gerombolannya
Munarman," katanya.

  [munarman.bigjpg.jpg]           Munarman (foto (c) Aboeprijadi
Santoso)Munarman SH, mantan Direktur YLBHI Yayasan lembaga Hukum
Indonesia YLBHI, menganggap aksi laskarnya hanya membalas kelompok
Ahmadiyah yang dibela AKKBB. Dia mengelak bahwa laskarnya melakukan
serangan sebelum AKKBB memulai aksi damai.

Kontak fisik
Munarman: Jadi ini kan provokasi ini sebenarnya sudah dilakukan sejak
seminggu yang lalu, oleh pihak Ahmadiyah ya. Jadi aksi yang kemarin itu
merupakan aksi pendukung Ahmadiyah, mereka mencaci maki Laskar Islam.
Jadi kita kemarin itu menghadiri undangan dari pihak  AKKBB, itu ada
dimuat di Kompas, di koran Tempo. Itu undangan terbuka sifatnya, setelah
mendengar AKKBB itu melakukan aksi. Yang menghina kita, yang menyatakan
bahwa laskar ini laskar kafir, sehingga ketika dalam jarak yang sangat
dekat, kontak fisik itu terjadi.

AKKBB ini demonstrasi pro-Ahmadiyah. Mereka menuduh kita ini anti
Pancasila, anti kebersamaan, ingin mengubah, padahal mereka ke mana
suaranya. Seharusnya polisi segera membubarkan Ahmadiyah menangkap Ahmad
Mubarik karena dia yang mendisain acara kemarin, supaya terjadi kontak
fisik.

Informasi yang dikeluarkan oleh Asfinawati, oleh AKKBB, oleh Hendardi,
oleh siapa pun juga. LSM-LSM pendukung Ahmadiyah yang tergabung dalam
AKKBB, itu pekerjaan saya dulu. Saya tahu persis bagaimana memanipulasi
media massa. Saya sudah tobat menggunakan itu. Mereka yang meminta kita
dengan serbuan verbal. Minta diserbu. Nggak ada FPI, Komandan Laskar
Islam.

Membela Syariat Islam
Di balik itu, Munarman mengakui, itulah ijtihadnya, yaitu mengawali
perang demi membela Syariat Islam.

Munarman: Iya dengan segala cara kita akan lakukan. Siapa pun juga yang
menghalang-halangi tegaknya syariat Islam. Bahwa kemarin itu baru
permulaan, iya! Saya sedang menyiapakan perang jangka panjang. Fisik
maupun mental, maupun pikiran semua level, semua fron kita sedang
siapkan. Saya tahu soalnya data-datanya ya.

Siapa itu Goenawan Mohamad terima dana dari Yahudi. Iya saya punya, saya
katakan itu belum seberapa. Akan ada yang lebih keras kalau tidak ada
tindakan apa pun terhadap Ahmadiyah.

Membela hak hidup = membela hak konstitusi
Goenawan Mohamad yang bersama Gus Dur dan banyak tokoh nasional lainnya
meminta agar FPI (Front Pembela Islam) yaitu bendera yang digunakan
Komando Laskar Islam tadi, mengingatkan bahwa membela hak hidup
Ahmadiyah sama dengan membela konstitusi negara.

Goenawan Mohamad [GM]: Ya, kami sudah memperkirakan karena itu kami
memberitahu polisi. Masalahnya apakah kami akan menggunakan kekerasan
juga itu, soal lain. Kami tahu bahwa akan ada teror. Kalau waktu itu
kami adakan perkelahian, itu kan bukan hal yang cocok untuk aksi damai.

Radio Nederland [RN]: Munarman merumuskan insiden kemarin sebagi suatu
peringatan kepada gerakan yang membela Ahmadiyah.

GM: Saya kira dia tidak tahu apa yang dia katakan. Membela hak Ahmadiyah
untuk hidup adalah bagian dari amanat konstitusi dan Pancasila. Kalau
dia memisahkan perjuangan membela Ahmadiyah dengan perjuangan menegakkan
Pancasila, dia salah. Tidak berarti bahwa kita hanya memperjuangkan hak
Ahmadiyah. Kami memperjuangan hak Hisbut Tahrir untuk hidup di sini.

Dia kan di negeri lain juga dilarang. Tapi di Indonesia dibiarkan karena
kami menganggap dia punya hak hidup. Tapi dia punya hak hidup, menikmati
hak hidup itu dari perjuangan reformasi, dia menghilangkan hak hidup
orang lain. Itu tidak bisa dibiarkan.

Ujian fisik baru
RN: Munarman misalnya mengumumkan ini baru peringatan. Artinya yang
berikut adalah perang. Jadi ke mana kita ini?

GM: Ya, kalau dia mengancam perang fisik, memangnya orang lain tidak
punya kekuatan fisik? Memangnya hanya Hisbut Tahrir punya pasukan dua
ratus ribu? Aliansi ini bisa mengerahkan banyak ribu orang. Kami tidak
menggunakan itu karena kami ingin menegakkan hukum. Tapi kalau diserang
dan mengajak perang, masa kita harus memberikan pipi kiri kami. Terasa
sekali bahwa aparat hukum tidak berdaya. Kalau aparat hukum tidak bisa
menjaga keamanan, masyarakat sendiri harus menjaga keamanannya. Dan
nanti masing-masing orang mempersenjatai diri.

Walhasil republik ini kini menatap ujian fisik baru, benturan yang makin
nyata saja antara semangat kebangsaan yang majemuk, dan minoritas
radikal Islam



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke