yg sesat wajib dibubarkan! setelah ahmadiyah, ya JIL donk hehe kata
bung OMA, "TERLALUUU!"

Antara Kami, Gus Dur dan JIL : Siapa yang Bohong ?      
for everyone

assalaamu'alaikum wr. wb.

 

Ceritanya begini.  Pada suatu saat yang berbahagia, JIL menugaskan
Guntur Romli untuk mewawancarai salah satu panutan JIL yang paling
terkenal, yaitu Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.  Arah wawancaranya
kira-kira adalah untuk mencari dukungan (atau fatwa) dari Gus Dur
untuk bersama-sama menolak RUU APP dan berbagai Perda yang `berbau-bau
syariat Islam'.  Hasil wawancara itu kemudian dirilis dalam bentuk
tertulis di situs resmi JIL.

 

Dalam wawancara tersebut, Gus Dur mengatakan (sebagaimana tertulis
dalam situs JIL tadi) bahwa Al-Qur'an adalah Kitab porno.  Contoh ayat
yang dinilainya porno adalah ayat tentang ibu yang menyusui anaknya. 
Gus Dur bahkan menyebut Al-Qur'an sebagai Kitab paling porno sedunia.

 

Dalam waktu singkat, banyak orang langsung bereaksi terhadap hasil
wawancara tersebut.  Salah satunya adalah saya sendiri, dan tanggapan
pribadi saya atas pernyataan-pernyataan Gus Dur tersebut saya tuangkan
dalam artikel saya yang berjudul "Lucunya Gus Dur".  Selain saya,
banyak juga yang telah menganalisa hasil wawancara tersebut dan
memberikan tanggapan terhadapnya, antara lain majalah Hidayatullah dan
koran Duta Masyarakat.

 

Tidak terlalu lama, tiba-tiba saja muncul `serangan balik' dari pihak
pendukung Gus Dur dan JIL.  Guntur Romli sebagai pewawancara pun
angkat bicara di majalah Tempo.  Menurutnya, Gus Dur sama sekali tidak
pernah menyebut Al-Qur'an sebagai Kitab paling porno sedunia. 
Sebaliknya, Gus Dur justru menegaskan bahwa di otak orang-orang yang
pikirannya selalu ngeres, Al-Qur'an pun bisa dianggap porno.  Tentu
saja, tanggapan ini menimbulkan tanda tanya besar karena sudah
sedemikian banyak orang yang bersaksi bahwa transkrip wawancara dengan
Gus Dur di situs JIL benar-benar memuat penyebutan Al-Qur'an sebagai
Kitab paling porno itu.

 

Lebih lanjut, para pendukung Gus Dur pun kemudian berjuang menuntut
ganti rugi milyaran rupiah kepada koran Duta Masyarakat atas `berita
bohong' yang disebarluaskannya.  Tentu saja hal ini mengejutkan banyak
pihak.  Benarkah Gus Dur difitnah?  Benarkah para pengkritiknya itu
salah lihat?  Saya sendiri sempat dihujani komentar oleh salah seorang
pendukung Gus Dur dan dituduh telah melakukan provokasi, bahkan
dianggap telah melakukan kefasikan.

 

Keadaan semakin berlarut-larut dengan kejadian di Purwakarta, di mana
Gus Dur konon diusir oleh massa dari ormas-ormas Islam ketika sedang
berbicara dalam sebuah forum diskusi lintas agama.  Alasannya,
katanya, karena Gus Dur menyebut ormas-ormas Islam tersebut sebagai
`preman berjubah'.  Akibat dilansirnya berita ini oleh berbagai media
massa, maka para pendukung Gus Dur pun bereaksi persis ketika Gus Dur
hendak dilengserkan dari kursi kepresidenan dahulu.  Semuanya marah
dan siap berkelahi.

 

Setelah itu, berita pun menjadi simpang-siur.  Ada saksi yang berkata
bahwa Gus Dur sama sekali tidak diusir.  Yang terjadi sebenarnya
(menurut saksi tersebut) adalah Gus Dur `melarikan diri' setelah
seseorang menanyakan padanya (dalam forum diskusi tersebut) mengenai
ucapannya yang menyebut Al-Qur'an sebagai Kitab paling porno sedunia.
 HTI – sebagai salah satu ormas Islam yang dituduh telah mengusir Gus
Dur – menggugat Koran Tempo karena telah menyebarkan berita bohong
tanpa verifikasi sama sekali.  Yang mengejutkan, akhirnya malah Gus
Dur sendiri yang bilang bahwa dirinya tidak diusir oleh siapa pun.
 

Kembali pada permasalahan utama : benarkah Gus Dur telah menyebut
Al-Qur'an sebagai Kitab paling porno sedunia?  Gus Dur bilang tidak,
Guntur Romli juga bilang tidak.  Sekian banyak orang bersaksi bahwa
Gus Dur memang pernah berkata demikian, sesuai dengan transkrip
wawancara di situs JIL.


`Keajaiban' terjadi ketika tidak berapa lama kemudian semua mata
kembali tertuju pada titik awal dari semua masalah ini, yaitu situs
JIL.  Ketika dicek kembali ke transkrip wawancara yang dimaksud,
ternyata pernyataan kontroversial tadi menghilang tanpa jejak.  Apakah
para pengkritik Gus Dur (termasuk saya) memang memiliki mata yang
benar-benar tidak dapat diandalkan?

 

Dalam hal ini kita berutang budi pada saudara Harry Sufehmi.  Dalam
salah satu jurnal di blog-nya – yang kemudian menyebar dari milis ke
milis – ia menunjukkan sebuah tindak kebohongan luar biasa yang menipu
banyak orang dan memicu begitu banyak fitnah.  Akar dari semua
permasalahan ini adalah kebohongan JIL, sesuai perkiraan banyak orang
yang telah bereaksi keras terhadap hasil wawancara Guntur Romli
terhadap Gus Dur tadi.


Saudara Harry Sufehmi melakukan proses pencarian melalui archive.org
dan google.com, namun database pada situs-situs tersebut telah
di-update, sehingga sama sekali tidak menunjukkan penyebutan Al-Qur'an
sebagai Kitab paling porno sedunia.  Pencarian tersebut kemudian
membuahkan hasil ketika Harry Sufehmi melakukan pencarian melalui
yahoo.com.  Ternyata, yahoo.com ketika itu belum meng-update
database-nya sehingga masih terlihat jelas ucapan Gus Dur yang
kontroversial tersebut.  Karena khawatir temuannya akan segera
`berubah' ketika yahoo.com memperbarui database-nya, maka ia pun
menyimpannya dalam bentuk screenshot (jika tidak bisa dibuka, klik
disini).


Sekarang, jelaslah kebenarannya.  Para pengkritik Gus Dur jelas tidak
salah, karena mereka telah merujuk langsung pada situs resmi JIL. 
Kalau memang benar Gus Dur tidak pernah menyebut Al-Qur'an sebagai
Kitab paling porno sedunia, maka sewajarnyalah ia (dan para
pendukungnya) menuntut JIL trilyunan rupiah, bahkan kalau perlu sampai
bubar saja.  Kalau benar JIL telah memfitnah Gus Dur, maka saya yakin
para pengkritik ucapan Gus Dur tadi (termasuk saya) akan berbalik arah
mendukung Gus Dur habis-habisan untuk menggulung JIL.


Saya akan menutup uraian ini dengan mengutip kalimat terakhir dalam
salah satu jurnal di blog saudara Harry Sufehmi yang ditujukan kepada
JIL dan para pendukungnya : "Mengubah artikel sendiri, lalu menuntut
orang lain yang mengutipnya – wow that's REALLY low."

Ya, memang serendah itulah perbuatan JIL dan kawan-kawan
seperjuangannya.  Jika Anda merasa siap menjual seluruh harga diri,
bolehlah membela mereka.

 

wassalaamu'alaikum wr. wb.

Kirim email ke