Onno Romantisme Sawah Padang Panjang www.reportaseinvestigasi.com oleh : Didik L. Pambudi
Sumber kisah ada di tabloid dua-mingguan "investigasi REPORTASE". Saya coba buka situsnya, cari kisah ttg Onno Purbo ini, untuk saya sharing di milis ini, tapi kok gak nemu. Moga-moga emang saya yang gaptek. Jadinya, saya harus mengungkapkan kembali artikel tsb namun dgn bahasa suka suka saya. Kenapa saya mo sharing cerita ttg Ono Purbo saja dari kisah lainnya di reportase-investigasi, karena artikel lainnya cerita soal korupsi di negara ini dan juga soal ketidak-berdayaan pemerintah Indonesia terhadap perusahaan minyak dari AS di Matak. Pinternya para wartawan mengolah kata untuk mengaduk-ngaduk perasaan pembaca ato emang perasaanku aja yang sensi? Rasanya miris. Karena aq gak kecipratan uang korupsinya..kali ya .:-))) Artikel ttg Onno Purbo ini semoga bisa menjadi motivasi buat pembaca untuk meniru keikhlasannya dan keberpihakan thdp warga. Amin (tanpa Rais) ***** Onno W. Purbo, lahir di Bandung 17 Agustus 1962. Memulai pendidikan di Teknik Elektro ITB, lulus 6 tahun kemudian dgn predikat wisudawan terbaik, kemudian melanjutkan studi ke Kanada dgn Beasiswa dari PAU- ME. Tinggal di salah satu gang sempit di kawasan Cempaka Putih, rumahnya dijadikan tempat bermain video game untuk anak2nya beserta teman2 anaknya. Tidak disewakan. Onno pusing kalau tidak bisa mengawasi anaknya bermain game di warnet. Makanya, dia buat di rumah dan dia suruh anaknya mengundang teman2 anaknya [mau meniru?] Onno berhenti menjadi pegawai negeri pengajar di ITB karena merasa tidak bisa mengembangkan potensi dirinya. Sudah 7 tahun. Kemudian Onno berusaha mengembangkan potensi diri dengan cara kontroversial: melepas seluruh hak paten dan hak cipta dari hasil temuannya ke publik. Gratis! [mau meniru?] Onno memiliki data penemuan berkapasitas 40 gegabite; ditambah pustaka pribadi berkapasitas 80 gega bite. Maka ia memiliki data softcopy 120 gegabite. Data 120 gegabite ini ia berikan kepada siapapun gratis [Mau? Tanpa `meniru']. Setiap dipanggil sebagai pembicara pelatihan di seluruh Indonesia, Onno umumnya membawa seluruh data yang dimilikinya dan meminta para peserta pelatihan mengcopy tanpa sisa. Karena itu Onno tidak suka kalau cuma diwancarai di teve yang Cuma 15-20 menit. "Gak ada guna", katanya, [Padahal kan, paling tidak kita tahu kalo ber-internet gak perlu biaya mahal!] Menurut Onno, pemerintah kita ini tidak memiliki perhatian penuh untuk mengembangkan teknologi di Indonesia. Menurutnya lagi, di Indonesia ada 46 juta pelajar di Indonesia. Jika ke-46 juta pelajar itu sekedar di beri fasilitas internet gratis di sekolah atau kampus, maka apa yang akan terjadi? Indonesia akan punya 46 juta SDM baru yang melek teknologi. Di Nigeria saja, siswa TK sudah banyak yang diberi laptop gratis. "Laptop itu sebenarnya gak mahal. Apalagi yang plastik. Satu juta rupiah juga dapat!. Masalahnya pemerintah memang gak mau kasih fasilitas!" Tanpa ditanya, lalu Onno menjelaskan mengapa ia memberi softcopynya 120 gegabite tsb ke publik, Semasa masih mengajar, Onno kerap berhadapan dengan pimpinan akademis ITB dan pemerintah karena berusaha mengembangkan fasilitas teknologi informasi berharga murah, kalau perlu gratis. Akibatnya, berulangkali mendapat teguran hingga diberi sanksi. Puncaknya, karena tak tahan, ia mengundurkan diri sebagai staf pengajar ITB. Kemudian dia mengatakan,"di Indonesia ini, elo tahu, yang bisa berkuasa cuma dua orang. Pertama orang yang punya uang; kedua yang punya senjata. Gua gak punya keduanya ha..ha.." Onno merasa dengan kekurangannya itu, sampai kapanpun tidak bisa merubah keadaan dengan seorang diri. Satu-satunya cara berhadapan dengan pemerintah adalah dengan mendapat dukungan dari rakyat. "Kalau gua didukung rakyat maka gua bisa mengalahkan keduanya?". Rupanya, Onno W Purbo adalah cucu kandung dari Ki Hajar Dewantara. Mestinya sosok macam Onno ini, yang besar keberpihakannya kpd rakyat, bisa dicontoh oleh para pemimpin bangsa ini. **** * hmmm..mungkin moto pemerintah (yg berbisnis) "Bisa jual mahal, mengapa jual murah ??" ** Teringat Mario Teguh, di O-Channel, waktu memberikan motivasi kpd seorang penanya agar si penanya mempunyai hati ikhlas [kayak Mr Onno yang dari Jawa bukan dari Jepang..:-)] karena si penanya merasa punya ide brilian yang dia tak mau sharing kalau dia tak mendapatkan keuntungan. wassalam,

