Di milis, banyak beredar email bohong yang konon ditulis oleh Nong Darol
Mahmada, peserta apel yang diadakan AKKBB di Monas kemaren. Di milis Jurnal
Perempuan, Sdr. Nong menulis jawaban berikut ini.
Kaum Islam fundamentalis memang sering memakai cara-cara "machiavelis" dengan
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka. Termasuk membuat surat
bohong.
AB
*****************
Mas Muhkito,
Saya tidak pernah menulis email seperti ini. email ini jelas-jelas bohong dan
fitnah karena banyak yang tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan. Menurut saya
email ini bertujuan memecah belah perjuangan dan gerakan yang sudah kita bangun
bersama2. saya pun sudah tidak memakai alamat email isai sudah lama sekali. ini
membuktikan bahwa yang menulis email ini tidak up date tentang saya lagi
dan benar-benar ngawur.
pasca peristiwa tragedi monas, saya tidak sempat menulis dan membaca email
bahkan membuka internet karena kesibukan mengurus korban dan rapat yang terus
menerus, baik rapat AKKBB maupun rapat di kantor. saya baru mau merencanakan
menulis tentang tragedi itu versi saya setelah waktunya agak longgar. dan
sampai sekarang saya belum menemukannya.
malam ini saya disms senior saya di metro tv, mas muzakkir, kalau ada email
atas nama saya yang tersebar dimilis2 tentang aksi minggu kemarin. meski saya
cape karena udah jam 1 dini hari, saya paksakan untuk membuka email dan
ternyata betul adanya. ada-ada aja orang bikin seperti ini. banyak yang ngawur
datanya, misalnya data elementer ini: ngga mungkinlah rizal mallarangeng bisa
satu pertemuan dengan denny JA, ngawur itu hehehe..
salam,
nong
Email bohong itu adalah berikut ini:
JIL Berada Dibalik Skenario Bentrok Monas, SBY pun Tahu
!!!
Pengakuan Seorang Aktivis JIL
Mengungkap Dibalik Kejadian Sebenarnya Kekerasan di Monas
Artikel panjang ini saya peroleh dari salah satu milis yang disebarkan oleh
Kang Robi Sugara yang beralamat email di [EMAIL PROTECTED] Karena menarik dan
memberikan penjelasan mengenai bentrok Monas beberapa waktu lalu, maka saya
berinisiatif untuk mempostingnya di sini. Bagi yang mau mengambil artikel ini
silakan..!!!!
Berikut ini tulisan dari seseorang bernama Nong Darol Mahmada
!!!
Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, nama Saya
adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal
dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada kawan-kawan
sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian sebenarnya dibalik kejadian
yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.
Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang telah di
skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM yang sedang marak
ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan
(AKK BB) hanya dijadikan kedok saja untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak
dibubarkan.
Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL Goenawan
Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, Nasaruddin Umar
melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Hal ini
mereka bisa akses langsung kedalam berkat orang dalam yaitu Andi Malarangeng
yang notabene kakak kandung dari Rizal Mallarangeng.
Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai
aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY selaku presiden dan
kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan isu yang sedang berkembang
di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas
memberikan usul bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti
dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu
pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan
keras dari FPI.Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan
Mohammad, Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan
Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana membuat
skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan perusakan yang
membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu setelah melakukan
diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu akhirnya berhasil
membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan momentum kelahiran Pancasila
pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat semacam aksi simpatik (damai) dalam
kebebasan beragama dan berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana
para peserta yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut
datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa
FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan
pengerusakan.
Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi SBY
melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan Mohammad secara
terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut dan akan mentrasferkan
dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL,
termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan sedang
membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa kawan-kawan yang
diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan tugasnya seperti mengundang
kalangan pers media cetak dan media elektronik untuk hadir di acara tersebut.
Orang-orang Ahmadiyah pun bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk
menghadiri aksi damai besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS
membuat isu kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang
damai.
Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue tersebut,
tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang berlangsung dengan
membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk dan ratusan anggotanya
melakukan pemukulan kepada anggota aksi tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi
kekerasan tersebut. Hal ini yang diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi
tersebut adalah aksi yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan
memaksa membubarkan aksi tersebut.
Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui bahwa,
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu skenario
yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama ini
FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan simpati dari
masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan untuk
memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.
Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang membuat
saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama dengan kawan-kawan
JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap kawan-kawan setanah air dan
sebangsa mau menyebarkan email kekawan-kawan sekalian. Terima kasih.
_
[Non-text portions of this message have been removed]