http://www.antara.co.id/arc/2008/6/17/para-astronom-temukan-sistem-planet-dengan-tiga-super-bumi/
Para Astronom Temukan Sistem Planet Dengan Tiga Super-Bumi
Garching, Jerman (ANTARA News) - Para astronom, Senin, menyatakan mereka telah
mendeteksi sebuah sistem planet yang jauh dengan tiga planet yang berukuran tak
seberapa besar ketimbang Bumi kita.
Penemuan ini dipandang sebagai salah satu penemuan yang paling menjanjikan
hingga sejauh ini dalam upaya memburu kehidupan di antariksa bagian luar.
Tak seperti kebanyakan dari 300 benda langit yang disebut ekso-planet yang
ditemukan dalam 13 tahun terakhir, trio planet tersebut boleh jadi cukup kecil
untuk memiliki permukaan batuan.
Sebagian besar dari 300 ekso-planet merupakan planet bergas seperti Jupiter dan
Saturnus, sehingga tak dapat mendukung kehidupan seperti yang kita kenal selama
ini.
Kantor pusat di Garching dekat Observatorium Selatan Eropa (ESO) di Munchen
menyatakan ketiga planet mengorbit bintang HD 40307 dalam galaksi Bima Sakti
kita, 42 tahun cahaya jauhnya dari Bumi.
Satu tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer.
Penemuan ini diumumkan pada konferensi tiga hari mengenai Super-Bumi Ekstra
Solar yang dimulai Senin di Nantes, Prancis.
Bintang tersebut dapat disaksikan dari Belahan Bumi Selatan antara konstelasi
Dorado dan Pictor. HD 40307 hampir serupa dengan Matahari.
Definisi Super-Bumi
Sebuah Super-Bumi dirumuskan sebagai sebuah planet dengan massa lebih dari 15
kali massa planet kita, kata ESO.
Trio planet itu memiliki massa antara 4,2 hingga 9,4 kali massa Bumi,
berdasarkan kalkulasi goyangan pada HD 40307.
Namun demikian, orbit mereka di sekitar bintang itu sangat cepat, yakni selama
4,3, 9,6 dan 20,4 hari. Berbagai ekso-planet dengan orbit yang cepat amat mudah
ditemukan ketimbang planet lainnya dengan orbit lambat, seperti Bumi yang
mengedari Matahari selama 365 hari.
Ketiga planet dideteksi dengan spektograf HARPS, sebuah alat yang dipsang pada
teleskop ESO yang bergaris tengah 3,6 meter di La Silla, Chile.
Planet terbentuk dari piringan gas dan reruntuhan debu sisa dari pembentukan
sebuah bintang. Berapa lama proses pembentukan planet berlangsung masih menjadi
perdebatan para pakar.
Bumi diyakini berusia sekitar 4,5 miliar tahun, dan Matahari sekitar 100 juta
tahun lebih tua daripada Bumi, demikian laporan DPA dan AFP. (*)
[Non-text portions of this message have been removed]