----- Pesan Diteruskan ----

Dari: KontraS Aceh <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: milist APKBF bumi flora <[EMAIL PROTECTED]>; Hospi LBH <[EMAIL 
PROTECTED]>; Afridal LBH <[EMAIL PROTECTED]>; Faisal Hadi <[EMAIL PROTECTED]>; 
Hendra AJMI <[EMAIL PROTECTED]>; akhirudin gerak <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; Ibu Khairani RPUK <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; KH2AU 
Murtala <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; koalisi milis <[EMAIL PROTECTED]>
Terkirim: Jumat, 20 Juni, 2008 13:53:34
Topik: [apk_bumiflora] Mohon dukungan u/ pressure kasus pembunuhan Munir


Teman2,
Sehubungan dengan banyaknya komentar negatof atas penangkapan Muchdi PR (eks. 
Deputi V BIN) sebagai tersangka baru pembunuhan Munir. Kami mohon dukungan 
teman-teman (lembaga atau personal) untuk dapat memberikan tekanan terhadap 
Polri untuk terus melakukan penyidikan kasus pembunuhan Munir.
Berikut kami lampirkan dratt siaran pers yang akan kami kirim, silahkan 
membalas email ini bila bersedia dan mengoreksi draft siaran persnya.
Kami tunggu balasannya sampai tanggal 22 Juni 2008 pukul 10.00 WIB.
 
Terima kasih sebelumnya,
Asiah – KontraS Aceh
 
DRAFT
Siaran Pers
Terkait Penangkapan Tersangka Baru Kasus Munir
MUCHDI PR BUKAN PERENCANA TUNGGAL
 
Kami dari komunitas masyarakat sipil Aceh mengapresiasi penangkapan dan 
penetapan Muchdi PR (eks Deputi V BIN) sebagai tersangka baru oleh Kepolisian 
RI. Perkembangan ini adalah kemajuan penting pengungkapan konspirasi pembunuhan 
Munir menuju anak tangga yang lebih tinggi karena kami meyakini Muchdi PR 
bukanlah satu-satunya pelaku yang bertanggungjawab. 
 
Keyakinan ini berdasar pada terungkapnya nama-nama pejabat tinggi BIN lainnya 
dalam persidangan terpidana Indra Setiawan dan Pollycarpus. Dalam persidangan 
itu, Indra mengakui adanya arahan Muchdi PR dan adanya permintaan As’ad Said 
Ali yang menjabat Wakil Kepala BIN saat itu dalam pengangkatan Polly sebagai 
Aviation Security. Dari keterangan Ucok terungkap perencanaan membunuh Munir 
yang melibatkan Sentot Waluyo (Agen BIN), Johanes Wahyu Saronto (Deputi IV BIN) 
dan Manunggal Maladi (Deputi II BIN). 
 
Dengan munculnya fakta-fakta hukum tersebut dan sejalan dengan rekomendasi Tim 
Pencari Fakta (TPF) Kasus Munir yang dibentuk Presiden RI maka keterlibatan eks 
Kepala BIN Hendropriyono perlu diusut lebih lanjut. 
 
Oleh karena itu, kami berharap Kejaksaan Agung tidak memosisikan Muchdi PR 
sebagai satu satunya perencana dan pemberi perintah dalam dakwaan. Sebaliknya, 
Kejagung harus menempatkan Muchdi PR sebagai bagian yang terlibat dalam 
perencanaan dan pemberi perintah bahkan aksi lapangan. 
 
Kami juga meminta Kejagung dapat menunjuk jaksa-jaksa penuntut yang kredibel, 
bersih dari korupsi dan impunitas. Terutama, dengan kondisi mencuatnya kasus 
korupsi di internal Kejagung saat ini. Pertimbangan lain yang penting adalah 
keberanian, karena sejarah Muchdi sendiri, seperti diketahui bersama kerap 
dihubungkan dengan kasus Penculikan Aktivis 1997-1998 dan kasus Dukun Santet di 
Jawa Timur 1998.  
 
Pengungkapan pembunuhan Munir sampai semua aktor perencana dan pemberi perintah 
adalah penting bagi masyarakat untuk diketahui. Pengungkapan kasus ini tidak 
hanya menghukum pelaku sebagai anggota BIN ataupun militer, namun memperbaiki 
institusi intelijen, militer dan demokratisasi di Indonesia . Dengan demikian, 
dukungan masyarakat, baik organisasi masyarakat maupun partai politik adalah 
energi utama dari cita-cita perubahan yang mulia itu.  
 
Banda Aceh, 22 Juni 2008
Hendra Budian (AJMI), Asiah (KontraS Aceh), Akhiruddin Mahyuddin (GeRAK Aceh), 
Banta Syahrizal (ACSTF), Ali Zamzami (SPKP HAM), Ayie (Sri Ratu), Liza Dayani 
(WRPM), Rukayah (KKP-HAM), Murthala (K2HAU), Hospinovrizal Sabrie (LBH Banda 
Aceh), Djawon (Indaz Studio), Yuniko Hariyatna (E-Card), Ghafur (LeuHAM), Basri 
(KAMMI), Fachrul Razi (Pusat Penguatan Perdamaian), Zakir Pahlevi (Komunitas 
Pedagang K-5), Puspa Dewy (Solidaritas Perempuan), Norma Manalu (RPUK), Shadia 
Marhaban (LINA), Heri Saputra (PB HAM Pidie), Rahmatan (Srikandi Aceh), 
Fadhillah (ACH), Habibie (ASHO), Nursiti (Balai Syura Ureung Inoeng Aceh), 
Khairani Arifin (RPUK), Samsidar, …………………


Perdamaian Berkeadilan untuk Aceh!
 
KontraS Aceh
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Aceh
The Aceh Commission for Disappearances and Victims of Violence
Jl. Mujur No. 98 A, Lingkungan Raja Jalil, Gampong Lamlagang 
Banda Aceh 23239 Indonesia Telp./Fax. +62-651-40625
Email: kontrasaceh_ federasi@ yahoo.com Website: www.kontras. org/aceh 
    


      Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=%22ramalan+bintang%22&cs=bz&fr=fp-top

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke