hehe..emang lucu nih komentar ga dipikir dulu. Kata pak kapolri, alien
akkbb ini tdk menepati janjinya sendiri, rute acara mereka tsb bukan
di MONAS tp di bundaran HI, nah polisi mengaku telah mengerahkan
anggotanya di sekitar HI utk MENJAGA aksi akkbb, tp karena alien akkbb
ini hobi nipu & berdusta akhirnye mereka jln2 deh ke mOnas! knp ga ada
polisi ketika mereka digebukin? hehe mungkin kata pak polisi, syukurin
lhu, knp ga nepatin janji sendiri, emang enak muke bonyok kaya' mumi!
lagian lucu bgt tuh gerombolan alien akkbb ini, namanya dah ga cocok
dg tema demo yg mereka perjuangkan, bayangkan aja, aliansi kebangsaan
utk keyakinan dan kebebasan beragama, lha ahmadiyah ini bukan
kebebasan beragam & berkeyakinan TAPI kebebasan & kebablasan menodai
agama lain hehe wajar aja pemerintah memberi peringatan keras kpd
ahmadiyah utk BERHENTI menodai agama islam, baca deh SKB 3 mentri!

Nah mana tuch suara akkbb, msh mau membela ahmadiyah???
sgitu doank nyalinyee, ciuuut menn..


--- In [email protected], "M.J Thamrin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> *Fakta-fakta yg perlu di pertanyakan pada peristiwa 1 Juni :*
> 
> - Kapolri bilang ada 6 Elemen yg punya acara dan di jaga 14.000 petugas
>   tapi kenapa ya ?? pada acara FPI nggebukin AKKBB - cuma ada *3
petugas* di
> sana ?
> - FPI sudah sesuai dgn rute - yaitu *ke Istana* - terus pada
*ngapain ya,
> FPI di dalam Monas* ??
>   kencing bareng ???
> - Kalau FPI khan rencananya mau *demo soal BBM*, terus *kenapa bawa
> pentungan* bambu segala ?
>   *Bawa pasir pedes* segala...Mau padamin kebakaran ??
> - Kalau memberi pendapat : "tidak setuju pembubaran Ahmadiyah" boleh
gak ??
>   Kalau boleh - *kenapa di gebukkin ya* ...??? ooo tahu... tempatnya
salah
> 
> 
> 
> On 6/13/08, Mansyur Alkatiri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Insiden bentrokan antara Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi
Kebangsaan
> > untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadisalah
> > satupembahasan antara Komisi III DPR kepada Kapolri Jenderal (Pol)
Sutanto
> > yang berlangsung di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/6).
> > Kapolri Jenderal Sutanto mengatakan, jika saja pada 1 Juni lalu,
Aliansi
> > Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)
mengikuti rute
> > yang sudah disepakati, maka insiden tersebut tidak akan terjadi.
Rute yang
> > seharusnya dilalui AKKBB, jelas dia, Gambir-Kedubes AS-Air
> > Mancur-BI-Thamrin-HI. Di lokasi tersebut sudah ditempatkan sekitar 400
> > personel.
> >
> > "Rute-rute tersebut sudah diamankan, tapi AKKBB tidak menepati
janji. Kalau
> > menepati rute mereka, pasti tidak akan terjadi (bentrokan). Kalau
polisi
> > dibilang tidak siap, tidak tepat. Mereka (AKKBB) sendiri yang cari
masalah,
> > " ujar Kapolri menjawab pertanyaan anggota Dewan.
> >
> > Ketika itu, pihak kepolisian sendiri menurunkan sekitar 10.000 hingga
> > 14.000 orang. Sementara jumlah massa yang melakukan aksi pada saat
itu 6.000
> > orang ada berbagai macam kegiatan yakni ada unjuk rasa menentang
kenaikan
> > harga BBM dan peringatan hari lahir Pancasila.
> >
> > Kapolri juga mengatakan agar masyarakat turut aktif mencegah
terjadinya
> > tindak kekerasan. "Kita harus menyikapi situasi dengan jernih dan
arif.
> > Jangan sampai terjadi tindakan kekerasan dan jatuh korban, "
pungkasnya.
> >
> > Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Adang Firman juga
menegaskan,
> > sebelum terjadinya Insiden Monas, pihaknya sudah mengingatkan
berkali-kali
> > untuk tidak melakukan kegiatan pada hari itu, karena sudah cukup
banyak yang
> > melakukan kegiatan.
> >
> > "Kata siapa tidak diingatkan, sudah berkali-kali kita ingat untuk
tidak
> > melakukan kegiatan di hari Minggu, jadi tolong jangan di
bolak-balik, "
> > tegasnya.
> >
> > Kapolda mengatakan, pihaknya sudah memintai keterangan untuk
> > mengklarifikasi hal perizinan itu, salah satunya dengan memanggil
penanggung
> > jawabnya.
> >
> > Setelah SKB tiga menteri diterbitkan, pihak pendukung Ahmadiyah
berencana
> > melakukan aksi besar-besaran menolak kebijakan tersebut.
> >
> > Ia mempersilakan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) untuk berdemontrasi
> > menolak SKB, namun dia mengingatkan jangan anarkistis.
> >
> > "Kalau mau demo ya silakan saja sejauh tidak anarkis. Tapi kalau
Anarkis
> > kita akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku, " ujarnya
> >
> > Adang menilai memang setiap sebuah keputusan keluar, selalu saja
ada pihak
> > yang puas dan tidak puas. "Tapi kami di kepolisian akan melakukan
antisipasi
> > secara kontinyu, " pungkasnya. (novel)
> >
> >
> > ----------------------------------------------------------
> >
> > No virus found in this incoming message.
> > Checked by AVG.
> > Version: 8.0.100 / Virus Database: 270.3.0/1500 - Release Date:
6/12/2008
> > 4:58 PM
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke