Akibat Kenaikan BBM? Perampok Habisi Tiga Nyawa, Bawa Kabur 100 kg Emas

Peneliti LIPI menyatakan akibat kenaikan harga BBM tahun 2005 lalu meningkatkan 
angka kejahatan sebesar 16%.
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/29/lipi-kenaikan-bbm-picu-kriminalitas/

Tahun ini kejahatan juga mulai meningkat. Di pasar tradisional dekat rumah 
saya, meski ibu2 yang belanja paling cuma bawa uang rp 100 ribu karena paling 
cuma beli ikan sama sayur, sekarang sudah ada jambret motornya. Padahal dari 
dulu hingga penjambretan yang baru terjadi belum pernah ada kasus penjambretan.

Di Semarang meski pemilik toko emas memakai satpam, anjing penjaga, bahkan 
CCTV, tetap saja dirampok dan dibunuh hingga tewas berikut keluarganya.

Akibat kenaikan harga BBM memang menimbulkan berbagai dampak negatif. Rakyat 
semakin miskin karena kenaikan harga barang melebihi kenaikan penghasilan 
(penghasilan mayoritas rakyat tetap kecuali segelintir pegawai negeri yang 
dapat kenaikan tunjangan) Perusahaan banyak yang bangkrut karena listrik PLN 
sering padam. Supir angkutan umum pun jadi sepi penumpang sementara nelayan tak 
bisa melaut.

Sebagian rakyat yang menganggur atau kekurangan uang mungkin beralih profesi 
jadi perampok.

Waspadalah...waspadalah...waspadalah...
Begitu nasehat bung Napi di RCTI...:)

Perampok Habisi Tiga Nyawa, Bawa Kabur 100 kg Emas
 
Friday, 06 June 2008
SEMARANG- SURYA-Perampokan sadis kembali
terjadi. Pasangan suami istri, Welly Chandra, 34, dan Anik Wijayanti, 37, 
distributor
dan pemilik toko emas Bintang Emas di Jl Kranggan Timur No 21 Semarang, tewas
mengenaskan dibunuh kawanan perampok. Tidak hanya itu, perampok yang
diperkirakan berjumlah empat orang juga membunuh pembantu rumah tangga korban
bernama Wulandari, 15, warga Grobogan. Dalam peristiwa itu, kawanan perampok
menyikat sejumlah emas batangan seberat kurang lebih 100 kg.
 
Peristiwa yang menggegerkan itu terjadi Rabu (4/6) sekitar
pukul 20.00 WIB. Welly Chandra dibunuh di rumahnya, sedangkan Anik dan
Wulandari ditemukan sudah tak bernyawa di dalam mobil kijang Innova hitam nopol
H 8621WD milik korban di pinggir jalan kawasan Universitas Negeri Semarang 
(Unnes)
Sekaran, Semarang,
Kamis pagi.
 
Ketiga korban diduga dibunuh dengan cara ditembak, karena di
tubuh mereka ditemukan adanya beberapa luka bekas tembakan. Polisi juga
menemukan lima proyektil peluru di lokasi kejadian di rumah korban dan didalam 
mobil Innova.
 
Jenazah ketiga korban masih berada di kamar mayat RS
Bhayangkara, Semarang,
sedangkan satu korban yang selamat bernama Iing, 60 (famili Welly), masih
dirawat di ruang ICU RS dr Kariadi dalam kondisi kritis.
 
Peristiwa perampokan itu tergolong berani dan profesional. Lokasi
kejadian termasuk kawasan ramai dan padat. Peristiwa itu bermula saat Welly, 
Anik,
Iing, dan Wulandari hendak pulang dari rumah di Jl Kranggan ke rumah lainnya di
Jalan Raya Ungaran No 35.
 
Namun ketika Welly sedang mengeluarkan mobil, mendadak
muncul kawanan perampok menghadang kendaraan sambil mengacungkan senjata api
serta memaksa korban untuk masuk kembali ke dalam rumah.
 
Perampok lalu membekap mulut Welly dengan lakban dan
memborgol tangannya. Kawanan perampok juga melumpuhkan Satpam, Eko, membius
anjing penjaga serta merusak alat perekam central circuit televisi (CCTV) yang
terpasang di rumah korban.
 
Setelah melumpuhkan Welly dan keluarganya, perampok
mengobraik-abrik seluruh ruangan, serta berhasil menyikat kurang lebih 100 kg
emas batang yang tersimpan di brankas. Diduga melakukan perlawanan Welly, 
kemudian
ditembak perampok
Sedangkan istrinya (Anik), Iing, dan pembantu Wulandari
dibawa kabur kawanan perampok menggunakan mobil Innova milik korban.
 
Pada Kamis (5/6) pagi, Anik dan Wulandari ditemukan tewas
dengan luka di bagian kepala dan punggung. Keduanya ditemukan dalam posisi
duduk dengan tangan terikat di jok tengah serta tangan terikat.  Sedangkan Iing 
selamat namun kondisinya
kritis.
 
Kapolwiltabes Semarang Kombes Pol Mashudi menyatakan untuk
mengungkap kasus tersebut telah meminta keterangan enam orang saksi yang
mengetahui kejadian tersebut.
"Kami telah meminta keterangan enam saksi serta
mengumpulkan alat bukti, untuk mengungkap kasus itu. Anggota masih di lapangan
mengejar pelaku," katanya.
 
Menurutnya, melihat modus pelaku yang secara sadis melukai
dan membunuh korbannya memang ada kemiripan dengan pelaku perampokan di
beberapa tempat lainnya.
"Memang ada kemiripan pelakunya sama, namun untuk
memastikan masih dilakukan penyelidikan," tandasnya.
 
Direskrim Polda Jateng Kombes Dewa Parsana mengungkapkan, dari
keterangan para saksi, jumlah pelaku diperkirakan sebanyak empat orang, satu di
antaranya mengenakan seragam polisi lalu lintas.
 
Baca
artikel selengkapnya di:
http://www.surya.co.id/web/index.php/Opini/index.php?option=com_content&task=view&id=46753&Itemid=149
 
 ===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS


Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252


Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com



      

Kirim email ke