Pendapat Para Ilmuwan Non Muslim tentang 
BIBEL & AL-QUR'AN   Kitab Suci adalah landasan iman seseorang. Kalau seseorang 
berbicara tentang Kitab Sucinya, niscaya ia akan membenarkannya. Lain halnya 
dengan para ilmuwan non-muslim yang berbicara dalam buku ini. Secara 
objektif-ilmiah mereka mengetengahkan pendapatnya tentang Bibel dan Al-Qur'an.
   
  Kesimpulannya, silakan anda telaah sendiri dengan sikap arif dan terbuka 
sehingga kebenaranlah yang menjadi ikutan sedang kebatilan dan keraguan jauh 
terenyahkan. 
   
  Serial Kristologi Islami
  Judul:
Pendapat Para Ilmuwan Non Muslim tentang: BIBEL & AL-QUR'AN 
   
  Penyusun:
Drs. H. Wakhid Rosyid (Willibrordus Romanus Lasiman)
  Setting:
Drs. Heru Purnomo
  Penyunting:
Drs. Purwanto 
  Khathath:
Parman Fatahillah
  Cetakan Pertama:
Agustus 1997 
  Penerbit:
CV Pustaka Mantiq
Jl. Kapten Mulyadi 253 phone (0271) 53017
Solo 57118 
  Anggota IKAPI no. 032/JTE
Hak Terjemahan Dilindungi Undang-undang
All Rights Reserved 
   
  KATA PENGANTAR   Syukur Alhamdulillah, penulis dapat menemukan kebenaran di 
dalam mengembara mencari dan meneliti kebenaran ajaran agama dan kepercayaan. 
  Semula penulis beragama Katolik dengan nama baptis Willibrordus dan penguatan 
Romanus dengan nama asli dari orangtua Lasiman. Kemudian mendalami Al-Kitab di 
Kristen Baptis, mengikuti Kebatinan Pangestu (Ngesti Tunggil), dan senang di 
perdukunan. 
   
  Setelah semua itu penulis jalani dengan liku-­liku perjuangan dan 
pengalaman, maka dalam upaya menemukan kebaikan dan kebenaran iman yang 
beraneka ragam itu ternyata duka, derita, sengsara, dan bahagia bercampur-aduk. 
Saat berusia 25 tahun penulis memilih, memasti­kan, dan memutuskan 
Islam-lah agama yang benar, baik, dan diridhai Allah swt. Dipeluk oleh semua 
nabi dan semua wali di Tanah Jawa. 
   
  Sehingga, penulis masuk Islam pada tang­gal 15 April 1980 di Depag 
Yogyakarta. Selanjut­nya penulis menyusun buku yang berjudul "Pendapat para 
Ilmuwan Non Muslim terhadap Bibel dan Al-Qur'an" .................. 
  Ta'zhim Penyusun,
  
Drs. H. Wakhid Rosyid Lasiman
(Drs. H. Wilibrordus Romanus Lasiman) 
   
  PENDAHULUAN  Buku Serial Kristologi Islami yang penulis susun saat ini adalah 
"Pendapat Para Ilmuwan Nonmuslim terhadap Bibel dan AI Qur'an". 
   
  Penulis menyajikan buku ini adalah untuk melayani permintaan para santri dan 
teman-teman da'i yang ingin memperoleh infomasi tentang bagaimanakah pendapat 
para ilmuwan non­muslim terhadap Kitab Bibel dan Kitab Al-Qur'an. 
  Buku ini tersaji berdasarkan tinjauan ilmu Kristologi Islami dan beberapa 
penelitian dari berbagai buku yang bermutu tinggi baik bertaraf nasional maupun 
internasional. 
   
  Harapan penyusun, karya ini dapat dijadikan sarana berbagi pengetahuan untuk 
para pemba­ca mengenai pendapat para sarjana nonmuslim berdasarkan hasil 
penelitian, pengakuan, serta penalaran yang menggunakan akal budi dan 
keju­juran dalam meneliti Kitab Bibel dan Kitab Al-Qur'an. 
   
  Penyusun menuliskan buku sumber dan data-data seperlunya untuk membuktikan 
bahwa dari proses tulis-menulis Bibel, berdasarkan pe­ngakuan jujur dan 
tulus dari para sarjana nonmus­lim saja, telah terbukti bahwa Kitab Bibel 
tidak asli lagi isinya karena telah terjadi proses salah salin. Apalagi 
pendapat para sarjana muslim, pastilah akan lebih tegas lagi, walaupun di dalam 
Bibel masih tersisa beberapa kebenaran. 
   
  Rujukan dan data itu juga untuk membukti­kan bahwa para sarjana nonmuslim 
pun berpen­dapat bahwa Kitab Al-Qur'an adalah satu-satunya kebenaran yang 
tidak diragukan lagi bagi orang­-orang yang berakal sehat. Sehingga, banyak 
sar­jana nonmuslim yang kemudian masuk Islam setelah melalui proses 
penelitian, analisa, penga­kuan, dan kemudian kesaksian dengan bersaksi 
bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah (bersyahadat). 
   
  Maka, dengan buku Serial Kristologi Islami ini penulis mengingatkan kepada 
saudara­saudari seiman, jangan tinggalkan iman Islam de­ngan selalu 
berpegang pada Al-Qur'an dan As-­Sunnah sebagai pembimbing jalan dan 
praktek kehidupan guna mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akherat nanti. 
Dan, semoga saudara kita yang berlainan agama segera mendapatkan hidayah dari 
Allah swt. 
   
  Kepada berbagai pihak yang telah memban­tu, sehingga terwujudnya buku 
ini, kami sampai­kan terimakasih. Semoga Allah swt menerima a­mal 
ibadah kita sebagai jihad fi sabilillah. 
   
  Karena, setetes tinta bagi orang yang diberi ilmu oleh Allah serta yang 
membantu terwujud dan tersiarnya ilmu yang bermanfaat bagi dakwah adalah sama 
dengan turut serta berjihad fi sabi­lillah. 
   
  Kepada Para pembaca penulis sampaikan terirna kasih; semoga menjadi lebih 
paham tentang pengakuan para sarjana nonmuslim terha­dap kitab Bibel dan 
kitab suci Al-Qur'an; serta da­pat menyampaikan kepada keluarga dan handai 
taulan agar berbuah menjadi amal jariah. 
   
  Akhirnya, kritik, saran, dan tegur sapa dari Pembaca senantiasa penulis 
tunggu demi penyempurnaan tulisan berikutnya. 
   
  Penulis 
  PENDAPAT TOKOH-TOKOH NONMUSLIM TERHADAP KITAB BIBEL   1. Dr. Mr. D. N. Mulder 
dalam bukunya "Pem­bimbing ke dalam Perjanjian Lama", tahun 1963, pagina 12 
dan 13, berkata sebagai berikut: "Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, 
dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan 
waktunya dan oleh suasana di seki­tarnya dan oleh pembawaan pengarang itu 
sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada 
pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung 
dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Se­ring di dalam 
menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin." 
   
  2. Drs. M. E. Duyverman dalam bukunya "Pem­bimbing ke dalam Perjanjian 
Baru", tahun 1966, pagina 24 dan 25, berkata sebagai berikut: "Ada kalanya 
penyalin tersentuh pada kesa­lahan dalam naskah asli yang 
dipergunakan­nya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, pada­hal perbaikan 
itu sering mengakibatkan per­bedaan yang lebih besar dengan yang 
sung­guh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan 
penyelidikan dan pe­nyesuaian salinan-salinan; agaknya ter­dorong oleh 
perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang 
dipergu­nakan dengan resmi dalam Gereja." 
   
  3. Dr. B. J. Boland dalam bukunya "Het Johan­nes Evangelie", p. 9, 
berkata sebagai berikut: "Zijn ons de waarheden van het Evangelie van Jesus 
Christus in haar corspron-kelij­ken onvervalschen, zul veren vorm 
over­geleverd of zijn de door het intermediair van den Griek schen Geest, 
van de Griek sche reid, het laat stea an te nemen...dat de letter der 
Nieuw-Testament-ische boeken in de eerste eeuwen anzer jaar­telling 
gewichtig wijzungen moet hebben ondergaan." 
   
  Artinya: Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Je­sus Kristus diserahkan 
kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah 
dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang tera­khirlah 
yang diterima oleh orang jaman kini... bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian 
Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami 
perubahan besar. 
   
  4. Dr. A. Powel Davies dalam bukunya "The meaning of the Dead Sea Scrolls The 
New American Library" tahun 1961 , p. 106, berkata: "The first three, or 
Synoptic Gospels tell much the same story. There are discrepancies; but it is 
impossible to a considerable extent to reconcile them. John's Gospel, however, 
tells quit a different story from the other three. If John is right, then the 
other three are wrong; If the Synoptic are right, the John's gospel must surely 
be in error." 
   
  Artinya: Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, mem­bawakan cerita 
yang sama. Terdapat perten­tangan-pertentangan di dalamnya, sehingga 
tidaklah mungkin sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil 
Jo­hannes, menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil 
pertama itu. Bila Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu 
salah; bila ketiga Injil itu betul, maka Injil Johannes pasti salah. 
   
  5. Dr. G. C. Vari Niftrik dan Dr. B. J. Boland dalam bukunya "Dogmatika 
Masakini", cetak­an ketiga; tahun 1978, p. 322, berkata seba­gai 
berikut: "Kita tidak usah merasa malu bahwa terdapat pelbagai kekhilafan di 
dalam Al-Kitab; kekhi­lafan tentang angka-angka, 
perhitungan-­perhitungan tahun dan fakta-fakta. Dan tak perlu kita 
pertanggungjawabkan kekhilafan-­kekhilafan itu berdasarkan caranya isi 
Al-Ki­tab telah disampaikan kepada kita, sehingga dapat kita berkata: dalam 
naskah asli tentu­lah tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi 
kekhilafan-kekhilafan itu barulah ke­mudiannya terjadi di dalam 
turunan-turunan (salinan-salinan-pen) naskah itu." 
   
  6. Herman Bakels (1871-1954) dalam bukunya "Nij Ketters? Ya.. Om deere Gods", 
p. 119-120, lewat buku "Dialog antara Ahmadiyah dengan saksi-saksi Yehowa", p. 
83 dan 88 berkata sebagai berikut: "De andere ses Bijbels (Weda, Awesta, de 
boeken over Boedha, Tao-teking, Con­fusius boeken, Kor'an) ken ik niet 
ge­noeg...Van onzen Bijbel weet ik dit zeker. Ik heb hem dertig jaar lang 
van voren tot achteren doorploeterd. En ik zeg ronde­ment; ik kan in Europa 
geen boek dat meer stikvol dingen-die-niet-waar-zijn zit dan de Bijbel." 
   
  Artinya: Adapun enam buah kitab (Weda, Awesta, Kitab-kitab tentang Budha, 
Tao-teking, Kitab­-kitab Confusius, Al-Qur'an) tidak begitu saya kenal. 
Akan tetapi Bijbel kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya 
mengincah Bijbel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang 
saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat 
dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bijbel. 
   
  Dia juga berkata: 
   
  "Bijna alle koeken zijn er misleidend, nip­seudepigra fisch. D.W.Z. niet 
geschreven door de auteurs op wier namen zestaan, maar wel later geschreven." 
   
  Artinya: Hampir semua kitab-kitab dalam bibel itu menyesatkan, yakni memakai 
nama. palsu, yaitu tidak ditulis oleh pengarang-pengarang yang tercantum nama 
mereka di atasnya, melainkan ditulis jauh di belakang mereka. 
   
  7. Surat kabar di Ghana, yaitu Harian Times, 24 Juni 1964 yang dimuat oleh 
harian Mercusuar Yk. tertanggal 31-8-1968; Mr. RT. Payet, di dalam parlemen 
inggris tahun 1964 mengusulkan kepada Pemerintah Inggris dalam hal ini The 
British Home Secretary agar Injil dilarang beredar. Salah satu di antara 
sebabnya seperti yang ia katakan sebagai berikut: "I know of no book in history 
which could compare with the Bible as a source of bru­tality and sadistic 
conduct. 
   
  Artinya: Tidak ada di dalam sejarah satu buku yang merupakan sumber dari 
perbuatan-per­buatan yang brutal dan sadis selain Injil ini. (I. Sudibya 
Markus dalam buku "Dialog Islam­-Nasrani dan Usul Pelanggaran Injil di 
Inggris", terbitan Potrosari Ler. 28 Mgl.). 
   
  8. Prof. Herbert J. Muller dalam buku "The Uses of the Past, p. 168 lewat 
bukunya O. Hashem, "Marxiesme dan Agama", tahun 1965, Japi Surabaya, p. 45, 
berkata: "Scholars regard this text ( I Johannes 5:7) as a later interpolation 
however, since it does not appear in the best manuscripts." 
   
  Artinya: .
   
  Para sarjana menganggap bahwa naskah ini ( I Johannes 5:7) adalah suatu 
sisipan/tam­bahan kemudian, karena ayat seperti ini tidak diketemukan pada 
manuskrip-manuskrip ter­baik. 
   
  9. Kata Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies, "Injil Matius 28:19 dan Injil 
Markus 16:9-19 adalah sisipan. Bacalah bukunya." (Hashem, "Jawaban Lengkap 
Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl," terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 
94).
   
   
  bersambung...

       
---------------------------------
Get the name you always wanted with the new y7mail email address.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke