MANIFESTO NASIONALISME KERAKYATAN Indonesia kini berada di ambang penjajahan baru. Sebagai sebuah bangsa berdaulat, secara bertahap tapi pasti kita mulai kehilangan kedaulatan dalam berbagai bidang. Kedaulatan politik kita kini dengan mudah dipermainkan gelombang tekanan kepentingan asing. Kedaulatan ekonomi dihadapkan pada realitas semakin didiktenya denyut ekonomi kita oleh kapitalisme global dan ideologi neo-klasik. Kedaulatan pangan kini tergadaikan oleh ketergantungan yang semakin besar pada pasokan luar negeri. Kedaulatan energi terombang-ambing dipermainkan gelombang mekanisme pasar global yang menguras sumber daya nasional. Kita juga semakin kehilangan kemandirian di bidang teknologi menggerus kapasitas bangsa untuk bersaing di arena global. Lebih lagi, jiwa bangsa sebagai benteng terakhir ketahanan sebuah bangsa berada di ambang kebangkrutan: kita semakin kehilangan kebanggaan dan martabatsebagai sebuah bangsa.
Sebagai sebuah negara yang berfungsi mengatur kepentingan publik, kapasitas kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sosial dasar dan kemanusiaan dihadapkan pada persoalan serius. Hal ini berakibat pada semakin merosotnya legitimasi Indonesia sebagai sebuah konsep negara-bangsa di hadapan rakyatnya sendiri, di tengah-tengah lemahnya kepemimpinan nasional dan kapasitas pengelolaan pemerintahan. Pengangguran, kemiskinan dan keterbelakangan semakin meluas dan mendalam di tengah-tengah memudarnya tanggung-jawab publik negara. Sementara barang-barang kebutuhan pokok semakin langka dan harganya semakin jauh dari jangkauan rakyat kebanyakan di tengah-tengah kegagalan negara mendorong peningkatan kapasitas produktif bangsa. Sebagai sebuah masyarakat, Indonesia dihadapkan pada persoalan yang sama peliknya. Kita kehilangan harapan di tengah-tengah frustrasi sosial yang semakin meluas. Kita memimpikan kembalinya masa lalu di tengah-tengah ketidak-pastian yang merupakan anak kandung yang lahir dari rahim persaingan bebas ala neo-liberal. Kita memuja pragmatisme jangka pendek di tengah-tengah memudarnya keyakinan akan nilai dan ideologi. Kita menapaki jalan individualisme dan konsumerisme di tengah-tengah memudarnya sikap voluntarisme, soliditas sosial dan kegotongroyongan. *** Silakan anda baca selengkapnya di: http://www.korwilpdip.org/modules/smartsection/item.php?itemid=264 http://progind.net/ kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan http://herilatief.wordpress.com/ http://akarrumputliar.wordpress.com/ [Non-text portions of this message have been removed]

