http://www.antara.co.id/arc/2008/6/17/presiden-jangan-keliru-siarkan-agama/
Presiden: Jangan Keliru Siarkan Agama
Serang (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta, agar jangan
ada pihak yang salah menyiarkan agama karena pasti membawa pertentangan dalam
masyarakat.
Dalam pidatonya pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-22
di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Serang, Selasa, Presiden meminta
agar kaum ulama dapat menyelesaikan dengan baik masalah pertentangan karena
kekeliruan penyiaran agama.
"Diharapkan ulama dapat selesaikan dengan baik dan pimpin kembali umat yang
keliru," ujarnya.
Presiden menambahkan, adalah keliru membiarkan seseorang salah arah dan
tersesat dan harus diselamatkan dengan penuh tanggungjawab, serta rasa
persaudaraan.
Presiden juga mengingatkan, tidak boleh ada siapa pun yang mengatasnamakan
Islam, tetapi tidak bisa berperilaku Islami.
"Islam itu damai, Islam itu teduh, Islam itu cinta keadilan. Islam itu jauhi
kekerasan dan Islam menjauhi permusuhan," ujarnya.
Jika terjadi salah paham dan beda pendapat, maka Presiden mengajak masyarakat
untuk menyelesaikan masalah dengan damai dan tidak membiasakan diri dengan
kekerasan.
Presiden mengatakan, dari pertemuannya dengan para pemimpin negara Timur Tengah
dan pemimpin dunia lainnya, ia menangkap sikap internasional yang menaruh
harapan kepada Indonesia untuk membangkitkan Islam yang teduh dan cinta damai.
"Sebagai bangsa Islam terbesar di dunia dengan kepatuhan kepada Quran,
Indonesia bisa menampilkan Islam sebagai rahmat semesta alam," tutur Presiden.
Dunia berharap, agar Indonesia dapat memelihara kedamaian melalui kebangkitan
islam yang teduh dan saling menghargai perbedaan, demikian Presiden Yudhoyono.
(*)
[Non-text portions of this message have been removed]