Jangankan beradu mubahalah. Bahkan sumpah pocong yang oleh sebagian kalangan sering diremehkan itu betul-betul bisa punya dampak serius. Kebdetulan saya pernah memimpin program Perjalanan Islam di Indonesia di Trans TV, yang mengangkat tradisi Islam di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah tradisi sumpah pocong. Apapun namanya, sumpah pocong atau sumpah apapun, faktanya adalah ada 2 pihak yang sama-sama bersumpah atas nama Allah SWT di depan banyak saksi pula (biasanya warga/ulama setempat). Biasanya ini dijadikan jalan keluar untuk sengketa yang tidak bisa dicari jalan keluarnya, entah karena tak ada saksi atau barang bukti yang memadai untuk membenarkan salah satu atau menyalahkan yang lain. Memang, tidak harus menyebut "disambar petir" seperti yang dilakukan Sdr. Fauzan, tetapi tetap bahwa intinya "pihak yang salah akan ditimpa bencana." Menurut cerita ulama yang sering menjadi saksi sumpah pocong, yang terjadi biasanya dua hal: 1. Tepat ketika sumpah pocong mau dilakukan, salah satu pihak yang bersengketa merasa ngeri sendiri (mungkin dia tidak yakin dengan "kebenaran" versi yang dianutnya). Artinya, pihak ini batal ikut sumpah pocong, yang sama artinya dengan mengaku salah. 2. Kedua pihak nekad meneruskan sumpah pocong, dan kemudian dalam waktu tak lama (paling lama 1 bulan), salah satu pihak itu tertimpa bencana (entah mati karena serangan jantung, ketabrak mobil, dsb). Malah ada yang dalam beberapa jam saja, ketika pulang dari acara sumpah pocong itu, dia tewas dalam kecelakaan. Dengan demikian, perkara sengketa itu selesai dengan sendirinya. Dengan demikian, tradisi sumpah pocong itu tetap hidup di daerah tertentu di Indonesia, karena memang dianggap efektif menyelesaikan sengketa antar pihak, yang sulit diselesaikan dengan cara lain. Jadi, jangan sekadar dilihat dari wujud fisiknya yang mungkin sensasional dan dramatis (tubuh kita ditutup kain putih, persis seperti mayat/pocong, lalu disuruh bersumpah atas nama Allah SWT). Tetapi, menyebut asma Allah SWT, yang memang tidak boleh sembarangan. Karena, kebesaran dan kekuasaan Allah SWT pantang dipermainkan atau dilecehkan. Saya tidak heran jika di masa Rasulullah SAW masih hidup, tidak ada satu kaum pun (kaum kafir atau yang lain), yang berani beradu mubahalah dengan Rasulullah SAW. Mereka hanya berani mengata-ngatai, mencemooh, dan mengejek, tetapi ketika ditantang mubahalah, mereka mundur teratur.
Satrio Arismunandar Executive Producer News Division, Trans TV, Lantai 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com http://satrioarismunandar.multiply.com "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal) ----- Original Message ---- From: Rizal Muhammad <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, June 20, 2008 11:46:48 AM Subject: Re: [kahmi_pro_network] FAUZAN MENANTANG MUBAHALAH AHMADIYAH DAN PEMBELANYA Saya yakin om Fauzan, gak ada satupun yang berani, karena mentalnya pengecut semua. Orang-orang Ahmadiyah sadar betul kalau keyakinannya itu pasti palsu apalagi dengan pembela-pembelanya yang orientasinya hanya segepok dollar. Buat proposal ke lembaga donor diluar dengan mengatas namakan HAM, Kebebasan, Prulalissisme. Nanti kalau dollar cair ke kantong-kantong mereka, lalu buatlah seminar, buku-buku, demo-demo atas nama HAM, Kebebasan dan Prulalisme. Gak tau apa bangsa dan negara ini sudah tergadaikan sama orang-orang seperti ini. Silakan Kunjungi friendster gue http://profiles. friendster. com/17090780 >>Jangan Sekali-sekali berpikir untuk berhenti berpikir<< --- On Thu, 6/19/08, Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Oom. Fauzan, Lembaganya sudah berbadan hukum atau hanya otb ? Jadi ingan akkbb yg di sue ilegal ... :)) Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network -----Original Message----- From: fauzan al-anshari <ansharallah@ yahoo.co. id> Bismillah, saya Fauzan AL-Anshari, Dir. Lembaga Kajian Syariah Islam, demi mengakhiri fitnah ahmadiyah dan demi menjalankan QS. 3:61, dengan ini menantang MUBAHALAH kepada ahmadiyah dan pembelanya bahwa siapa yang dusta akan disambar petir paling lama 3 hari. Mubahalah dilaksanakan di depan Istana. Mohon disebarkan. Ttd Fauzan Al-Anshari 0811100138 [Non-text portions of this message have been removed]

