Oleh Sutan Paruik Gadang Setiap kali nama Ahmadiyah disebut, ingatan saya selalu kepada Pak Prof. Ahmad Muhammad, almarhum. Beliau semasa hidupnya adalah dosen Fakultas Kedokteran UGM. Beliau meninggal dalam insiden Mina tahun 1990.
Saya mengenal beliau karena beliau ditunjuk sebagai Pembina Unit Kerohanian Islam Jamaah Shalahuddin UGM. Setiap surat ke luar, kami harus mendapat pengesahan dari pembina. Karena sering minta tanda tangan itu, jadinya sering ketemu. Pak Ahmad Muhammad orangnya lembut. Saya sendiri lama baru tahu bahwa beliau itu seorang penganut paham Ahmadiyah. Malah belakangan baru saya tahu bahwa beliau waktu itu adalah Presiden Gerakan Ahmadiyah. Tidak pernah sekalipun beliau menunjukkan paham yang beliau anut dalam interaksi kami. Selain pak Ahmad Muhammad, penganut Ahmadiyah yang juga saya kenal adalah pak Haryana, yang ketika itu adalah Pembantu Rektor III UGM. Sama seperti Pak Ahmad, interaksi saya dengan Pak Haryana adalah dalam rangka minta tanda tangan. Ahmadiyah punya lembaga pendidikan, namanya PIRI. Kalau nggak salah di Yogya ada SD sampai SMA dan STM PIRI. Juga ada akademi komputer, kalau nggak salah. Ahmadiyah yang dianut oleh pak Ahmad Muhammad ini adalah Ahmadiyah Lahore, yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad hanya sebagai pembaharu. Nggak tahu apakah organisasi ini termasuk yang disuruh menghentikan kegiatannya melalui SKB yang baru saja keluar. Ya begitulah. Saya hanya membayangkan kegiatan-kegiatan itu harus dihentikan. Sayang sekali. Pada saat pemerintah tak becus untuk sekedar menjaga agar gedung sekolah tak ambruk, pihak-pihak yang menyingsingkan lengan baju untuk pendidikan, malah diberangus. mediacare http://www.mediacare.biz [Non-text portions of this message have been removed]

