Salam,

Ditinjau dari kualitas keberagamaan, Umat Hindu Bali layak disebut 
paling religius dan "paling beragama" di Indonesia. 
Beragam-ragam aturan keagamaan menjadi kegiatan mereka sehari-hari. 
Bali adalah wilayah teraman dan paling tenteram, akibat kepatuhan 
warganya pada agama, sebelum pendatang tinggal di sana.
Kini Bali menjadi kawasan yang paling mendatangkan turis dan paling 
dikenal di dunia
Jadi, mengapa agama harus menghambat turis?
Kecuali bila para penganut agama menafsirkan ajarannya secara picik 
sehingga antipati pada kehadiran turis!

Wassalam,



Dimas



--- In [email protected], radja perdamaian 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jadi kalau mau maju parawisata harus bebas semua ya.....?
> 
> kalau saya lihat itu yang salah, kalau hal ini dijadikan alasan 
untuk memajukan parawisata sama juga memajukan kemaksiatan, dan 
memajukan kehidupan barat di negara kita.....
> 
> maka kiat selaku orang yang punya agama kayaknya harus kemabali ke 
hakikat kita, mana yang benar dan mana salah, mana yang boleh dan 
mana yang tidak boleh...
> 
> kalau itu tidak kita puanya maka kehancuran dan bencana yang akan 
kita dapatkan...
> 
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, June 18, 2008 5:20:14 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Hotel dan Restoran Diminta Patuhi Syariat 
Islam
> 
> 
> Sungguh sia-sialah bicara dengan para pemabuk...
> Terlebih lagi dengan pemabuk agama ....
> 
> Dimas.
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Satrio Arismunandar 
> <satrioarismunandar @...> wrote:
> >
> > Sebelum adanya aturan syariat, dunia pariwisata Indonesia SUDAH 
> luluh lantak.
> > Penyebabnya ya karena dikelola secara tidak profesional. Tidak 
usah 
> cari kambing hitam ke agama.... 
> > 
> > ----- Original Message ----
> > From: mediacare <mediacare@ ..>
> > To: mediacare <[EMAIL PROTECTED] ps.com>; media aceh <media-
> [EMAIL PROTECTED] com>; media sumatera <media-
> [EMAIL PROTECTED] s.com>; tourismindonesia@ yahoogroups. com; 
> pariwisata-indonesi [EMAIL PROTECTED] com; zamanku 
> <[EMAIL PROTECTED] .com>; [EMAIL PROTECTED] s.com; pluralitas-
> [EMAIL PROTECTED] com
> > Sent: Wednesday, June 18, 2008 8:22:56 AM
> > Subject: [ppiindia] Hotel dan Restoran Diminta Patuhi Syariat 
Islam
> > 
> > 
> > Apakah ini jadi pertanda bakal luluh lantaknya dunia pariwisata 
> Indonesia? Dunia pariwisata akan maju kalau tidak berembel-
embelkan 
> agama. 
> > 
> > Serambi Indonesia - Rabu, 18 Jun 2008 | 03:32:43 WIB ARSIP : 
> > 
> > 17/06/2008 09:46 WIB
> > 
> > Hotel dan Restoran Diminta Patuhi Syariat
> > 
> > BANDA ACEH - Pengelola hotel dan restoran di Banda Aceh diminta 
> untuk mengikuti dan mematuhi 
> > ketentuan Qanun-qanun Syariat Islam (QSI), dalam menjalankan 
> usahanya. Misalnya, tidak menyediakan makanan dan minuman yang 
> dilarang agama dan menyediakan mushala atau tempat shalat. 
Pengelola 
> hotel dan restoran juga harus menjaga kebersihan, ketertiban, dan 
> keamanan lingkungan sekitar.
> > 
> > "Keberhasilan pelaksanaan syariat Islam sangat ditentukan oleh 
> peran serta semua pihak. Terutama 
> > pelaku pelayanan jasa baik perhotelan maupun restoran yang 
selalu 
> dikunjungi banyak orang," kata Kepala Dinas Pariwisata dan 
Kebudayaan 
> Kota Banda Aceh, Drs Ramli Rasyid, saat membuka 
> > Pembekalan Qanun SI bagi pengelola hotel dan restoran se-Banda 
> Aceh, 
> > di Wisma Diana, Senin (16/6) kemarin. 
> > 
> > Kepala Dinas Syariat Islam dan Keluarga Sejahtera Kota Banda 
Aceh, 
> Drs M Natsir Ilyas MHum 
> > mengatakan, kegiatan pembekalan qanun syariat Islam itu 
bertujuan 
> > agar pengelola hotel dan restoran di Banda Aceh lebih memahami 
isi 
> > dari qanun-qanun yang ada. "Kami mengharapkan pengelola hotel 
dan 
> > restoran dapat menjadi partner pemerintah dalam mensukseskan 
> > pelaksanaan dan penerapan Syariat Islam di Banda Aceh," ujarnya. 
> > 
> > Ia menyebutkan, materi yang diberikan antara lain mengenai 
> implementasi QSI bagi pengelola hotel dan 
> > restoran di Banda Aceh dan pelaksanaan konsep pariwisata dalam 
> > bingkai SI. "Materi koordinasi stakeholders guna menunjang visi 
> > bandar wisata Islami, dan pelaksanaan Syariat Islam bagi warga 
> asing 
> > dan non muslim juga diberikan," rinci Natsir.(ami)
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
>     
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke