http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/04/09542295/mccain.langsung.serbu.obama
McCain Langsung 'Serbu' Obama
NEW ORLEANS, RABU  - Calon presiden AS dari Partai Republik, John McCain, 
menyambut Barack Obama sebagai lawannya dalam perebutan kursi di Gedung Putih.
Namun, dalam pidato hari Selasa (3/6) atau Rabu WIB, McCain mengecam Obama yang 
dituduhnya menolak mengucurkan dana untuk prajurit AS yang sedang berperang 
dengan gagah berani di Irak. 
"Orang Amerika harus peduli pada penilaian seorang kandidat yang mengatakan 
siap berunding secara pribadi dan tanpa syarat, dengan tiran di Havana hingga 
Pyongyang, namun belum pernah ke Irak untuk bertemu Jenderal (David) Petraeus 
dan melihat dengan mata kepala sendiri perkembangan yang akan dia batalkan," 
kata McCain begitu Obama mendapatkan nominasi partai.
Selama ini McCain menyebut Obama tidak punya pengalaman dan kebijaksanaan 
sebagai panglima perang. McCain juga menilai sikap Demokrat yang ingin menarik 
mundur pasukan dari Irak akan melemahkan AS. Senator Arizona itu juga mencemooh 
janji Obama yang akan mengubah negara dengan mengucapkan kata 'perubahan' tak 
kurang dari 33 kali. "Dia adalah pria mengesankan yang telah membuat kesan 
pertama yang hebat. Namun, ia belum mau menyerukan secara keras, menantang 
partainya, mengambil risiko dikritik pendukungnya, untuk membawa perubahan 
besar di Washington. Saya sudah," kata McCain.
Dalam sebuah pidato yang dimaksudkan untuk mengawali pertarungan menuju pemilu 
November itu, McCain juga membela diri atas tuduhan yang berkali-kali 
dilontarkan Obama bahwa ia ingin melanjutkan pemerintahan Bush. Obama menyebut 
pemerintahan McCain akan menjadi periode ketiga Bush dengan mendukung perang 
Irak dan melanjutkan kebijakan pemotongan pajak.
"Orang Amerika tidak kenal saya kemarin, seperti mereka juga baru kenal Senator 
Obama. Mereka tahu saya punya sejarah panjang untuk memecahkan masalah secara 
bipartisan. Mereka telah melihat saya menempatkan negara di atas kepentingan 
presiden, partai, kepentingan khusus, dan kepentingan pribadi saya," kata 
McCain.
McCain juga selalu mencoba menjauhkan diri dari Bush dengan berpidato di New 
Orleans, kota besar yang menjadi korban badai Katrina sekaligus simbol 
ketidakmampuan pemerintahan Presiden Bush. Enam pekan lalu, McCain berkampanye 
di New Orleans dan berjanji bencana seperti itu tidak akan pernah lagi 
ditangani dengan cara tidak layak.
Ia pun menggunakan isu pemanasan global untuk membalikkan tuduhan. Misalnya 
Obama mendukung kebijakan energi Bush yang disebutnya justru memberi banyak 
peluang bagi industri minyak. "Saya menentang itu karena saya tahu kita tidak 
akan mendapat kemandirian energi dengan cara mengulangi kesalahan yang lalu. 
Ini bukan peluang yang biasa kita yakini," kata McCain.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke