Zaman kita ditandai oleh kekerasan, khususnya kekerasan terhadap manusia..
Dalam demokrasi Athena,
semua warga negaranya secara bergiliran memegang jabatan dalam pemerintahan
(dengan pengecualian tertentu).
Dalam sistem semacam itu,
tidak mengherankan bila jabatan pemerintahan sering berada dalam tangan orang
dungu,
yang sama sekali tidak mempunyai kemampuan di bidang itu.
Atau barangkali kita kekurangan loyalitas.
Inti loyalitas dalam hal ini,
yaitu menempatkan kepentingan bersama
(dalam organisasi, negara, dsb nya) di atas kepentingan pribadi.
Ah, bila engkau telah memahaminya .....
Tidak sedikit yang mengaku diri sebagai pendosa di bibir saja,
tetapi sebetulnya belum menghayati apa2 secara mendalam.
Bila berdoa demi pertobatan orang berdosa,
mereka secara spontan mengarahkannya bagi orang lain.
Ah, si comprehendis .....
Even Al Kindi wrote,
we should not be ashamed to acknowledge truth
and to assimilate it from whatever source it comes to us,
even if it is brought to us by former generations and foreign peoples.
And Al-Farabi once said,
there is one universal religion, but many forms of symbolic representation of
Ultimate Truth,
which may differ from land to land and from nation to nation.
There exists only one true God for the philosophical mind,
but He has different names in different religions.
Ah, bila engkau telah memahaminya ......
Ketika manusia yang berpijak pada akal,
pindah ke lantai dasar yaitu berfaham fanatisme,
saat itu mereka telah dikuasai egonya.
Manusia yang mengedepankan ego akan mengedepankan pula sikap individualisme
nya,
dan kaca mata yang benar itu berdasarkan penglihatanku, sudut pandangku,
sedangkan yang lainnya kalau tidak salah kaprah, ya berarti tersesat.....
Kasihan.....
__________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html
[Non-text portions of this message have been removed]