http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8343
PANGLIMA TNI: LATIHAN GABUNGAN AKAN DILAKSANAKAN RUTIN
Ranai, Kepulauan Riau, - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan,
Latihan Gabungan (Latgab) TNI akan dilakukan rutin setiap lima tahun sekali,
untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit.
"Ya...kami berharap bisa secara periodik dilakukan tiga atau lima tahun
sekali," katanya, usai menyaksikan pelaksanaan Latihan Sub Komando Satuan Tugas
Gabungan TNI Natuna di Ranai, Kepulauan Riau, Sabtu.
Ia mengatakan, dalam siklus kemiliteran terdapat pendidikan dan latihan serta
penugasan. "Latihan Gabungan (Latgab) ini merupakan bagian dari siklus
tersebut, untuk memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit, hingga
diharapkan bisa dilakukan periodik," ujarnya.
Djoko menegaskan, menjaga kesiapsiagaan harus terus dibina mesti tidak ada
perang terbuka. Justru di masa damai, militer harus bisa mempersiapkan dan
memelihara kesiapsiagaannya.
"Itu (kesiapsiagaan-red) hanya bisa dipelihara dan ditingkatkan melalui
latihan, semisal latgab tahun ini," kata Panglima TNI.
Ia menilai, seluruh persiapan hingga pelaksanaan Latgab TNI khususnya di Natuna
berjalan dengan baik termasuk koordinasi antar angkatan darat, laut dan udara
dalam menyelesaikan misinya merebut kembali wilayah Natuna yang diskenariokan
telah diduduki musuh.
"Semunya berjalan baik. Karena kita telah melakukan pelaksanaan secara bertahap
dan berkelanjutan dari satuan paling kecil hingga satuan yang tinggi
tingkatannya. Koordinasi antar angkatan berjalan baik, gak ada masalah meski
telah lama tidak melakukan Latgab," ungkap Djoko.
Latgab TNI 2008 dilaksanakan di empat titik yakni Sub Komando Gabungan Latihan
Natuna, Batam, Singkawang (Kalimantan Barat) dan Sanggata (Kalimantan Timur).
"Natuna dipilih sebagai salah satu lokasi Latgab, karena sebagai salah satu
pulau terluar Indonesia, bisa saja dijadikan pangkalan aju untuk menguasai
wilayah Indonesia lainnya," ujarnya.
Akhir latihan gabungan di Natuna diawali dengan serbuan pasukan amfibi dari
Brigif II Marinir, Jakarta di Pantai Sengiap pada pukul 05.00 Wib untuk
mengamankan wilayah laut Indonesia yang berbatasan langsung dengan Laut Cina
Selatan itu.
Usai penyerbuan oleh pasukan amfibi, dilakukan Serangan Udara Langsung (SUL)
oleh tiga pesawat tempur Hawk 100/200 TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara
Supadio, Pontianak.
Usai serangan udara sekitar dua menit, langsung dilanjutkan penerjunan sekitar
500 personel Lintas Udara (Linud) TNI Angkatan Darat untuk melakukan perebutan
terhadap beberapa instalasi strategis di Pangkalan Udara (lanud) Ranai, Natuna.
Untuk mengendalikan seluruh instalasi Lanud yang telah direbut dari musuh,
diterjunkan personel pengendalian pangkalan (Dalan) dan diakhiri dengan
pemberian bekal ulang bagi personel TNI yang telah merebut kembali Lanud Ranai.
Hadir dalam peninjauan itu Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi
Sasongko Purnomo, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Sumardjono dan Kepala
Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Subandrio.
Latgab TNI yang dilaksanakan menandai seabad Kebangkitan Nasional dan satu
dasawarsa reformasi internal TNI itu melibatkan prajurit di lingkungan Mabes
TNI 2.418 orang, TNI Angkatan Darat 10.388 orang, TNI Angkatan Laut 13.150
orang, dan TNI Angkatan Udara 4.615 orang.
Alutsista yang dikerahkan meliputi 38 tank, 19 panser, sembilan helikopter dan
satu pesawat Cassa 212 dari TNI Angkatan Darat.
TNI Angkatan Laut mengerahkan 61 kapal RI, 30 tank amfibi PT-76, 55 panser
amfibi/RRF, 12 unit Kapa K-61, tiga unit Tatra, empat roket M-70, enam
Howitzer, dua Hovercraft, satu combat boat, tiga Serider, 78 perahu karet, tiga
helikopter NBO-105, dan dua helikopter Bell 412. TNI Angkatan Udara mengerahkan
24 pesawat tempur, 31 pesawat angkut, dan 13 helikopter dari berbagai jenis.
Latgab TNI 2008 akan berlangsung hingga 20 Juni 2008 dan akan ditinjau langsung
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16-17 Juni 2008.
Sumber : Antara
[Non-text portions of this message have been removed]