si bagong ini py masalah dg syariat islam ya? memangnya agama ente apa
gong?


--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Apakah ini jadi pertanda bakal luluh lantaknya dunia pariwisata
Indonesia? Dunia pariwisata akan maju kalau tidak berembel-embelkan
agama.  
> 
> 
> Serambi Indonesia - Rabu, 18 Jun 2008 | 03:32:43 WIB ARSIP : 
> 
> 17/06/2008 09:46 WIB
> 
> Hotel dan Restoran Diminta Patuhi Syariat
> 
> BANDA ACEH - Pengelola hotel  dan restoran di Banda Aceh diminta
untuk mengikuti dan mematuhi 
> ketentuan Qanun-qanun Syariat Islam (QSI), dalam menjalankan 
usahanya. Misalnya, tidak menyediakan makanan dan minuman yang
dilarang agama dan menyediakan mushala atau tempat shalat. Pengelola
hotel dan restoran juga harus menjaga kebersihan, ketertiban, dan
keamanan lingkungan sekitar.
> 
> "Keberhasilan pelaksanaan syariat Islam sangat ditentukan oleh peran
serta semua pihak. Terutama 
> pelaku pelayanan jasa baik perhotelan maupun restoran yang selalu
dikunjungi banyak orang," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kota Banda Aceh, Drs Ramli Rasyid, saat membuka 
> Pembekalan Qanun SI bagi pengelola hotel dan restoran se-Banda Aceh, 
> di Wisma Diana, Senin (16/6) kemarin. 
> 
> Kepala Dinas Syariat Islam dan Keluarga Sejahtera Kota Banda Aceh,
Drs M Natsir Ilyas MHum 
> mengatakan, kegiatan pembekalan qanun syariat Islam itu bertujuan 
> agar pengelola hotel dan restoran di Banda Aceh lebih memahami isi 
> dari qanun-qanun yang ada. "Kami mengharapkan pengelola hotel dan 
> restoran dapat menjadi partner pemerintah dalam mensukseskan 
> pelaksanaan dan penerapan Syariat Islam di Banda Aceh," ujarnya. 
> 
> Ia menyebutkan, materi yang diberikan antara lain mengenai
implementasi QSI bagi pengelola hotel dan 
> restoran di Banda Aceh dan pelaksanaan konsep pariwisata dalam 
> bingkai SI. "Materi koordinasi stakeholders guna menunjang visi 
> bandar wisata Islami, dan pelaksanaan Syariat Islam bagi warga asing 
> dan non muslim juga diberikan," rinci Natsir.(ami)
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke