Polling 4 Media: Jangan Bubarkan FPI! 




Selasa, 10 Juni 2008 




 ("http://hidayatullah .com/index. php?option= com_content& amp;task= 
view& id=7019"); 





Benci tapi rindu, dikecam tapi ditunggu! Begitu istilah tepat untuk Front 
Pembela Islam
(FPI). Meski media menampilkan kecaman, hasil beberapa polling, ingin
FPI tetap ada. Untuk melawan kelompok liberal, katanya! 





Hidayatullah. com--Pasca kejadian bentrok antara LPI (Laskar Pembela
Islam) dan AKK-BB (Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan) di Monas. Media-media masa membuat polling bagi pembaca,
isinya, apalagi jika tidak pembubaran FPI (Front pembela Islam).
Ajaibnya, hasil polling sampai saat ini (10/6) menunjukkan bahwa
mayoritas pembaca tak menginginkan FPI dibubarkan.




Simak saja hasil polling yang dilakukan Detik.com.
“Massa Front Pembela Islam (FPI) menyerbu massa Aliansi Kebangsaan
untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Monas. Tindakan
anarkis FPI sangat disesalkan. Tuntutan agar FPI dibubarkan pun meluas.
Setuju kah Anda FPI dibubarkan?” Begitu, Detik.com memberi keterangan,
bahwa tindakan FPI anarkis, dan patut disesalkan, serta tuntutan
pembubaran FPI meluas. Tapi apa hasilnya? Ternyata 56,01% atau sebanyak
21.221 peserta jajak polling menyatakan tidak setuju pembubaran FPI,
yang menginginkan FPI dibubarkan hanya 43.99%, atau sebanyak 16.667
pembaca. Dari total 37888 peserta polling.




Hasil sementara polling juga terlihat dalam situs Liputan6.com.
Mayoritas peserta polling menginginkan agar FPI tidak dibubarkan.
“Catatan aksi kekerasan Front Pembela Islam (FPI) cukup panjang.
Terakhir, para anggotanya terlibat penyerangan Aliansi Kebangsaan Untuk
Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Beberapa pihak meminta FPI
dibubarkan. Setujukah Anda jika FPI dibubarkan?” Begitu Liputan6.com
mengawali. Akan tetapi, apa jawaban pembaca? Ternyata 59% atau 89.126
pembaca tak menginginkan FPI dibubarkan. Hanya 41%, atau 62.093 pembaca
meminta FPI dibubarkan. Sisanya 272 (0%), menyatakan abstain.




Di Republika Online lain lagi. 85,3% peserta menyatakan ketidak
setujuannya jika FPI dibubarkan. Sedangkan mereka yang menginginkan
pembubaran hanya 12,8%, sisanya 1,8 %menyatakan tidak perduli.




Yang menarik adalah di situs milik Nahdlatul Ulama (NU). Di situs NU
Online mayoritas pembaca, menginkan FPI tetap ada. Nah, menariknya,
sebesar 59% memilih opsi “Keberadaannya (FPI) dipertahankan untuk
menghapus kemaksiatan dan melawan kelompok liberal”. 




Hanya 21% tak menginginkan FPI dengan alasan layak dibubarkan karena merusak 
citra Islam. Sisanya, 1 %, menyatakan tidak tahu.


Dari hasil ini, maka bisa diketahui bahwa mayoritas para peserta jajak
pendapat di 4 media (Detik.com, Liputan6.com, Republika Online dam NU
Online) hingga saat ini (10/6), menginginkan agar FPI tidak dibubarkan.
“Dibenci tapi dirindu”, itulah FPI! [thoriq/www. hidayatullah. com]





Liputan 6 SCTV Diadukan FPI ke KPI


Rabu, 11 Jun 08 18:54 WIB








DPP Forum Pembela Islam (FPI) menyampaikan koreksi terhadap sejumlah
materi pemberitaan SCTV (Liputan 6 Pagi, Siang dan Sore). FPI
menyatakan bahwa pemberitaan- pemberitaan tersebut sangat merugikan
mereka. Hal itu diungkapkan dalam surat tembusan FPI ke KPI, Selasa
(10/6).




Di terangkan dalam surat tersebut, bahwa materi pemberitaan SCTV
cenderung bersifat berpihak dan tendensius untuk tujuan “menghakimi”
FPI melalui laporan tentang aktivitas FPI maupun reaksi pro-kontra
masyarakat terhadap kiprah KPI. Pola pemberitaan SCTV melalui sejumlah
program beritanya sudah masuk dalam klasifikasi trial by the press.


Sebagai contoh, seluruh stasiun televisi menyiarkan aksi dari puluhan
penjudi, pelacur dan pengelola tempat hiburan di Banyuwangi, Jawa
Timur, yang menuntut pembubaran FPI. Aksi mereka dilatari oleh sikap
keberatan terhadap aktifitas FPI yang memerangi penyakit sosial di
daerah tersebut.




Sementara itu, dalam pemberitaan SCTV, menurut FPI, tidak menyebutkan
siapa kelompok masyarakat yang berdemo tersebut, dengan hanya
menyebutkan “Warga Banyuwangi”. Kesan yang ingin ditampilkan redaksi
SCTV adalah “Seluruh warga Banyuwangi menolak FPI”. Atas kondisi
tersebut, FPI menyatakan pemberitaan SCTV sengaja memanipulasi fakta
yang ada.




Selain itu, dalam surat tersebut, FPI menyampaikan bahwa SCTV beberapa
kali memberitakan FPI dan aktifitasnya dengan mengabaikan sistem
pemberitaan menurut prinsip “cover both-side” (tidak berimbang)
sehingga merugikan citra FPI. Menurut FPI, kebijakan redaksional SCTV
yang tendensius dan tidak dilatari sikap “tidak senang” terhadap FPI
merupakan pola kerja yang tidak profesional, tidak objektif dan
memanipulasi informasi (disinformasi) sehingga mengundang kebencian
masyarakat terhadap objek yang diberitakan.




Dalam penutupnya, FPI menyampaikan, jika SCTV menerima koreksi
tersebut, FPI berharap agar manajamen Liputan 6 SCTV dapat melakukan
perbaikan visi editorial sebagaimana diperlukan untuk menjaga citra
televisi dengan pemberitaan yang cepat, akurat, lengkap, objektif dan
berimbang.(novel/ kpi)


        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke