Wah, wah, wah............
ini adalah solusi yang pernah dilakukan kaum Muslimin 14 - 1 abad yang silam,
lantas di mana diletakkan al-ahlaq dari kaum beriman?
Para ahli fiqih dan syari'ah kan tahu bahwa adalah terlarang memaksakan
kehendak kepada siapapun (termasuk sesama Muslim), terlarang mempergunakan
kekerasan apapun apabila kaum Muslimin tidak diusir dari negerinya, tidak
dibunuhi ataupun tidak diserang dan dirampok harta bendanya serta tidak
dilarang melaksanakan Al-Dinu al-Islam.
Penyelesaian problematika di kalangan kaum Muslimin harus dilakukan di atas
kerangka kerja musyawaroh dan mufakat. Demikian pula penyelesain problematika
diantara kaum Muslimin dengan kaum bukan Muslimin juga harus dilakukan melalui
musyawaroh dan mufakat.
Secara ilahiyah seluruh alam semesta seisinya ini ber-Islam (tunduk patuh)
kepada Yang Maha Pencipta alam semesta, baik sukarela maupun terpaksa. Dan
manusia adalah merupakan hasil ciptaan di dalam blue print proses penciptaan
alam semesta ("Fayakuun") dengan tujuan dapat menjadi Wakil Allah swt di Bumi.
Untuk itu manusia harus meningkatkan ahlaq gen programming (ahlaq biologis) ke
tingkat ahlaq Wakil Allah swt di Bumi (al-ahlaqu al-karimah), yaitu suatu ahlaq
yang menerangi pendayagunaan, pemeliharaan dan pengembangan kehidupan di Bumi
melalui sarana pengembangan pemikiran ilmiah yang menjadi keistimewaan manusia
dibanding mahluk lainnya. Bukan ahlaq yang menganjurkan saling berbunuhan dan
bepukul-pukulan dan berebutan rizki di Bumi.
Wassalam,
----- Original Message -----
From: RM Danardono HADINOTO
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 03, 2008 5:02 AM
Subject: [ppiindia] Ansor Siap Bubarkan FPI
02/06/08 18:43
Ansor Siap Bubarkan FPI
Jakarta (ANTARA News) - Gerakan Pemuda Ansor, sayap pemuda Nahdlatul
Ulama (NU), siap membubarkan paksa Front Pembela Islam (FPI) jika
pemerintah enggan membubarkan organisasi pimpinan Habib Rizieq Shihab
itu.
"Kalau pemerintah tidak tegas maka GP Ansor bersama elemen lain akan
merencanakan langkah pembubaran paksa FPI," kata Sekjen GP Ansor
Abdul Malik Haramain di Jakarta, Senin.
Malik mengemukakan hal itu terkait aksi massa FPI yang menyerang dan
melukai anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan (AKKBB) yang tengah memperingati hari kelahiran
Pancasila, Minggu (1/6).
Di antara yang menjadi korban kekerasan tersebut adalah KH Maman
Imanulhaq Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka.
Menurut Malik, tindakan FPI tersebut merupakan bentuk arogansi
kelompok yang jelas-jelas melanggar konstitusi dan harus dilawan.
"Pelaku kekerasan, FPI, harus dibubarkan karena telah berperilaku
barbar di negara demokratis," tandasnya.
Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa), sayap pemuda Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB), menyatakan tindakan FPI tidak dapat
ditolerir lagi.
"Tindakan anarkis FPI mengancam kehidupan berbangsa di negeri ini,"
kata Sekjen DKN Garda Bangsa MN Purnamasidi.
Dikatakannya, banyak fakta yang menunjukkan FPI sering melakukan
pelanggaran hukum dan main hakim sendiri terhadap warga masyarakat
yang tidak sepaham dengan mereka. Artinya, FPI tidak bisa hidup
berdampingan dengan damai dengan warga masyarakat yang berbeda
pandangan.
Garda Bangsa menyatakan akan mencari sendiri pelaku penganiayaan
terhadap anggota AKKBB yang di dalamnya termasuk Kiai Maman yang juga
anggota Dewan Syura PKB jika polisi enggan menangkap mereka. (*)
COPYRIGHT © 2008
------------------------------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.24.4/1478 - Release Date: 2-6-2008 7:12
[Non-text portions of this message have been removed]