kalau anda melihat seperti itu, maka penduduk Bali menggunakan ketaatan pragmatis......
kalau itu menjadi ukuran, maka semua orang bisa aja datang ke Aceh, namun ini berbicara wilayah aturan yang sudah di atur dalam agama, tentang mana yang boleh dan mana yang tidak.... maka agama bukan untuk di jual...kalau ketaatan agama yang pragmatis di jual..ke publik maka menurut saya itu adalah sebuah pendekreditan dari nilai sebuah agama.... kita tahu dalam semua agama punya aturan... maka apa yang terjadi di bali tidak mungkin bisa terjadi di Aceh..misalnya di sanur ada bulek yang pakai bikini..maka di Aceh tidak bisa seperti itu... jadi pariwisata yanh islami itu adalah pariwisata yang menjunjung nilai dari islam itu sendiri ----- Original Message ---- From: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, June 18, 2008 10:24:52 PM Subject: [ppiindia] Re: Hotel dan Restoran Diminta Patuhi Syariat Islam Salam, Ditinjau dari kualitas keberagamaan, Umat Hindu Bali layak disebut paling religius dan "paling beragama" di Indonesia. Beragam-ragam aturan keagamaan menjadi kegiatan mereka sehari-hari. Bali adalah wilayah teraman dan paling tenteram, akibat kepatuhan warganya pada agama, sebelum pendatang tinggal di sana. Kini Bali menjadi kawasan yang paling mendatangkan turis dan paling dikenal di dunia Jadi, mengapa agama harus menghambat turis? Kecuali bila para penganut agama menafsirkan ajarannya secara picik sehingga antipati pada kehadiran turis! Wassalam, Dimas --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, radja perdamaian <radja_perdamaian@ ...> wrote: > > Jadi kalau mau maju parawisata harus bebas semua ya.....? > > kalau saya lihat itu yang salah, kalau hal ini dijadikan alasan untuk memajukan parawisata sama juga memajukan kemaksiatan, dan memajukan kehidupan barat di negara kita..... > > maka kiat selaku orang yang punya agama kayaknya harus kemabali ke hakikat kita, mana yang benar dan mana salah, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh... > > kalau itu tidak kita puanya maka kehancuran dan bencana yang akan kita dapatkan... > > > > > > ----- Original Message ---- > From: masdimas62 <masdimas62@ ...> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Sent: Wednesday, June 18, 2008 5:20:14 PM > Subject: [ppiindia] Re: Hotel dan Restoran Diminta Patuhi Syariat Islam > > > Sungguh sia-sialah bicara dengan para pemabuk... > Terlebih lagi dengan pemabuk agama .... > > Dimas. > > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Satrio Arismunandar > <satrioarismunandar @...> wrote: > > > > Sebelum adanya aturan syariat, dunia pariwisata Indonesia SUDAH > luluh lantak. > > Penyebabnya ya karena dikelola secara tidak profesional. Tidak usah > cari kambing hitam ke agama.... > > > > ----- Original Message ---- > > From: mediacare <mediacare@ ..> > > To: mediacare <[EMAIL PROTECTED] u ps.com>; media aceh <media- > [EMAIL PROTECTED] com>; media sumatera <media- > [EMAIL PROTECTED] s.com>; tourismindonesia@ yahoogroups. com; > pariwisata-indonesi [EMAIL PROTECTED] com; zamanku > <[EMAIL PROTECTED] s .com>; [EMAIL PROTECTED] s.com; pluralitas- > [EMAIL PROTECTED] com > > Sent: Wednesday, June 18, 2008 8:22:56 AM > > Subject: [ppiindia] Hotel dan Restoran Diminta Patuhi Syariat Islam > > > > > > Apakah ini jadi pertanda bakal luluh lantaknya dunia pariwisata > Indonesia? Dunia pariwisata akan maju kalau tidak berembel- embelkan > agama. > > > > Serambi Indonesia - Rabu, 18 Jun 2008 | 03:32:43 WIB ARSIP : > > > > 17/06/2008 09:46 WIB > > > > Hotel dan Restoran Diminta Patuhi Syariat > > > > BANDA ACEH - Pengelola hotel dan restoran di Banda Aceh diminta > untuk mengikuti dan mematuhi > > ketentuan Qanun-qanun Syariat Islam (QSI), dalam menjalankan > usahanya. Misalnya, tidak menyediakan makanan dan minuman yang > dilarang agama dan menyediakan mushala atau tempat shalat. Pengelola > hotel dan restoran juga harus menjaga kebersihan, ketertiban, dan > keamanan lingkungan sekitar. > > > > "Keberhasilan pelaksanaan syariat Islam sangat ditentukan oleh > peran serta semua pihak. Terutama > > pelaku pelayanan jasa baik perhotelan maupun restoran yang selalu > dikunjungi banyak orang," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan > Kota Banda Aceh, Drs Ramli Rasyid, saat membuka > > Pembekalan Qanun SI bagi pengelola hotel dan restoran se-Banda > Aceh, > > di Wisma Diana, Senin (16/6) kemarin. > > > > Kepala Dinas Syariat Islam dan Keluarga Sejahtera Kota Banda Aceh, > Drs M Natsir Ilyas MHum > > mengatakan, kegiatan pembekalan qanun syariat Islam itu bertujuan > > agar pengelola hotel dan restoran di Banda Aceh lebih memahami isi > > dari qanun-qanun yang ada. "Kami mengharapkan pengelola hotel dan > > restoran dapat menjadi partner pemerintah dalam mensukseskan > > pelaksanaan dan penerapan Syariat Islam di Banda Aceh," ujarnya. > > > > Ia menyebutkan, materi yang diberikan antara lain mengenai > implementasi QSI bagi pengelola hotel dan > > restoran di Banda Aceh dan pelaksanaan konsep pariwisata dalam > > bingkai SI. "Materi koordinasi stakeholders guna menunjang visi > > bandar wisata Islami, dan pelaksanaan Syariat Islam bagi warga > asing > > dan non muslim juga diberikan," rinci Natsir.(ami) > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed]

