ehem ehem ... jangan lupe Bang.. Ane di belakang ente lho.. Pokoknye, ente ngelangke ke kiri, ane ke kiri, Abang kanan ane juga kanan.
Mode "Golok" on On 6/19/08, sipitung68 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ehem ehem..udah nih?! > aye baru ngeluarin kembang2nye nih, lom jurus pamungkasnye, kecewa > berat nih! > bang thamrin & bang hamid, gmana nih komennye? > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "sipitung68" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Sidik > Permana" <sidikpam@> wrote: > > > > > > Kalau Bang Pitung membaca artikel tersebut dengan seksama, tentu anda > > > akan temukan jawaban dari pertanyaan anda tersebut. Mungkin karena > > > anda terlalu sibuk, anda tidak bisa membaca dengan baik. Coba anda > > > buka q.s. al-baqarah:62; al-Maidah:69 dan al-Hajj:17; an-Nisa 123- > > > 124. > > > > -- > > oke dah bang, aye kutip ayatnya skalian dibahas biar jelas dah hehe.. > > > > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang > > Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang > > benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh > > mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran > > kepada mereka, dan tidak mereka bersedih hati. QS2:62 > > > > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan > > orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar saleh, maka tidak > > ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati. QS5:69 > > > > emang enak banget klo nafsirin ayat Alquran pake hawa nafsu hehe > > mantaf dah! > > > > menurut imam al Ghazali, Untuk layak menafsirkan al-Qur'an, anda harus > > menguasai bahasa Arab dan literatur hadis secara mendalam dan > > komprehensif, tidak setengah-setengah atau sepotong-sepotong. Jika > > prasyarat ini sudah terpenuhi, anda disarankan mengikuti prosedur yang > > berlaku: menafsirkan suatu ayat dengan ayat lain, dan atau menafsirkan > > ayat al-Qur'an dengan Sunnah/hadis Rasulullah SAW, dan atau > > menafsirkannya dengan keterangan para mufassirin dari kalangan > > Sahabat, Tabi`in, dan para ulama salaf. Demikian ditegaskan oleh Imam > > as-Suyuti dalam kitabnya, at Tahbir fi `Ilmi t-Tafsir (Beirut: Dar > > al-Fikr, 1996), hlm. 128-9. > > > > mari kita simak uraian Imam Ibnu Taimiyah dalam kitab Daqoiqut Tafsir, > > Sesungguhnya makna ayat ini hanyalah: Bahwa orang-orang yang beriman > > kepada Muhammad saw, dan orang-orang Hadu (yang bertobat, Yahudi) yang > > mengikuti Musa as yaitu mereka yang berada di atas syari'at sebelum > > dinasakh (dihapus) dan diganti, dan orang-orang Nasrani yang mengikuti > > Al-Masih as yaitu orang-orang yang berada di atas syari'at sebelum > > dinasakh (dihapus) dan diganti; dan orang-orang shobi'un (sabean) > > yaitu shobi'un hunafaa' (yang cenderung/ mengikuti kebenaran) seperti > > orang-orang dulu yaitu orang-orang Arab dan lainnya di atas agama > > Ibrahim, Isma'il, dan Ishaq sebelum diganti dan dinasakh (dihapus). > > Sesungguhnya orang-orang Arab dari anak Isma'il dan lainnya yang > > menjadi tetangga Baitul `Atiq (Ka'bah) yang dibangun Ibrahim dan > > Isma'il, mereka dulu adalah orang-orang hunafa' (cenderung/ mengikuti > > kebenaran) di atas agama Ibrahim sampai pada diubahnya agama Ibrahim > > itu oleh sebagian pemimpin Bani Khuza'ah yaitu Amru bi Luhai, dan > > dialah orang pertama yang mengubah agama Ibarahim dengan kemusyrikan > > dan mengharamkan apa-apa yang tidak diharamkan Allah. Oleh karena itu > > Nabi saw bersabda: > > > > Saya lihat Amru bin Amir bin Luhai Al-Huza'i menarik ususnya artinya > > perut besarnya di neraka, dan dialah orang pertama yang membuat > > saibah-saibah (binatang persembahan berhala tidak boleh untuk membawa > > beban). (HR Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad). Dan dialah orang yang > > pertama membuat bahirah (binatang untuk berhala, tidak seorangpun > > memeras susunya) dan membuat saibah-saibah dan mengubah agama Ibrahim. > > > > Demikian pula Bani Ishaq yang dulu sebelum diutusnya Musa, mereka > > memegangi agama Ibrahim, mereka termasuk orang-orang yang berbahagia > > dan terpuji. Maka mereka yang dulu berada di atas agama Musa, > > Al-Masih, Ibrahim dan semacamnya itulah yang dipuji Allah Ta'ala: > > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang > > Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang > > benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, > > mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran > > terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS > > Al-Baqarah/ 2: 62). > > > > Maka ahli kitab setelah (syari'at agama mereka) dinasakh (dihapus) dan > > diganti, mereka bukanlah termasuk orang yang beriman kepada Allah dan > > tidak beriman pula kepada Hari Akhir, dan beramal shalih. Sebagaimana > > firman Allah Ta'ala: > > > > Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak > > (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang > > telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan > > agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al > > Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang > > mereka dalam keadaan tunduk. (QS At-Taubah: 29). > > > > Dalam sejarah, Nabi Muhammad saw mengumumkan secara langsung untuk > > berangkat perang Tabuk untuk menghadapi kekuatan Nasrani Romawi, tahun > > 9 H. Nabi Muhammad saw biasanya tidak mengumumkan secara luas seperti > > itu. Namun dalam menghadapi kekuatan Nasrani Romawi, pengumuman pun > > dikumandangkan. Hingga pasukan Islam yang berangkat ke Tabuk berjumlah > > 30.000 orang, sedang para sahabat Nabi saw untuk membekali para > > pasukan Islam itu sampai ada yang menyerahkan hartanya seluruhnya, > > yaitu Abu Bakar ra. Utsman bin Affan yang dikenal sebagai orang kaya > > yang dermawan menyerahkan 900 unta dan seratus kuda serta uang kontan. > > Mereka yang hanya mampu menyerahkan kurma sekadarnya lantaran hanya > > itu milik mereka pun mereka serahkan untuk berjihad di jalan Allah > > melawan Nasrani. Meskipun harta-harta dan kendaraan telah diserahkan > > oleh para sahabat Nabi saw secara berlomba-lomba untuk meraih > > kebajikan, namun karena banyaknya jumlah pasukan Islam, maka setiap 18 > > orang hanya kebagian 1 kendaraan unta. Dan itupun di antara rombongan > > itu dalam perjalanan terpaksa menyembelih unta mereka untuk diambil > > airnya untuk diminum dan dagingnya untuk dimakan. Bahkan kadang mereka > > hanya makan daun. Saat itu panas terik. > > > > Selain jumlah 30.000 pasukan Islam itu masih ada orang-orang Islam > > yang menangis tidak bisa ikut memerangi Nasrani Romawi karena tidak > > punya bekal. Maka Allah menurunkan ayat, menjelaskan keadaan mereka: > > > > Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang > > kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: > > "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka kembali, > > sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran > > mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. (QS At-Taubah: > > 92). > > > > Melihat jumlah besar tentara Islam itu maka pasukan Romawi > > kocar-kacir, dan tidak terjadi peperangan, sedang sebagian pemimpin > > kabilah di bawah Romawi pilih mengadakan perjanjian dengan Nabi > > Muhammad saw dengan membayar jizyah. (Lihat Syaikh Shafiyyur Rahman > > Al-Mubarakafuri, Ar-Rahiqul Makhtum, bab Perang Tabuk). > > > > nah lho..! > > > > kata siape, amal2 orang kafir di terima oleh Allah? kate siape, orang > > kafir msk ke syurga? menurut ente, nasrani & yahudi, kafir atau bukan? > > jawab dah yg jujur kacang ijo donk! > > > > Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di > > tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, > > tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu > > apapun. Dan didapatinya Allah disisinya, lalu Allah memberikan > > kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat > > cepat perhitungan-Nya QS24:39 > > > > Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian > > pula Ya'qub. : "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih > > agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama > > Islam". QS2:132 > > > > Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau > > Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah : "Tidak, > > melainkan agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia dari golongan > > orang musyrik". QS2:135 > > > > ataukah kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan > > anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: > > "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih > > zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang > > ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu > > kerjakan. QS2:140 > > > > Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi > > dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali > > bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. > > > > Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang > > Shaabi-iin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang > > musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari > > kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. QS22:17 > > > > emang ayat ini cocok ma pertanyaan aye? > > keputusan ttg siapa di jln yg lurus akan dipastikan pd hari kiamat, > > itulah hari pengadilan! orang2 beriman & beramal soleh akan mendapat > > balasan, begitupula orang yg kafir. Jadi dont worry be happy dah! > > > > > > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan > > orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar saleh, maka tidak > > ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati. > > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan > > orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar saleh, maka tidak > > ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati. > > QS4:123-124 > > > > hehe..baca dlu donk ayat sebelumnye, > > > > Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami > > masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, > > mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu > > janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada > > Allah? QS4:122 > > > > Ente tahu ga, yg dimaksud orang2 beriman ini, beriman kaya' gmane? > > > > (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat > > dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, > > dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan > > kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka > > yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. QS2:3-4 > > > > Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan > > apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada > > Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang > > diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada > > nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di > > antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". QS2:136 > > > > Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari > > Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman > > kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan > > rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan > > antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan > > mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta`at". (Mereka berdo`a): > > "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". > > QS2:285 > > > > nah, orang kafir beriman ga kpd Alquran? beriman ga kpd Muhammad saw? > > beriman ga ma semua Rasul2Nya? pura-pura kaga tau ye..hehe..cuma sgini > > ni permainan abang sidik? > > > > Sabda Nabi saw: > > "Wa kaanan nabiyyu yub'atsu ilaa qoumihi khooshshotan wa bu'itstu ilan > > naasi 'aamatan." > > "Dahulu Nabi diutus khusus kepada kaumnya sedangkan aku (Muhammad) > > diutus untuk seluruh manusia." (Diriwayatkan Al-Bukhari 1/ 86, dan > > Muslim II/ 63, 64). > > > > Mungkin golongan tasykik -Islam Liberal masih berkilah, bahwa > > ayat-ayat dan hadits tentang diutusnya Nabi Muhammad untuk seluruh > > manusia ini bukan berarti Yahudi dan Nasrani sekarang baru bisa masuk > > surga kalau mengikuti ajaran Nabi saw. Kilah mereka itu sudah ada > > jawaban tuntasnya: > > 'An Abii Hurairota 'an Rasuulillahi saw annahu qoola: "Walladzii nafsi > > Muhammadin biyadihi, laa yasma'u bii ahadun min haadzihil Ummati > > Yahuudiyyun walaa nashrooniyyun tsumma yamuutu walam yu'min billadzii > > ursiltu bihii illaa kaana min ash-haabin naari." (Muslim). > > > > Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw bahwa beliau > > bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah > > seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu > > seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman > > dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni > > neraka." (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati > > nabiyyinaa saw ilaa jamii'in naasi wa naskhul milal bimillatihi, > > wajibnya beriman kepada risalah nabi kita saw bagi seluruh manusia dan > > penghapusan agama-agama dengan agama beliau). > > > > > > > > > Bahwa Allah memang menjadikan umat manusia dengan berbagai macam > > > aturan dan jalan, coba baca q.s. al-Maidah:48 > > > "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan > > > yang terang. Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikanNya > > > satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap > > > pemberiannya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. > > > Hanya kepada Allah kembali kamu semuanya. Lalu diberitahukannya > > > kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu." > > > > -- > > haha bise aje bang sidik ngutip ayat spotong2, emang ente kire kue > > bolu apa? > > > > Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, > > membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan > > sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka > > putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan > > janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan > > kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara > > kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah > > menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah > > hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka > > berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali > > kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu > > perselisihkan itu, QS5:48 > > > > agama yang satu, yaitu Islam, dan setiap umat punya syir'ah > > (syari'at), minhaj (jalan), dan mansak (tatacara ibadah). Tentang > > agama yang satu, Islam, sejak nabi pertama sampai nabi terakhir > > Muhammad saw agamanya tetap Islam, walaupun syari'atnya berbeda-beda. > > > > Tentang syari'at atau syir'atnya berbeda-beda ini bahkan dalam Islam > > yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw itu sendiri ada juga > > perbedaan-perbedaan antara syari'at yang pertama dan kemudian dihapus > > dengan syari'at yang kedua (baru), misalnya kiblat yang semula Baitul > > Maqdis kemudian dihapus dan diganti dengan Ka'bah di Masjidil Haram > > Makkah, namun agamanya tetap Islam. Jadi agama dari Allah tetap satu, > > Islam, walau syari'atnya bermacam-macam, diganti-ganti dengan syari'at > > yang baru. > > > > Agama yang lama yang dibawa oleh nabi terdahulu diganti dengan agama > > yang baru yang dibawa nabi berikutnya, walaupun masih sama-sama Islam, > > maka orang yang masih hidup wajib mengikuti yang baru. Syari'at yang > > lama diganti dengan yang baru, maka orang yang masih hidup wajib > > mengikuti yang baru. Sehingga dengan datangnya Nabi Muhammad saw yang > > diutus membawa agama Islam sebagai nabi terakhir, nabi yang paling > > utama, dan tidak ada nabi sesudahnya, wajib diikuti oleh seluruh > > manusia sejak zamannya sampai kelak. Diutusnya Nabi Muhammad saw ini > > berbeda dengan nabi-nabi lain, karena nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad > > saw itu masing-masing hanya untuk kaumnya. Sedang Nabi Muhammad saw > > diutus untuk seluruh manusia sejak saat diutusnya (610M) sampai hari > > kiamat kelak. Siapa yang tidak mengikutinya maka kafir, walaupun > > tadinya beragama dengan agama nabi sebelum Nabi Muhammad saw. > > Sedangkan orang yang mengikuti Nabi Muhammad saw pun kalau sudah ada > > syari'at baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw pula, lalu pengikut > > itu menolak dan ingkar, maka menjadi kafir pula. Misalnya, orang > > Muslim yang mengikuti agama Nabi Muhammad saw, sudah mendapat > > penjelasan bahwa kiblat yang baru adalah Ka'bah, sedang sebelumnya > > kiblatnya adalah Baitul Maqdis; lalu si Muslim itu menolak kiblat yang > > baru (Ka'bah), maka kafir pula, sebab menolak ayat-ayat Al-Qur'an yang > > diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Apalagi yang mengikuti agama > > nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw, begitu datang Nabi Muhammad saw > > sebagai utusan dengan Islam yang baru, maka wajib mengikuti Nabi > > Muhammad saw. Bila tidak, maka kafir. > > > > baca deh ayat sebelumnye, > > > > Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut > > apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan > > perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah > > orang-orang yang fasik. QS5:47 > > > > Maksudnya, agar mereka beriman kepada semua yang dikandungnya dan > > menjalankan semua yang Allah perintahkan kepada mereka. Dan di antara > > yang terdapat dalam Injil adalah berita gembira akan diutusnya > > Muhammad sebagai rasul, serta perintah untuk mengikuti dan > > membenarkannya jika dia telah ada. Sebagaimana firman Allah Ta'ala: > > > > Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun > > hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur'an yang > > diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan > > kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan > > kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih > > hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (QS Al-Maaidah: 68). > > > > (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) > > mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi > > mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang > > mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka > > segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan > > membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada > > mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, > > menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya > > (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS Al-A'raaf: > > 157). > > > > Oleh karena itu Allah berfirman di sini: > > > > Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan > > Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. (QS Al-Maaidah/ > > 5: 47). > > > > Yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Rabb mereka, dan > > cenderung kepada kebatilan serta meninggalkan kebenaran, dan telah > > berlalu bahwa ayat ini diturunkan mengenai orang-orang Nasrani dan > > itulah yang tampak dari redaksionalnya. > > > > bang sidik, ada lg ga nih jurus laennnya??? > > > > > > > > > > > > Salam, > > > Sidik > > > > > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, > "sipitung68" <sipitung68@> wrote: > > > > > > > > bang sidik, aye dah pernh baca ni tulisan! > > > > nah skrng aye test dah, klo ente bener2 muslim, ayat Alquran mane yg > > > > bilang amal2 penganut agama lain jg diterima ma Allah? hayoo..aye > > > > tanggepin jawara2 liberal, kroyokan jg bole hehe > > > > trus aye mau nanya ni, maksudnye 'perbedaan keyakinan memang sdh > > > > direncanakan oleh Allah' apa ni? > > > > aye lom ngarti ni, maklum aye khan orang kampung! > > > > buruan dah, mumpung aye lg nganggur ni > > > > > > > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Sidik > Permana" <sidikpam@> wrote: > > > > > > > > > > Rekan-rekan sekalian, manusia tidak akan mampu menyelesaikan > > > > > perselisihan tentang keyakinan. Karena itu, Allah lah yang kelak > > > akan > > > > > menyelesaikannya. Dan perbedaan keyakinan memang sudah > > > direncanakan > > > > > oleh Allah, sebagai ujian bagi kita semua. Tugas manusia seperti > > > juga > > > > > tercantum dalam kitab suci adalah berlomba-lomba dalam kebaikan, > > > > > terlepas dari agama yg dianut seseorang. Berikut adalah kutipan > > > tulisan > > > > > dari Kang Jalal, yg semoga dapat menjadi renungan bagi kita > > > semua. > > > > > > > > > > .......... > > > > > > > > > > Gamal al-Banna adalah aktivis Muslim, anggota al-Ikhwan al- > > > Muslimun. > > > > > Kita mungkin menyebutnya fundamentalis dan anti-Barat. Ia > > > berjuang > > > > > untuk menegakkan "negara tawhid", negara yang berdasarkan kalimat > > > La > > > > > ilaha Ilallah. Perjalanan hidupnya, riwayat perjuangannya, dan > > > kisah- > > > > > kisah kegagalannya mengantarkannya kepada sebuah refleksi yang > > > > > mendalam. Ia "mengunjungi kembali" pemikiran Islamnya. Di balik > > > terali > > > > > penjara, dalam ancaman penguasa (Muslim) yang tidak berperi > > > > > kemanusiaan, di tengah-tengah hiruk pikuk Kairo yang menyesakkan, > > > ia > > > > > menemukan epifani. Ia melihat dunia dengan cara yang baru. > > > Marilah kita > > > > > ikuti permenungannya: > > > > > Di negara-negara yang tidak memeluk Islam, masyarakatnya bekerja > > > dengan > > > > > gigih dan ikhlas. Mereka memiliki kejujuran dalam berkata, > > > > > profesionalisme, menepati janji dan akhlak-akhlak baik lainnya. > > > Mereka > > > > > juga menganggap kebohongan pejabat dalam memberikan keterangan > > > atas > > > > > satu perkara di depan pengadilan atau institusi negara merupakan > > > > > kejahatan besar yang tidak bisa diampuni kecuali dengan > > > pemecatan. > > > > > Contohnya adalah kasus yang menimpa Nixon yang menuduh musuh > > > politiknya > > > > > melakukan tindakan mata-mata. Begitu juga dengan Clinton yang > > > > > memiliki `hubungan khusus' dengan salah seorang pegawai gedung > > > putih. > > > > > Mereka menerima celaan, cacian dan denda yang tidak sedikit. > > > Sedangkan > > > > > sebagian besar pemimpin di negara-negara muslim selalu melakukan > > > > > kebohongan publik dan penyelewengan. Kerja mereka hanya menindas > > > dan > > > > > mengekang. Atas dasar alasan ini, maka masyarakat Eropa bisa jadi > > > lebih > > > > > dekat dengan Allah dan idealisme Islam dibanding banyak > > > masyarakat yang > > > > > mengaku sebagai pemeluk Islam. > > > > > Saya ingat masa ketika saya berada dalam tahanan di Tursina > > > bersama > > > > > orang-orang ikhwanul Muslimin pada tahun 1948. Ketika itu tempat > > > > > tahanan berada di tengah padang pasir yang di malam hari terang > > > dengan > > > > > berbagai cahaya lampu yang dipasang untuk mempermudah penjagaan. > > > > > Pemasangan lampu itu dilakukan oleh para tahanan yang memiliki > > > keahlian > > > > > dalam kelistrikan. Mereka juga menggunakan listrik untuk > > > memanaskan > > > > > air, mandi dan memasak. Saya berkata kepada mereka bahwa Thomas > > > Alfa > > > > > Edison akan masuk surga karena telah menemukan lampu yang > > > kemudian > > > > > digunakan oleh manusia sebagai penerang. Mendengar ucapan saya, > > > mereka > > > > > menolak dengan keras, "Tidak, karena dia tidak beriman kepada > > > Allah dan > > > > > RasulNya." Mereka seolah menganggap bahwa Islam telah dikenal di > > > > > Amerika dan Rasulullah telah mengajak Edison kepada Islam. Oleh > > > karena > > > > > itu mereka menolak pendapat saya. > > > > > Saya membalas penolakan mereka dengan mengutip firman Allah, > > > > > "Katakanlah, `Andai kalian menguasai gudang-gudang rahmat > > > Tuhanku, > > > > > kalian pasti akan menahannya karena takut untukk berderma. > > > Sesungguhnya > > > > > manusia sangat kikir'." (QS.Al-Isra: 100) > > > > > Sudah saatnya bagi para dai Islam untuk mengetahui bahwa mereka > > > tidak > > > > > dituntut untuk mengislamkan orang-orang yang beragama selain > > > Islam. > > > > > Mereka tidak berhak mengklaim bahwa selain orang Islam akan masuk > > > > > neraka, karena kunci-kunci surga bukan di tangan mereka. Sikap > > > seperti > > > > > itu merupakan pelanggaran keras terhadap wewenang Allah. Yang > > > dituntut > > > > > dari para dai, setelah al-Quran mengatakan, "Wahai orang-orang > > > yang > > > > > beriman, diri kalian adalah tanggung jawab kalian. Orang yang > > > tersesat > > > > > tidak akan membahayakan kalian ketika kalian mendapat petunjuk," > > > (QS. > > > > > Al-Maidah:105) adalah menjadi `saksi atas manusia". Para dai > > > hanya > > > > > bertugas memperkenalkan Islam kepada mereka kemudian menyerahkan > > > > > segalanya kepada mereka. Urusan konversi agama tidak hanya > > > menyangkut > > > > > iman dan teori. Ini juga menyangkut hubungan sosial dan > > > konsekuensi- > > > > > konsekuensi selanjutnya. Hidayah hanya datang dari Allah, bukan > > > dari > > > > > seorang rasul[1]. > > > > > Gamal al-Banna berubah dari seorang eksklusif menjadi seorang > > > pluralis. > > > > > Secara sederhana, umat beragama yang eksklusif berpendapat bahwa > > > hanya > > > > > pemeluk agamanya saja yang selamat dan masuk surga. Di luar > > > lingkungan > > > > > agama kita, semuanya masuk neraka. Dalam bahasa Gamal al-Banna, > > > seorang > > > > > ekslusivis merasa "menguasai gudang-gudang rahmat Tuhan" dan > > > menahannya > > > > > hanya untuk kelompoknya saja. Rahmat Tuhan itu meliputi langit > > > dan > > > > > bumi, tetapi kasih sayang kaum ekslusivis terbatas pada rumahnya > > > > > sendiri. Mereka berkata: Yang masuk surga hanya orang Islam saja. > > > > > Sebagian lagi menyatakan: itu pun tidak semua orang Islam. Umat > > > Islam > > > > > akan pecah menjadi 73 golongan. Semua masuk neraka, kecuali > > > golonganku. > > > > > Lebih lanjut, dalam golonganku, semuanya masuk neraka keuali > > > mereka > > > > > yang ikut kepada Ustaz Fulan saja. Maka rahmat Allah yang > > > meliputi > > > > > langit dan bumi sekarang diselipkan di sudut surau yang sempit. > > > > > Bertentangan dengan kaum eksklusivis adalah kaum pluralis. Mereka > > > > > berkeyakinan bahwa semua pemeluk agama mempunyai peluang yang > > > sama > > > > > untuk memperoleh keselamatan dan masuk surga. Semua agama benar > > > > > berdasarkan kriteria masing-masing. Each one is valid within its > > > > > particular culture. Mereka percaya rahmat Allah itu luas. "Al- > > > > > Khalqu `iyâli", firman Tuhan dalam hadis Qudsi. Semua makhluk itu > > > > > keluarga besar Tuhan. Mereka tidak mengerti mengapa ada manusia > > > yang > > > > > berani membatasi kasih sayang Tuhan. Mereka heran mengapa ada > > > orang > > > > > yang mengambil alih wewenang Tuhan. Al-Banna bertanya: > > > > > > > > > > "Keberanian yang luar biasa dalam merampas wewenang Allah! Apakah > > > > > mereka yang memegang kunci-kunci neraka? Apakah mereka yang > > > > > menenggelamkan manusia ke dalam neraka? Atas dasar apa mereka > > > membangun > > > > > kesimpulan itu? Bagaimana kesadaran mereka atas rahmat Allah yang > > > tidak > > > > > terbatas yang akan membalas satu kebaikan dengan tujuh ratus > > > lipat > > > > > kebaikan? Kasih sayang seorang ibu hanyalah satu dari seratus > > > kasih > > > > > sayang-Nya. Dia tidak akan menenggelamkan manusia ke dalam > > > neraka, > > > > > kecuali manusia-manusia pembangkang yang berbuat kerusakan dan > > > > > kezaliman di muka bumi ini."[2] > > > > > Pertanyaan Al-Banna adalah juga pertanyaanku sekian lama. > > > Jawabanku > > > > > sama seperti jawaban Al-Banna. Kasih sayang Tuhan jauh lebih luas > > > dari > > > > > kasih sayang ibu kepada anak-anaknya. Tetapi apakah itu punya > > > dasar > > > > > dalam Al-Quran? Dalam tulisan ini, saya ingin menunjukkan > > > sebagian dari > > > > > dalil-dalil pluralisme dalam Al-Quran dan komentar para ahli > > > tafsir > > > > > berkenaan dengannya. Saya memilih dua buah tafsir saja. Pertama, > > > > > Tafsir , yang ditulis oleh Sayyid Husseyn Fadhlullah, tokoh > > > Hizbullah > > > > > Lebanon, mewakili mazhab Ahlul Bayt; kedua, Tafsir Al-Manar yang > > > > > ditulis oleh Sayyid Rasyid Ridha, tokoh pembaharu Islam yang > > > dikenal > > > > > sebagai fundamentalis, mewakili mazhab Ahlu al-Sunnah; > > > > > Ayat-ayat Pluralisme > > > > > Apakah orang-orang "kafir" non-Muslim- menerima pahala amal > > > salehnya? > > > > > Benar, menurut Al-Baqarah 62, yang diulang dengan redaksi yang > > > agak > > > > > berbeda pada Al-Maidah 69 dan Al-Hajj 17. > > > > > Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang > > > > > Nashrani, dan orang-orang Shabi-in[3], siapa saja di antara > > > mereka yang > > > > > benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal > > > saleh, > > > > > mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada > > > kekhawatiran > > > > > terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. > > > > > Sayyid Husseyn Fadhlullah dalam tafsirnya menjelaskan: > > > > > Makna ayat ini sangat jelas. Ayat ini menegaskan bahwa > > > keselamatan pada > > > > > hari akhirat akan dicapai oleh semua kelompok agama iniyang > > > berbeda- > > > > > beda dalam pemikiran dan pandangan agamanya berkenaan dengan > > > akidah dan > > > > > kehidupan dengan satu syarat: memenuhi kaidah iman kepada Allah, > > > hari > > > > > akhir, dan amal saleh (garis bawah dari penulis). > > > > > Ayat-ayat itu memang sangat jelas untuk mendukung pluralisme. > > > Ayat-ayat > > > > > itu tidak menjelaskan semua kelompok agama benar, atau semua > > > kelompok > > > > > agama sama. Tidak! Ayat-ayat ini menegaskan bahwa semua golongan > > > agama > > > > > akan selamat selama mereka beriman kepada Allah, hari akhir, dan > > > > > beramal saleh. Sebagian mufasir yang eksklusif mengakui makna > > > ayat-ayat > > > > > itu sebagaimana dijelaskan oleh Husseyn Fadhlullah, tetapi mereka > > > > > menganggap ayat-ayat itu dihapus (mansukh) oleh Ali Imran 85: > > > > > Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali > > > tidaklah > > > > > akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang- > > > orang yang > > > > > rugi. Mereka bersandar pada hadis yang lemah- dari Ibnu Abbas > > > (Lihat, > > > > > misalnya, Tafsir Thabari). > > > > > > > > > > Menurut Sayyid Husseyn Fadhlullah, makna ayat ini tidaklah > > > bertentangan > > > > > dengan ayat yang kita bicarakan. Karena itu, tidak ada ayat yang > > > > > dimansukh. Islam pada Ali Imran 85 adalah Islam yang "umum, yang > > > > > meliputi semua risalah langit, bukan Islam dalam arti istilah", > > > bukan > > > > > Islam dalam arti agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. > > > Kesimpulan > > > > > itu diambil Fadhlullah dari konteks ayat itu. Pada Ali Imran 19, > > > Tuhan > > > > > berfirman: Sesungguhnya agama itu di sisi Allah adalah Islam. > > > Menurut > > > > > Al-Quran, semua agama itu Islam. Ini diperkuat dengan ayat-ayat > > > yang > > > > > lain: Ingatlah ketika Tuhannya berkata kepadanya (Ibrahim); > > > Islamlah > > > > > kamu. Ibrahim berkata: Aku Islam kepada Tuhan Pemelihara semesta > > > Alam. > > > > > Dan ketika Ibrahim dan Ya'qub berwasiat dengannya kepada anak- > > > anaknya: > > > > > Wahai anak-anaku, sesungguhnya Allah telah memilih bagi kamu > > > agama, > > > > > maka janganlah kamu mati kecuali kamu menjadi orang-orang Islam > > > (Al- > > > > > Baqarah 131-132). > > > > > Seperti Fadhlullah, saya pun berpendapat bahwa Islam dalam Ali > > > Imran 85 > > > > > adalah "kepasrahan total" (untuk uraian yang lebih dalam tentang > > > > > makna "al-din" dan "al-islam" dapat dilihat pada buku Islam dan > > > > > Pluralisme karya Jalaluddin Rakhmat -peny). Lebih lanjut, > > > Fadhlullah > > > > > mengatakan bahwa Al-Baqarah 62 dimaksudkan untuk menegaskan unsur > > > asasi > > > > > yang mempersatukan semua agama dan menjadi syarat untuk > > > memperoleh > > > > > pahala Allah. Ia menyindir orang yang merasa akan selamat hanya > > > karena > > > > > nama atau penampilan lahiriah saja. Keselamatan adalah berpegang > > > teguh > > > > > pada keimanan kepada Allah dan amal saleh. Dalam Al-Quran orang- > > > orang > > > > > yang berpegang pada keselamatan karena nama disindir sebagai > > > bersandar > > > > > pada angan-angan: (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan- > > > > > anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli > > > Kitab. > > > > > Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi > > > pembalasan > > > > > dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak > > > (pula) > > > > > penolong baginya selain dari Allah (Al-Nisa 123)[4]. > > > > > Ayat ini, Al-Nisa 123, juga disebut oleh Sayyid Rasyid Ridha[5] > > > ketika > > > > > menjelaskan Al-Baqarah 62: > > > > > Artinya: hukum Allah itu adil dan sama. Ia memperlakukan semua > > > pemeluk > > > > > agama dengan sunnah yang sama, tidak berpihak pada satu kelompok > > > dan > > > > > menzalimi kelompok yang lain. Ketetapan dari sunnah ini ialah > > > bahwa > > > > > bagi mereka pahala tertentu dengan janji Allah melalui lisan > > > Rasul > > > > > mereka. > > > > > Ayat ini menjelaskan sunnah Allah swt dalam meperlakukan umat- > > > umat baik > > > > > yang terdahulu maupun yang kemudian sesuai dengan ketentuan Allah > > > swt: > > > > > (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang > > > kosong dan > > > > > tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang > > > > > mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan > > > kejahatan > > > > > itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong > > > baginya > > > > > selain dari Allah. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, > > > baik > > > > > ia laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka > > > mereka > > > > > itu masuk ke dalam sorga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit > > > pun. > > > > > (Al-Nisa 123-124). > > > > > Tidak ada masalah kalau tidak disyaratkan iman kepada Nabi saw. > > > Ayat > > > > > ini menjelaskan perlakuan Allah kepada setiap umat yang > > > mempercayai > > > > > Nabi dan wahyunya masing-masing, yang mengira bahwa kebahagiaan > > > pada > > > > > hari akhirat seakan-akan pasti akan tercapai hanya karena ia > > > Muslim, > > > > > Yahudi, Nashara, atau Shabiah, misalnya. Padahal Allah berfirman > > > bahwa > > > > > keselamatan bukan karena kelompok keagamaan (jinsiyyah diniyyah). > > > > > Keselamatan dicapai dengan iman yang benar yang menguasai jiwa > > > dan amal > > > > > yang memperbaiki manusia. Karena itu, tertolaklah anggapan bahwa > > > > > keputusan Allah bergantung pada angan-angan orang Islam dan angan- > > > angan > > > > > Ahli Kitab. Sudah ditetapkan bahwa keputusan Allah bergantung > > > pada amal > > > > > baik dan iman yang benar. > > > > > Dikeluarkan oleh Ibn Jarir dan Ibn Abi Hatim dari Al-Suddi. Ia > > > berkata: > > > > > Orang-orang Islam bertemu dengan orang-orang Yahudi dan Nashara. > > > Orang > > > > > Yahudi berkata kepada orang Islam: Kami lebih baik dari kalian. > > > Agama > > > > > kami sebelum agama kalian dan Kitab kami sebelum kitab kalian. > > > Nabi > > > > > kami sebelum Nabi kalian. Kami mengikuti agama Ibrahim. Tidak > > > akan > > > > > masuk surga kecuali orang Yahudi. Berkata juga orang Nashara > > > seperti > > > > > itu. Maka berkatalah orang Islam: Kitab kami sesudah kitab > > > kalian, Nabi > > > > > kami sesudah Nabi kalian, dan agama kami sesudah agama kalian. > > > Kalian > > > > > telah diperintahkan untuk mengikuti kami dan meninggalkan urusan > > > > > kalian. Kami lebih baik dari kalian.Kami berada pada agama > > > Ibrahim, > > > > > Ismail, dan Ishaq. Tidak akan masuk surga kecuali orang yang > > > memeluk > > > > > agama kami. Allah menolak perkataan mereka dan berfirman: > > > Bukanlah > > > > > angan-angan kamu dan bukan juga angan-angan Ahli Kitab Seperti > > > itu > > > > > juga diriwayatkan dari Masruq dan Qatadah. Juga Al-Bukhari > > > meriwayatkan > > > > > dalam Al-Tarikh dari hadis Anas sampai kepada Nabi saw: Bukanlah > > > iman > > > > > dengan angan-angan, tetapi dengan apa yang terhunjam dalam hati > > > dan > > > > > dibenarkan oleh amal. > > > > > Ada orang yang dilalaikan oleh angan-angan akan mendapat ampunan > > > sampai > > > > > ia keluar meninggalkan dunia tanpa kebaikan padanya. Mereka > > > berkata: > > > > > Kami berbaik sangka kepada Allah. Mereka bohong. Kalau berbaik > > > sangka > > > > > kepada Allah pasti mereka beramal baik. Pelajaran yang berharga > > > dari > > > > > Allah adalah kecamannya kepada orang-orang yang terbuai dengan > > > punya > > > > > hubungan dengan agama walaupun secara lahiriah. Keterbuaian > > > (bahwa > > > > > orang akan selamat hanya karena menganut agama Islam jalal) > > > inilah > > > > > yang memalingkan mereka dari amal, sehingga merasa cukup dengan > > > > > menisbahkan dirinya pada kelompok agamanya. > > > > > Walhasil, menurut Ridha, orang yang merasa pasti akan selamat > > > hanya > > > > > karena dia Islam, Nasrani, atau Yahudi adalah orang yang terbuai > > > atau > > > > > tertipu (mughtarrin) dengan nama. Keselamatan, untuk mengulangi > > > lagi > > > > > yang sudah terlalu jelas, bergantung pada tiga syarat: keimanan > > > kepada > > > > > Allah, keimanan pada hari pembalasan, dan amal saleh. > > > > > Bantahan Kaum Eksklusivis > > > > > Ada tiga cara untuk membantah ayat yang membenarkan pluralisme > > > ini. > > > > > Pertama, mereka mengatakan bahwa ayat ini sudah dimansukh dengan > > > Ali > > > > > Imran 85 (Sudah dijawab Fadhlullah di atas). Kedua, ayat ini > > > hanya > > > > > berlaku untuk orang Yahudi, Nashrani, dan Shabiin sebelum > > > kedatangan > > > > > Nabi saw. Jadi orang Islam pada zaman Islam, orang Nashrani, > > > Yahudi, > > > > > dan Shabiin pada zamannya masing-masing akan memperoleh pahala > > > dari > > > > > amal salehnya. Zaman ini zaman Islam. Karena itu, selain Islam, > > > semua > > > > > agama kehilangan validitasnya, sebagaimana kedatangan uang > > > Republik > > > > > menyebabkan uang Belanda tidak berlaku. Argumentasi berdasarkan > > > analogi > > > > > ini tidak punya dalil yang memperkuatnya dalam Al-Quran dan > > > Sunnah. > > > > > Sebuah ayat yang bermakna umum tidak boleh diartikan khusus > > > kecuali > > > > > dengan keterangan yang kuat. > > > > > > > > > > Ketiga, mereka menafsirkan "beriman kepada Allah" sebagai beriman > > > > > kepada ajaran Islam, karena Allah adalah konsep khusus untuk > > > Islam. > > > > > Allah adalah Tuhan bagi orang islam. Kristus Tuhan bagi umat > > > Kristiani. > > > > > Wisnu Tuhan bagi orang Hindu. Dan sebagainya. Erat kaitannya > > > dengan > > > > > argumentasi ini adalah keimanan kepada hari akhir dan amal saleh. > > > Hari > > > > > akhir yang harus diimani adalah hari akhir menurut penjelasan > > > syariat > > > > > Islam. Amal saleh juga adalah amal yang berdasarkan syariat > > > Islam. > > > > > Dengan penafsiran seperti ini, kita melihat perubahan drastis > > > dari ayat > > > > > pluralis menjadi ayat eksklusivis. Secara terperinci ayat ini > > > > > berarti "Sesungguhnya orang-orang Islam, orang Yahudi, Nashrani > > > dan > > > > > Shabiin yang kemudian masuk Islam (dengan beriman kepada Tuhan > > > orang > > > > > Islam, dan aqidah Islam serta beramal sesuai dengan syariat > > > Islam) akan > > > > > memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka". > > > > > Lepas dari redundansi yang menggelikan dari segi bahasa, kita > > > akan > > > > > membuktikan bahwa menurut Al-Quran Allah itu adalah Tuhan yang > > > sama > > > > > seperti yang diimani oleh Ahli Kitab bahkan orang musyrik. > > > Simaklah > > > > > ayat-ayat Al-Quran di bawah ini: > > > > > Al-Quran 29:46 > > > > > Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan > > > cara > > > > > yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara > > > > > mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman pada (kitab-kitab) > > > yang > > > > > diturunkan kepada kami dan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhamu adalah > > > satu. > > > > > Dan kami hanya kepadanya berserah diri. > > > > > Al-Quran 29:61 > > > > > Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang > > > > > menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" > > > Tentu > > > > > mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) > > > > > dipalingkan dari jalan yang benar. > > > > > Al-Quran 43:87 > > > > > Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang > > > > > menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah". Maka > > > bagaimanakah > > > > > mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah). > > > > > Mengapa Harus Ada Berbagai Agama? > > > > > Kalau semua agama itu valid, kenapa Tuhan repot-repot bikin agama > > > yang > > > > > bermacam-macam. Kenapa tidak dijadikanNya semua agama itu satu > > > saja? > > > > > Apa tujuan penciptaan berbagai agama itu? Al-Quran menjawabnya > > > dengan > > > > > indah: > > > > > "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan > > > jalan > > > > > yang terang. Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu > > > dijadikanNya satu > > > > > umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya > > > > > kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada > > > Allah > > > > > kembali kamu semuanya. Lalu diberitahukannya kepadamu apa yang > > > telah > > > > > kamu perselisihkan itu (Al-Maidah 48)." > > > > > Dari ayat ini kita menyimpulkan beberapa hal: > > > > > 1. Agama itu berbeda-beda dari segi aturan hidupnya (syariat) dan > > > > > pandangan hidupnya (aqidah). Karena itu, pluralisme sama sekali > > > tidak > > > > > berati semua agama itu sama. Perbedaan sudah menjadi kenyataan. > > > > > 2. Tuhan tidak menghendaki kamu semua menganut agama yang > > > tunggal. > > > > > Keragaman agama itu dimaksudkan untuk menguji kita semua. > > > Ujiannnya > > > > > adalah seberapa banyak kita memberikan kontribusi kebaikan kepada > > > umat > > > > > manusia. Setiap agama disuruh bersaing dengan agama yang lain > > > dalam > > > > > memberikan kontribusi kepada kemanusiaan (al-khayrat). > > > > > 3. Semua agama itu kembali kepada Allah. Islam, Hindu, Budha, > > > Nashrani, > > > > > Yahudi kembalinya kepada Allah. Adalah tugas dan wewenang Tuhan > > > untuk > > > > > menyelesaikan perbedaan di antara berbagai agama. Kita tidak > > > boleh > > > > > mengambil alih Tuhan untuk menyelesaikan perbedaan agama dengan > > > cara > > > > > apa pun, termasuk dengan fatwa. > > > > > > > > > > Wallahu `alam bi al-Shawab > > > > > > > > > > [1] Gamal al-Banna, al-Ta'addudiyah fi al-Mujtama' al-Islamiy. > > > > > Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Taufik Damas Lc, > > > Doktrin > > > > > Pluralisme dalam al-Quran. Bekasi: Penerbit Menara, 2006, hal. 38- > > > 40 > > > > > [2] Ibid, hal. 41 > > > > > [3] Shabiin, berdasarkan kitab-kitab tafsir, bisa menunjuk pada > > > > > berbagai agama selain Islam > > > > > [4] Sayyid Muhammad Huseyn Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an. > > > > > Beyrut: Dar al-Malak, 1998, hal. 70. > > > > > [5] Sayyid Rasyid Ridha, Tafsir al-Manar. Beyrut: Dar al- > > > Ma'rifah, > > > > > tanpa tahun. 1:336-338. > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

