Dear All, Mohon maaf kalau saya kopinya salah, harap diralat, semoga ini benar 
tulisan pak Khalid, walaupun dibawahnya ada tanya jawab (dari pak Manzur 
Tarigaan), namun intinya pak Khalid menyarankan seperti tulisannya di bawah ini.

<[EMAIL PROTECTED]>:
  
  >   Pak Tarigan, bisa diusulkan kepada Dit PSMK agar kerjasamanya bukan
  > sekedar rakit-merakit atau beli membeli saja pak.
  > Sekalian, kalau memang mau lebih bermanfaat bagi anak SMK, sekalian
  > PT. Zyrex mau menggunakan SMK tersebut menjadi service center mereka.
  > Jadi dari segi perusahaan bisa menghemat karena tidak mengeluarkan
  > biaya untuk membuka service center, dan bagi anak-anak SMK bisa
  > menjadi tempat praktek untuk perbaikan dan perawatan komputer

******************************** ##### ***********************************

Urun Rembuk Dari Arman Puspa,

Usulan pak Khalid bagus, namun saya tidak setuju kalau PT. Zyrex, memanfaat SMK 
sebagai service center,
 Alasannya :
1. Dari jaman dulu SMK memiliki Unit Produksi, sedangka SMK selalu mendapatkan 
bantuan yg lebih berupa alat dari komputer dan perangkat pratek "bubut, mekani 
otomotif" dll, tujuan pemerintdah sebelum otda diharapkan SMK dapat mengembang 
diri menjadi service center menggunakan peraltan yang diberikan dan untuk 
dibuka secara umum, dengan tujuan smk ada pemasukan lain sekaligus dapat 
mempekerjakan anak didik.
2. Seharusnya guru sudah kompeten membuka bengkel baik las, service motor/mobil 
dan sekarang komputer (rakit merakit dll) di SMK-nya agar unit produksi benar2 
hidup. Kalau gurunya gak kompten dan tidak mau kotor2 lebih baik mundur saja. 
(demi anak bangsa lho). Kan ada hasil tambahan juga.
3. Bila menggandeng apapun namanya yang itu perusahaan dari luar menurut saya 
adalah tidak benar, karena nantinya sekolah akan menjadi obyek perusahaan untuk 
mencari keuntungan dan memanfaatkan tenaga murah dari anak didik.
4. Unit produksi akhirnya akan tidak berfungsi, sehingga guru tidak akan 
terlihat kiprahnya dalam mengimplementasikan ilumunya, juga tidak terlihat 
apakah guru tersebut sudah kompeten dibiangnya atau belum, apa hanya selalu 
teori2 saja.
5. Sekarang bukan jamannya lagi guru bidang pendidikan yg sifatnya memberikan 
ketrampilan hanya dibelakang menja memberi perintah tidak mau memberikan contoh 
nyata (takut kotor pakaiannya yang perlete).
6. Semua bantuan komputer baik untuk SD/MI, SLTP dan SMA jangan sampai PT. 
syrex menjadi service center, karena gurunya mutlak harus dapat mengerjakan dan 
dibantu anak didiknya sekaligus sebagai tempat berlatih anak didik.
Mohon diperhatikan benar2, jangan sampai 3 atau 6 tahun kedepan SMK menciptakan 
pengangguran terbesar karena tidak mau memperhatikan kemampuan SDA NKRI yang 
agraris, "Ingat ........ tugas sebagai pendidikan harus memahami kemampuan SDA, 
dan SDM-nya menyesuaikan dengan keadaan alam, hal ini adalah mayoritasnya, 
sedangkan pengaruh teknologi dari luar tidak mungkin kita tinggalkan namun juga 
harus dilihat kemampuan daerahnya". Yang dekat dengan para menteri mbok yang 
jangan diam saja dan jangan takut berargumen. (Masah hanya "sendiko dawuh" 
/ABS/Yes bos, takut kehilangan jabatan). Bukannya jamannya lagi itu, kita harus 
berani berkata yang benar dan mempertankan pendapat yg bermanfaat untuk orang 
banyak.

Mohon Masukkan dari rekan2 lain yang cinta pendidikan dan anak bangsa, bukannya 
saya berprasangka, namun saya yakin ini sudah menjadi kebiasaan yang belum bisa 
bersih 100%, dan proyek ini nantinya pasti ada penyimpangan oleh oknum2 
tertentu, semoga saja prosentasenya kecil, dan semoga lebih besar manfaatnya 
dari pada mudaratnya.


Salam Pendidikan, silahkan rekan2 memberikan masukkan.
 
       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke