Sayang sekali hanya satu fraksi yang mendukung hak angket soal BLBI..
Oposisi di mana? :-)

Wassalam,

Irwan.K

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/10/1/117417/hak-angket-blbi-hanya-didukung-fpan

Hak Angket BLBI Hanya Didukung FPAN

Selasa, 10 Juni 2008 - 16:20 wib
Anggi Kusumadewi - Okezone

JAKARTA- Di antara semua fraksi di DPR, hanya Fraksi Partai Amanat Nasional
(FPAN) yang mendukung dilanjutkannya hak angket soal Bantuan Likuiditas Bank
Indonesia (BLBI). Jika tak dilanjutkan, FPAN akan mengajukan nota keberatan.

"PAN adalah satu-satunya fraksi yang meminta hak angket, jadi PAN konsisten
mengenai BLBI sampai sekarang. Meskipun hak angket tidak diteruskan, kami
akan mencantumkan nota keberatan," ujar Ketua Fraksi PAN, Zulkifli Hasan di
sela-sela rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II, DPR, kawasan Senayan,
Jakarta, Selasa (10/6/2008).

Zulkifli bersama dengan jajaran FPAN lainnya akan terus memperjuangkan hak
angket soal BLBI tersebut. Jika tidak bisa dilaksanakan pada periode ini,
maka pihaknya akan melakukanya pada periode mendatang.

"Namanya berjuang tidak boleh kecewa. Kalau tidak bisa di periode yang
sekarang, ya di periode yang akan datang," ujar Zulkifli lagi.

Sementara itu Pimpinan Rapat Sidang Paripurna, Muhaimin Iskandar menyatakan
ikut menyetujui soal pembentukan tim pengawas yang memiliki agenda khusus
mengawasi jalannya penyelesaian Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) dan
BLBI.

"Meski demikian ada satu fraksi yang mencantumkan nota keberatan yaitu
Fraksi PAN khusus menyangkut interpelasi dan antisipasi kenaikan harga
kebutuhan pokok akhir-akhir ini. Setelah mendengar seluruh pimpinan fraksi
disepakati , seluruh fraksi mengatakan persetujuannya untuk meneruskan hak
interpelasi tersebut," jelas Muhaimin saat memimpin rapat paripurna.

Dalam  sidang paripurna ini, masalah interpelasi sembako juga diloloskan
oleh para anggota fraksi. Hasil interpelasi sembako ini rencananya akan
segera dilanjutkan ke Badan Musyawarah (Bamus) DPR untuk diagendakan
pemanggilan terhadap pemerintah.(lut)

2008/6/11 korandigital <[EMAIL PROTECTED]>:

>  Rabu, 11 Juni 2008
> Headline Interpelasi Lolos, Angket BLBI Kandas
>
> "Seluruh fraksi setuju meneruskan interpelasi."
>
> *JAKARTA* - Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui usul
> penggunaan hak interpelasi atas kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok.
> Keputusan diambil dalam lobi para pemimpin fraksi di sela rapat paripurna
> kemarin.
>
> "Seluruh fraksi setuju meneruskan interpelasi," kata Wakil Ketua DPR
> Muhaimin Iskandar, yang memimpin rapat tersebut. Keputusan itu disepakati
> tanpa melalui mekanisme mendengarkan pandangan fraksi-fraksi terlebih dulu.
>
> Berbeda dengan interpelasi yang mulus, usul hak angket terhadap kasus
> Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Kredit Likuiditas Bank
> Indonesia (KLBI) mentok dalam forum lobi selama kurang-lebih 45 menit itu.
> Sebagai gantinya, kata Muhaimin, "Akan dibentuk tim pengawas."
>
> Dalam pandangan fraksi-fraksi, empat dari sepuluh fraksi menolak penggunaan
> hak angket terhadap kasus BLBI/KLBI. Keempat fraksi tersebut adalah Fraksi
> Golkar, PDI Perjuangan, Demokrat, dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.
>
> Juru bicara Fraksi Golkar, Melchias Markus Mekeng, mengatakan hak angket
> terhadap kasus BLBI/KLBI belum perlu. Namun, katanya, upaya pengembalian
> uang negara harus diintensifkan dengan membentuk tim khusus dari unsur
> Komisi Hukum dan Komisi Keuangan DPR.
>
> Adapun juru bicara Fraksi PDIP, Tukidjo, mengatakan fraksinya menolak
> penggunaan hak angket terhadap kasus itu karena penjelasan pemerintah saat
> interpelasi beberapa waktu lalu sudah cukup. "PDIP bisa menerima penjelasan
> pemerintah."
>
> Sementara itu, enam fraksi lain yang mendukung penggunaan hak angket
> BLBI/KLBI adalah Fraksi Partai Amanat Nasional, Kebangkitan Bangsa, Damai
> Sejahtera, Bintang Pelopor Demokrasi, Bintang Reformasi, dan Fraksi
> Persatuan Pembangunan.
>
> Mereka sepakat menggunakan hak angket karena pemerintah dinilai tidak
> serius mengusut para obligor. "Harus dituntaskan karena membebani anggaran
> negara," kata juru bicara Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, Nizar Dahlan.
> *DWI RIYANTO AGUSTIAR*
>
> Sumber : KORAN TEMPO
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke