Tidak semua pejabat kita hanya menginginkan gaji saja dari jabatannya, tapi 
kemungkinan ada juga ada juga lho yang betul-betul ingin mengabdi kepada rakyat 
dan bangsa, dan tidak menutup kemungkinan utk keinginan-keinginan yang lain 
dari pundi-pundinya daripada jabatan.

-----Original Message-----
From: IrwanK <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, June 13, 2008 8:48 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [ppiindia] Kalla: Apa Gaji Pejabat Kita Cukup Tinggi untuk Dipotong?

Gaji boleh 5 juta.. tapi take home pay-nya para pejabat tuh berapa?
 Pajaknya masuk skema yang berapa % per tahun? :-P

 Giliran menaikkan harga BBM tidak keluar 'kalimat perbandingan' seperti di
 bawah.. :-|
 Yang berhak dibandingkan dengan standar LN hanyalah para pejabat..
 Rakyat (miskin & nyaris miskin) tidak berhak untuk itu..

 CMIIW..

 Wassalam,

 Irwan.K

 Jumat, 13/06/2008 14:15 WIB
 Kalla: Apa Gaji Pejabat Kita Cukup Tinggi untuk Dipotong?
 *Arfi Bambani Amri <http://arfi.blogdetik.com/>* - detikFinance

 <http://ad.detik.com/link/bisnis/bis-mastercard042008.ad>
 *Jakarta* - Pemotongan gaji menteri dan deputinya seperti yang dilakukan di
 Malaysia, tampaknya belum bisa dilaksanakan di Indonesia. Gaji pejabat di
 Indonesia tidak sebesar gaji pejabat Malaysia.

 Hal tersebut disampaikan Wapres Jusuf Kalla ketika ditanya wartawan usai
 salat Jumat, di Istana Wapres, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat
 (13/6/2008).

 "Kadang-kadang, suatu solidaritas ingin bersama-sama dengan seluruh
 masyarakat, pemotongan gaji. Tapi perlu diketahui bersama, apakah gaji
 pejabat kita tinggi untuk dipotong saat ini?" ujar Wapres Jusuf Kalla.

 "Gaji eselon I itu cuma Rp 5 juta untuk hidup di Jakarta. Mungkin wartawan
 lebih tinggi gajinya," tukas Jusuf Kalla.

 Menurut Kalla langkah pemotongan gaji sebagai solidaritas itu, harus dilihat
 kondisinya dulu. Kondisi di Indonesia dan Malaysia tidak bisa disamakan.

 "Tentu itu bagus sebagai solidaritas, tapi gaji pejabat tidak setinggi di
 Malaysia. Pejabat tinggi di Malaysia dipotong, mungkin sudah tinggi. Atau
 seperti Presiden Singapura yang gajinya Rp 1 miliar sebulan, dipotong 10
 persen ya nggak ada apa-apanya. Kita tidak seperti itu. Dilihat kondisinya,"
 pungkas Jusuf Kalla.

 Sumber : Detik

 [Non-text portions of this message have been removed]

 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke