ehem ehem ... jangan lupe Bang.. Ane di belakang ente lho..
Pokoknye, ente ngelangke ke kiri, ane ke kiri, Abang kanan ane juga kanan.

Mode "Golok" on


On 6/19/08, sipitung68 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   ehem ehem..udah nih?!
> aye baru ngeluarin kembang2nye nih, lom jurus pamungkasnye, kecewa
> berat nih!
> bang thamrin & bang hamid, gmana nih komennye?
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "sipitung68"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> >
> >
> > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Sidik
> Permana" <sidikpam@> wrote:
> > >
> > > Kalau Bang Pitung membaca artikel tersebut dengan seksama, tentu anda
> > > akan temukan jawaban dari pertanyaan anda tersebut. Mungkin karena
> > > anda terlalu sibuk, anda tidak bisa membaca dengan baik. Coba anda
> > > buka q.s. al-baqarah:62; al-Maidah:69 dan al-Hajj:17; an-Nisa 123-
> > > 124.
> >
> > --
> > oke dah bang, aye kutip ayatnya skalian dibahas biar jelas dah hehe..
> >
> > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang
> > Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang
> > benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh
> > mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran
> > kepada mereka, dan tidak mereka bersedih hati. QS2:62
> >
> > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan
> > orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar saleh, maka tidak
> > ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati. QS5:69
> >
> > emang enak banget klo nafsirin ayat Alquran pake hawa nafsu hehe
> > mantaf dah!
> >
> > menurut imam al Ghazali, Untuk layak menafsirkan al-Qur'an, anda harus
> > menguasai bahasa Arab dan literatur hadis secara mendalam dan
> > komprehensif, tidak setengah-setengah atau sepotong-sepotong. Jika
> > prasyarat ini sudah terpenuhi, anda disarankan mengikuti prosedur yang
> > berlaku: menafsirkan suatu ayat dengan ayat lain, dan atau menafsirkan
> > ayat al-Qur'an dengan Sunnah/hadis Rasulullah SAW, dan atau
> > menafsirkannya dengan keterangan para mufassirin dari kalangan
> > Sahabat, Tabi`in, dan para ulama salaf. Demikian ditegaskan oleh Imam
> > as-Suyuti dalam kitabnya, at Tahbir fi `Ilmi t-Tafsir (Beirut: Dar
> > al-Fikr, 1996), hlm. 128-9.
> >
> > mari kita simak uraian Imam Ibnu Taimiyah dalam kitab Daqoiqut Tafsir,
> > Sesungguhnya makna ayat ini hanyalah: Bahwa orang-orang yang beriman
> > kepada Muhammad saw, dan orang-orang Hadu (yang bertobat, Yahudi) yang
> > mengikuti Musa as yaitu mereka yang berada di atas syari'at sebelum
> > dinasakh (dihapus) dan diganti, dan orang-orang Nasrani yang mengikuti
> > Al-Masih as yaitu orang-orang yang berada di atas syari'at sebelum
> > dinasakh (dihapus) dan diganti; dan orang-orang shobi'un (sabean)
> > yaitu shobi'un hunafaa' (yang cenderung/ mengikuti kebenaran) seperti
> > orang-orang dulu yaitu orang-orang Arab dan lainnya di atas agama
> > Ibrahim, Isma'il, dan Ishaq sebelum diganti dan dinasakh (dihapus).
> > Sesungguhnya orang-orang Arab dari anak Isma'il dan lainnya yang
> > menjadi tetangga Baitul `Atiq (Ka'bah) yang dibangun Ibrahim dan
> > Isma'il, mereka dulu adalah orang-orang hunafa' (cenderung/ mengikuti
> > kebenaran) di atas agama Ibrahim sampai pada diubahnya agama Ibrahim
> > itu oleh sebagian pemimpin Bani Khuza'ah yaitu Amru bi Luhai, dan
> > dialah orang pertama yang mengubah agama Ibarahim dengan kemusyrikan
> > dan mengharamkan apa-apa yang tidak diharamkan Allah. Oleh karena itu
> > Nabi saw bersabda:
> >
> > Saya lihat Amru bin Amir bin Luhai Al-Huza'i menarik ususnya artinya
> > perut besarnya di neraka, dan dialah orang pertama yang membuat
> > saibah-saibah (binatang persembahan berhala tidak boleh untuk membawa
> > beban). (HR Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad). Dan dialah orang yang
> > pertama membuat bahirah (binatang untuk berhala, tidak seorangpun
> > memeras susunya) dan membuat saibah-saibah dan mengubah agama Ibrahim.
> >
> > Demikian pula Bani Ishaq yang dulu sebelum diutusnya Musa, mereka
> > memegangi agama Ibrahim, mereka termasuk orang-orang yang berbahagia
> > dan terpuji. Maka mereka yang dulu berada di atas agama Musa,
> > Al-Masih, Ibrahim dan semacamnya itulah yang dipuji Allah Ta'ala:
> > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang
> > Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang
> > benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh,
> > mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran
> > terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS
> > Al-Baqarah/ 2: 62).
> >
> > Maka ahli kitab setelah (syari'at agama mereka) dinasakh (dihapus) dan
> > diganti, mereka bukanlah termasuk orang yang beriman kepada Allah dan
> > tidak beriman pula kepada Hari Akhir, dan beramal shalih. Sebagaimana
> > firman Allah Ta'ala:
> >
> > Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak
> > (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang
> > telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan
> > agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al
> > Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang
> > mereka dalam keadaan tunduk. (QS At-Taubah: 29).
> >
> > Dalam sejarah, Nabi Muhammad saw mengumumkan secara langsung untuk
> > berangkat perang Tabuk untuk menghadapi kekuatan Nasrani Romawi, tahun
> > 9 H. Nabi Muhammad saw biasanya tidak mengumumkan secara luas seperti
> > itu. Namun dalam menghadapi kekuatan Nasrani Romawi, pengumuman pun
> > dikumandangkan. Hingga pasukan Islam yang berangkat ke Tabuk berjumlah
> > 30.000 orang, sedang para sahabat Nabi saw untuk membekali para
> > pasukan Islam itu sampai ada yang menyerahkan hartanya seluruhnya,
> > yaitu Abu Bakar ra. Utsman bin Affan yang dikenal sebagai orang kaya
> > yang dermawan menyerahkan 900 unta dan seratus kuda serta uang kontan.
> > Mereka yang hanya mampu menyerahkan kurma sekadarnya lantaran hanya
> > itu milik mereka pun mereka serahkan untuk berjihad di jalan Allah
> > melawan Nasrani. Meskipun harta-harta dan kendaraan telah diserahkan
> > oleh para sahabat Nabi saw secara berlomba-lomba untuk meraih
> > kebajikan, namun karena banyaknya jumlah pasukan Islam, maka setiap 18
> > orang hanya kebagian 1 kendaraan unta. Dan itupun di antara rombongan
> > itu dalam perjalanan terpaksa menyembelih unta mereka untuk diambil
> > airnya untuk diminum dan dagingnya untuk dimakan. Bahkan kadang mereka
> > hanya makan daun. Saat itu panas terik.
> >
> > Selain jumlah 30.000 pasukan Islam itu masih ada orang-orang Islam
> > yang menangis tidak bisa ikut memerangi Nasrani Romawi karena tidak
> > punya bekal. Maka Allah menurunkan ayat, menjelaskan keadaan mereka:
> >
> > Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang
> > kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata:
> > "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka kembali,
> > sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran
> > mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. (QS At-Taubah:
> > 92).
> >
> > Melihat jumlah besar tentara Islam itu maka pasukan Romawi
> > kocar-kacir, dan tidak terjadi peperangan, sedang sebagian pemimpin
> > kabilah di bawah Romawi pilih mengadakan perjanjian dengan Nabi
> > Muhammad saw dengan membayar jizyah. (Lihat Syaikh Shafiyyur Rahman
> > Al-Mubarakafuri, Ar-Rahiqul Makhtum, bab Perang Tabuk).
> >
> > nah lho..!
> >
> > kata siape, amal2 orang kafir di terima oleh Allah? kate siape, orang
> > kafir msk ke syurga? menurut ente, nasrani & yahudi, kafir atau bukan?
> > jawab dah yg jujur kacang ijo donk!
> >
> > Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di
> > tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga,
> > tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu
> > apapun. Dan didapatinya Allah disisinya, lalu Allah memberikan
> > kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat
> > cepat perhitungan-Nya QS24:39
> >
> > Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian
> > pula Ya'qub. : "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih
> > agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama
> > Islam". QS2:132
> >
> > Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau
> > Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah : "Tidak,
> > melainkan agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia dari golongan
> > orang musyrik". QS2:135
> >
> > ataukah kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan
> > anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah:
> > "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih
> > zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang
> > ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu
> > kerjakan. QS2:140
> >
> > Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi
> > dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali
> > bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.
> >
> > Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang
> > Shaabi-iin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang
> > musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari
> > kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. QS22:17
> >
> > emang ayat ini cocok ma pertanyaan aye?
> > keputusan ttg siapa di jln yg lurus akan dipastikan pd hari kiamat,
> > itulah hari pengadilan! orang2 beriman & beramal soleh akan mendapat
> > balasan, begitupula orang yg kafir. Jadi dont worry be happy dah!
> >
> >
> > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan
> > orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar saleh, maka tidak
> > ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati.
> > Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan
> > orang-orang Nasrani, siapa saja yang benar-benar saleh, maka tidak
> > ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati.
> > QS4:123-124
> >
> > hehe..baca dlu donk ayat sebelumnye,
> >
> > Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami
> > masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya,
> > mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu
> > janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada
> > Allah? QS4:122
> >
> > Ente tahu ga, yg dimaksud orang2 beriman ini, beriman kaya' gmane?
> >
> > (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat
> > dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
> > dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan
> > kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka
> > yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. QS2:3-4
> >
> > Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan
> > apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada
> > Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang
> > diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada
> > nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di
> > antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". QS2:136
> >
> > Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari
> > Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman
> > kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan
> > rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan
> > antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan
> > mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta`at". (Mereka berdo`a):
> > "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
> > QS2:285
> >
> > nah, orang kafir beriman ga kpd Alquran? beriman ga kpd Muhammad saw?
> > beriman ga ma semua Rasul2Nya? pura-pura kaga tau ye..hehe..cuma sgini
> > ni permainan abang sidik?
> >
> > Sabda Nabi saw:
> > "Wa kaanan nabiyyu yub'atsu ilaa qoumihi khooshshotan wa bu'itstu ilan
> > naasi 'aamatan."
> > "Dahulu Nabi diutus khusus kepada kaumnya sedangkan aku (Muhammad)
> > diutus untuk seluruh manusia." (Diriwayatkan Al-Bukhari 1/ 86, dan
> > Muslim II/ 63, 64).
> >
> > Mungkin golongan tasykik -Islam Liberal masih berkilah, bahwa
> > ayat-ayat dan hadits tentang diutusnya Nabi Muhammad untuk seluruh
> > manusia ini bukan berarti Yahudi dan Nasrani sekarang baru bisa masuk
> > surga kalau mengikuti ajaran Nabi saw. Kilah mereka itu sudah ada
> > jawaban tuntasnya:
> > 'An Abii Hurairota 'an Rasuulillahi saw annahu qoola: "Walladzii nafsi
> > Muhammadin biyadihi, laa yasma'u bii ahadun min haadzihil Ummati
> > Yahuudiyyun walaa nashrooniyyun tsumma yamuutu walam yu'min billadzii
> > ursiltu bihii illaa kaana min ash-haabin naari." (Muslim).
> >
> > Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw bahwa beliau
> > bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah
> > seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu
> > seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman
> > dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni
> > neraka." (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati
> > nabiyyinaa saw ilaa jamii'in naasi wa naskhul milal bimillatihi,
> > wajibnya beriman kepada risalah nabi kita saw bagi seluruh manusia dan
> > penghapusan agama-agama dengan agama beliau).
> >
> >
> >
> > > Bahwa Allah memang menjadikan umat manusia dengan berbagai macam
> > > aturan dan jalan, coba baca q.s. al-Maidah:48
> > > "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan
> > > yang terang. Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikanNya
> > > satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap
> > > pemberiannya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.
> > > Hanya kepada Allah kembali kamu semuanya. Lalu diberitahukannya
> > > kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu."
> >
> > --
> > haha bise aje bang sidik ngutip ayat spotong2, emang ente kire kue
> > bolu apa?
> >
> > Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran,
> > membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan
> > sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka
> > putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan
> > janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan
> > kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara
> > kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah
> > menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah
> > hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka
> > berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali
> > kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu
> > perselisihkan itu, QS5:48
> >
> > agama yang satu, yaitu Islam, dan setiap umat punya syir'ah
> > (syari'at), minhaj (jalan), dan mansak (tatacara ibadah). Tentang
> > agama yang satu, Islam, sejak nabi pertama sampai nabi terakhir
> > Muhammad saw agamanya tetap Islam, walaupun syari'atnya berbeda-beda.
> >
> > Tentang syari'at atau syir'atnya berbeda-beda ini bahkan dalam Islam
> > yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw itu sendiri ada juga
> > perbedaan-perbedaan antara syari'at yang pertama dan kemudian dihapus
> > dengan syari'at yang kedua (baru), misalnya kiblat yang semula Baitul
> > Maqdis kemudian dihapus dan diganti dengan Ka'bah di Masjidil Haram
> > Makkah, namun agamanya tetap Islam. Jadi agama dari Allah tetap satu,
> > Islam, walau syari'atnya bermacam-macam, diganti-ganti dengan syari'at
> > yang baru.
> >
> > Agama yang lama yang dibawa oleh nabi terdahulu diganti dengan agama
> > yang baru yang dibawa nabi berikutnya, walaupun masih sama-sama Islam,
> > maka orang yang masih hidup wajib mengikuti yang baru. Syari'at yang
> > lama diganti dengan yang baru, maka orang yang masih hidup wajib
> > mengikuti yang baru. Sehingga dengan datangnya Nabi Muhammad saw yang
> > diutus membawa agama Islam sebagai nabi terakhir, nabi yang paling
> > utama, dan tidak ada nabi sesudahnya, wajib diikuti oleh seluruh
> > manusia sejak zamannya sampai kelak. Diutusnya Nabi Muhammad saw ini
> > berbeda dengan nabi-nabi lain, karena nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad
> > saw itu masing-masing hanya untuk kaumnya. Sedang Nabi Muhammad saw
> > diutus untuk seluruh manusia sejak saat diutusnya (610M) sampai hari
> > kiamat kelak. Siapa yang tidak mengikutinya maka kafir, walaupun
> > tadinya beragama dengan agama nabi sebelum Nabi Muhammad saw.
> > Sedangkan orang yang mengikuti Nabi Muhammad saw pun kalau sudah ada
> > syari'at baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw pula, lalu pengikut
> > itu menolak dan ingkar, maka menjadi kafir pula. Misalnya, orang
> > Muslim yang mengikuti agama Nabi Muhammad saw, sudah mendapat
> > penjelasan bahwa kiblat yang baru adalah Ka'bah, sedang sebelumnya
> > kiblatnya adalah Baitul Maqdis; lalu si Muslim itu menolak kiblat yang
> > baru (Ka'bah), maka kafir pula, sebab menolak ayat-ayat Al-Qur'an yang
> > diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Apalagi yang mengikuti agama
> > nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw, begitu datang Nabi Muhammad saw
> > sebagai utusan dengan Islam yang baru, maka wajib mengikuti Nabi
> > Muhammad saw. Bila tidak, maka kafir.
> >
> > baca deh ayat sebelumnye,
> >
> > Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut
> > apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan
> > perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah
> > orang-orang yang fasik. QS5:47
> >
> > Maksudnya, agar mereka beriman kepada semua yang dikandungnya dan
> > menjalankan semua yang Allah perintahkan kepada mereka. Dan di antara
> > yang terdapat dalam Injil adalah berita gembira akan diutusnya
> > Muhammad sebagai rasul, serta perintah untuk mengikuti dan
> > membenarkannya jika dia telah ada. Sebagaimana firman Allah Ta'ala:
> >
> > Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun
> > hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur'an yang
> > diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan
> > kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan
> > kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih
> > hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (QS Al-Maaidah: 68).
> >
> > (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya)
> > mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi
> > mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang
> > mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka
> > segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan
> > membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada
> > mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya,
> > menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya
> > (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS Al-A'raaf:
> > 157).
> >
> > Oleh karena itu Allah berfirman di sini:
> >
> > Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan
> > Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. (QS Al-Maaidah/
> > 5: 47).
> >
> > Yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Rabb mereka, dan
> > cenderung kepada kebatilan serta meninggalkan kebenaran, dan telah
> > berlalu bahwa ayat ini diturunkan mengenai orang-orang Nasrani dan
> > itulah yang tampak dari redaksionalnya.
> >
> > bang sidik, ada lg ga nih jurus laennnya???
> >
> >
> >
> > >
> > > Salam,
> > > Sidik
> > >
> > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>,
> "sipitung68" <sipitung68@> wrote:
> > > >
> > > > bang sidik, aye dah pernh baca ni tulisan!
> > > > nah skrng aye test dah, klo ente bener2 muslim, ayat Alquran mane yg
> > > > bilang amal2 penganut agama lain jg diterima ma Allah? hayoo..aye
> > > > tanggepin jawara2 liberal, kroyokan jg bole hehe
> > > > trus aye mau nanya ni, maksudnye 'perbedaan keyakinan memang sdh
> > > > direncanakan oleh Allah' apa ni?
> > > > aye lom ngarti ni, maklum aye khan orang kampung!
> > > > buruan dah, mumpung aye lg nganggur ni
> > > >
> > > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Sidik
> Permana" <sidikpam@> wrote:
> > > > >
> > > > > Rekan-rekan sekalian, manusia tidak akan mampu menyelesaikan
> > > > > perselisihan tentang keyakinan. Karena itu, Allah lah yang kelak
> > > akan
> > > > > menyelesaikannya. Dan perbedaan keyakinan memang sudah
> > > direncanakan
> > > > > oleh Allah, sebagai ujian bagi kita semua. Tugas manusia seperti
> > > juga
> > > > > tercantum dalam kitab suci adalah berlomba-lomba dalam kebaikan,
> > > > > terlepas dari agama yg dianut seseorang. Berikut adalah kutipan
> > > tulisan
> > > > > dari Kang Jalal, yg semoga dapat menjadi renungan bagi kita
> > > semua.
> > > > >
> > > > > ..........
> > > > >
> > > > > Gamal al-Banna adalah aktivis Muslim, anggota al-Ikhwan al-
> > > Muslimun.
> > > > > Kita mungkin menyebutnya fundamentalis dan anti-Barat. Ia
> > > berjuang
> > > > > untuk menegakkan "negara tawhid", negara yang berdasarkan kalimat
> > > La
> > > > > ilaha Ilallah. Perjalanan hidupnya, riwayat perjuangannya, dan
> > > kisah-
> > > > > kisah kegagalannya mengantarkannya kepada sebuah refleksi yang
> > > > > mendalam. Ia "mengunjungi kembali" pemikiran Islamnya. Di balik
> > > terali
> > > > > penjara, dalam ancaman penguasa (Muslim) yang tidak berperi
> > > > > kemanusiaan, di tengah-tengah hiruk pikuk Kairo yang menyesakkan,
> > > ia
> > > > > menemukan epifani. Ia melihat dunia dengan cara yang baru.
> > > Marilah kita
> > > > > ikuti permenungannya:
> > > > > Di negara-negara yang tidak memeluk Islam, masyarakatnya bekerja
> > > dengan
> > > > > gigih dan ikhlas. Mereka memiliki kejujuran dalam berkata,
> > > > > profesionalisme, menepati janji dan akhlak-akhlak baik lainnya.
> > > Mereka
> > > > > juga menganggap kebohongan pejabat dalam memberikan keterangan
> > > atas
> > > > > satu perkara di depan pengadilan atau institusi negara merupakan
> > > > > kejahatan besar yang tidak bisa diampuni kecuali dengan
> > > pemecatan.
> > > > > Contohnya adalah kasus yang menimpa Nixon yang menuduh musuh
> > > politiknya
> > > > > melakukan tindakan mata-mata. Begitu juga dengan Clinton yang
> > > > > memiliki `hubungan khusus' dengan salah seorang pegawai gedung
> > > putih.
> > > > > Mereka menerima celaan, cacian dan denda yang tidak sedikit.
> > > Sedangkan
> > > > > sebagian besar pemimpin di negara-negara muslim selalu melakukan
> > > > > kebohongan publik dan penyelewengan. Kerja mereka hanya menindas
> > > dan
> > > > > mengekang. Atas dasar alasan ini, maka masyarakat Eropa bisa jadi
> > > lebih
> > > > > dekat dengan Allah dan idealisme Islam dibanding banyak
> > > masyarakat yang
> > > > > mengaku sebagai pemeluk Islam.
> > > > > Saya ingat masa ketika saya berada dalam tahanan di Tursina
> > > bersama
> > > > > orang-orang ikhwanul Muslimin pada tahun 1948. Ketika itu tempat
> > > > > tahanan berada di tengah padang pasir yang di malam hari terang
> > > dengan
> > > > > berbagai cahaya lampu yang dipasang untuk mempermudah penjagaan.
> > > > > Pemasangan lampu itu dilakukan oleh para tahanan yang memiliki
> > > keahlian
> > > > > dalam kelistrikan. Mereka juga menggunakan listrik untuk
> > > memanaskan
> > > > > air, mandi dan memasak. Saya berkata kepada mereka bahwa Thomas
> > > Alfa
> > > > > Edison akan masuk surga karena telah menemukan lampu yang
> > > kemudian
> > > > > digunakan oleh manusia sebagai penerang. Mendengar ucapan saya,
> > > mereka
> > > > > menolak dengan keras, "Tidak, karena dia tidak beriman kepada
> > > Allah dan
> > > > > RasulNya." Mereka seolah menganggap bahwa Islam telah dikenal di
> > > > > Amerika dan Rasulullah telah mengajak Edison kepada Islam. Oleh
> > > karena
> > > > > itu mereka menolak pendapat saya.
> > > > > Saya membalas penolakan mereka dengan mengutip firman Allah,
> > > > > "Katakanlah, `Andai kalian menguasai gudang-gudang rahmat
> > > Tuhanku,
> > > > > kalian pasti akan menahannya karena takut untukk berderma.
> > > Sesungguhnya
> > > > > manusia sangat kikir'." (QS.Al-Isra: 100)
> > > > > Sudah saatnya bagi para dai Islam untuk mengetahui bahwa mereka
> > > tidak
> > > > > dituntut untuk mengislamkan orang-orang yang beragama selain
> > > Islam.
> > > > > Mereka tidak berhak mengklaim bahwa selain orang Islam akan masuk
> > > > > neraka, karena kunci-kunci surga bukan di tangan mereka. Sikap
> > > seperti
> > > > > itu merupakan pelanggaran keras terhadap wewenang Allah. Yang
> > > dituntut
> > > > > dari para dai, setelah al-Quran mengatakan, "Wahai orang-orang
> > > yang
> > > > > beriman, diri kalian adalah tanggung jawab kalian. Orang yang
> > > tersesat
> > > > > tidak akan membahayakan kalian ketika kalian mendapat petunjuk,"
> > > (QS.
> > > > > Al-Maidah:105) adalah menjadi `saksi atas manusia". Para dai
> > > hanya
> > > > > bertugas memperkenalkan Islam kepada mereka kemudian menyerahkan
> > > > > segalanya kepada mereka. Urusan konversi agama tidak hanya
> > > menyangkut
> > > > > iman dan teori. Ini juga menyangkut hubungan sosial dan
> > > konsekuensi-
> > > > > konsekuensi selanjutnya. Hidayah hanya datang dari Allah, bukan
> > > dari
> > > > > seorang rasul[1].
> > > > > Gamal al-Banna berubah dari seorang eksklusif menjadi seorang
> > > pluralis.
> > > > > Secara sederhana, umat beragama yang eksklusif berpendapat bahwa
> > > hanya
> > > > > pemeluk agamanya saja yang selamat dan masuk surga. Di luar
> > > lingkungan
> > > > > agama kita, semuanya masuk neraka. Dalam bahasa Gamal al-Banna,
> > > seorang
> > > > > ekslusivis merasa "menguasai gudang-gudang rahmat Tuhan" dan
> > > menahannya
> > > > > hanya untuk kelompoknya saja. Rahmat Tuhan itu meliputi langit
> > > dan
> > > > > bumi, tetapi kasih sayang kaum ekslusivis terbatas pada rumahnya
> > > > > sendiri. Mereka berkata: Yang masuk surga hanya orang Islam saja.
> > > > > Sebagian lagi menyatakan: itu pun tidak semua orang Islam. Umat
> > > Islam
> > > > > akan pecah menjadi 73 golongan. Semua masuk neraka, kecuali
> > > golonganku.
> > > > > Lebih lanjut, dalam golonganku, semuanya masuk neraka keuali
> > > mereka
> > > > > yang ikut kepada Ustaz Fulan saja. Maka rahmat Allah yang
> > > meliputi
> > > > > langit dan bumi sekarang diselipkan di sudut surau yang sempit.
> > > > > Bertentangan dengan kaum eksklusivis adalah kaum pluralis. Mereka
> > > > > berkeyakinan bahwa semua pemeluk agama mempunyai peluang yang
> > > sama
> > > > > untuk memperoleh keselamatan dan masuk surga. Semua agama benar
> > > > > berdasarkan kriteria masing-masing. Each one is valid within its
> > > > > particular culture. Mereka percaya rahmat Allah itu luas. "Al-
> > > > > Khalqu `iyâli", firman Tuhan dalam hadis Qudsi. Semua makhluk itu
> > > > > keluarga besar Tuhan. Mereka tidak mengerti mengapa ada manusia
> > > yang
> > > > > berani membatasi kasih sayang Tuhan. Mereka heran mengapa ada
> > > orang
> > > > > yang mengambil alih wewenang Tuhan. Al-Banna bertanya:
> > > > >
> > > > > "Keberanian yang luar biasa dalam merampas wewenang Allah! Apakah
> > > > > mereka yang memegang kunci-kunci neraka? Apakah mereka yang
> > > > > menenggelamkan manusia ke dalam neraka? Atas dasar apa mereka
> > > membangun
> > > > > kesimpulan itu? Bagaimana kesadaran mereka atas rahmat Allah yang
> > > tidak
> > > > > terbatas yang akan membalas satu kebaikan dengan tujuh ratus
> > > lipat
> > > > > kebaikan? Kasih sayang seorang ibu hanyalah satu dari seratus
> > > kasih
> > > > > sayang-Nya. Dia tidak akan menenggelamkan manusia ke dalam
> > > neraka,
> > > > > kecuali manusia-manusia pembangkang yang berbuat kerusakan dan
> > > > > kezaliman di muka bumi ini."[2]
> > > > > Pertanyaan Al-Banna adalah juga pertanyaanku sekian lama.
> > > Jawabanku
> > > > > sama seperti jawaban Al-Banna. Kasih sayang Tuhan jauh lebih luas
> > > dari
> > > > > kasih sayang ibu kepada anak-anaknya. Tetapi apakah itu punya
> > > dasar
> > > > > dalam Al-Quran? Dalam tulisan ini, saya ingin menunjukkan
> > > sebagian dari
> > > > > dalil-dalil pluralisme dalam Al-Quran dan komentar para ahli
> > > tafsir
> > > > > berkenaan dengannya. Saya memilih dua buah tafsir saja. Pertama,
> > > > > Tafsir , yang ditulis oleh Sayyid Husseyn Fadhlullah, tokoh
> > > Hizbullah
> > > > > Lebanon, mewakili mazhab Ahlul Bayt; kedua, Tafsir Al-Manar yang
> > > > > ditulis oleh Sayyid Rasyid Ridha, tokoh pembaharu Islam yang
> > > dikenal
> > > > > sebagai fundamentalis, mewakili mazhab Ahlu al-Sunnah;
> > > > > Ayat-ayat Pluralisme
> > > > > Apakah orang-orang "kafir" –non-Muslim- menerima pahala amal
> > > salehnya?
> > > > > Benar, menurut Al-Baqarah 62, yang diulang dengan redaksi yang
> > > agak
> > > > > berbeda pada Al-Maidah 69 dan Al-Hajj 17.
> > > > > Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang
> > > > > Nashrani, dan orang-orang Shabi-in[3], siapa saja di antara
> > > mereka yang
> > > > > benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal
> > > saleh,
> > > > > mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada
> > > kekhawatiran
> > > > > terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
> > > > > Sayyid Husseyn Fadhlullah dalam tafsirnya menjelaskan:
> > > > > Makna ayat ini sangat jelas. Ayat ini menegaskan bahwa
> > > keselamatan pada
> > > > > hari akhirat akan dicapai oleh semua kelompok agama iniyang
> > > berbeda-
> > > > > beda dalam pemikiran dan pandangan agamanya berkenaan dengan
> > > akidah dan
> > > > > kehidupan dengan satu syarat: memenuhi kaidah iman kepada Allah,
> > > hari
> > > > > akhir, dan amal saleh (garis bawah dari penulis).
> > > > > Ayat-ayat itu memang sangat jelas untuk mendukung pluralisme.
> > > Ayat-ayat
> > > > > itu tidak menjelaskan semua kelompok agama benar, atau semua
> > > kelompok
> > > > > agama sama. Tidak! Ayat-ayat ini menegaskan bahwa semua golongan
> > > agama
> > > > > akan selamat selama mereka beriman kepada Allah, hari akhir, dan
> > > > > beramal saleh. Sebagian mufasir yang eksklusif mengakui makna
> > > ayat-ayat
> > > > > itu sebagaimana dijelaskan oleh Husseyn Fadhlullah, tetapi mereka
> > > > > menganggap ayat-ayat itu dihapus (mansukh) oleh Ali Imran 85:
> > > > > Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali
> > > tidaklah
> > > > > akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-
> > > orang yang
> > > > > rugi. Mereka bersandar pada hadis –yang lemah- dari Ibnu Abbas
> > > (Lihat,
> > > > > misalnya, Tafsir Thabari).
> > > > >
> > > > > Menurut Sayyid Husseyn Fadhlullah, makna ayat ini tidaklah
> > > bertentangan
> > > > > dengan ayat yang kita bicarakan. Karena itu, tidak ada ayat yang
> > > > > dimansukh. Islam pada Ali Imran 85 adalah Islam yang "umum, yang
> > > > > meliputi semua risalah langit, bukan Islam dalam arti istilah",
> > > bukan
> > > > > Islam dalam arti agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw.
> > > Kesimpulan
> > > > > itu diambil Fadhlullah dari konteks ayat itu. Pada Ali Imran 19,
> > > Tuhan
> > > > > berfirman: Sesungguhnya agama itu di sisi Allah adalah Islam.
> > > Menurut
> > > > > Al-Quran, semua agama itu Islam. Ini diperkuat dengan ayat-ayat
> > > yang
> > > > > lain: Ingatlah ketika Tuhannya berkata kepadanya (Ibrahim);
> > > Islamlah
> > > > > kamu. Ibrahim berkata: Aku Islam kepada Tuhan Pemelihara semesta
> > > Alam.
> > > > > Dan ketika Ibrahim dan Ya'qub berwasiat dengannya kepada anak-
> > > anaknya:
> > > > > Wahai anak-anaku, sesungguhnya Allah telah memilih bagi kamu
> > > agama,
> > > > > maka janganlah kamu mati kecuali kamu menjadi orang-orang Islam
> > > (Al-
> > > > > Baqarah 131-132).
> > > > > Seperti Fadhlullah, saya pun berpendapat bahwa Islam dalam Ali
> > > Imran 85
> > > > > adalah "kepasrahan total" (untuk uraian yang lebih dalam tentang
> > > > > makna "al-din" dan "al-islam" dapat dilihat pada buku Islam dan
> > > > > Pluralisme karya Jalaluddin Rakhmat -peny). Lebih lanjut,
> > > Fadhlullah
> > > > > mengatakan bahwa Al-Baqarah 62 dimaksudkan untuk menegaskan unsur
> > > asasi
> > > > > yang mempersatukan semua agama dan menjadi syarat untuk
> > > memperoleh
> > > > > pahala Allah. Ia menyindir orang yang merasa akan selamat hanya
> > > karena
> > > > > nama atau penampilan lahiriah saja. Keselamatan adalah berpegang
> > > teguh
> > > > > pada keimanan kepada Allah dan amal saleh. Dalam Al-Quran orang-
> > > orang
> > > > > yang berpegang pada keselamatan karena nama disindir sebagai
> > > bersandar
> > > > > pada angan-angan: (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-
> > > > > anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli
> > > Kitab.
> > > > > Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi
> > > pembalasan
> > > > > dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak
> > > (pula)
> > > > > penolong baginya selain dari Allah (Al-Nisa 123)[4].
> > > > > Ayat ini, Al-Nisa 123, juga disebut oleh Sayyid Rasyid Ridha[5]
> > > ketika
> > > > > menjelaskan Al-Baqarah 62:
> > > > > Artinya: hukum Allah itu adil dan sama. Ia memperlakukan semua
> > > pemeluk
> > > > > agama dengan sunnah yang sama, tidak berpihak pada satu kelompok
> > > dan
> > > > > menzalimi kelompok yang lain. Ketetapan dari sunnah ini ialah
> > > bahwa
> > > > > bagi mereka pahala tertentu dengan janji Allah melalui lisan
> > > Rasul
> > > > > mereka.
> > > > > Ayat ini menjelaskan sunnah Allah swt dalam meperlakukan umat-
> > > umat baik
> > > > > yang terdahulu maupun yang kemudian sesuai dengan ketentuan Allah
> > > swt:
> > > > > (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang
> > > kosong dan
> > > > > tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang
> > > > > mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan
> > > kejahatan
> > > > > itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong
> > > baginya
> > > > > selain dari Allah. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh,
> > > baik
> > > > > ia laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka
> > > mereka
> > > > > itu masuk ke dalam sorga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit
> > > pun.
> > > > > (Al-Nisa 123-124).
> > > > > Tidak ada masalah kalau tidak disyaratkan iman kepada Nabi saw.
> > > Ayat
> > > > > ini menjelaskan perlakuan Allah kepada setiap umat yang
> > > mempercayai
> > > > > Nabi dan wahyunya masing-masing, yang mengira bahwa kebahagiaan
> > > pada
> > > > > hari akhirat seakan-akan pasti akan tercapai hanya karena ia
> > > Muslim,
> > > > > Yahudi, Nashara, atau Shabiah, misalnya. Padahal Allah berfirman
> > > bahwa
> > > > > keselamatan bukan karena kelompok keagamaan (jinsiyyah diniyyah).
> > > > > Keselamatan dicapai dengan iman yang benar yang menguasai jiwa
> > > dan amal
> > > > > yang memperbaiki manusia. Karena itu, tertolaklah anggapan bahwa
> > > > > keputusan Allah bergantung pada angan-angan orang Islam dan angan-
> > > angan
> > > > > Ahli Kitab. Sudah ditetapkan bahwa keputusan Allah bergantung
> > > pada amal
> > > > > baik dan iman yang benar.
> > > > > Dikeluarkan oleh Ibn Jarir dan Ibn Abi Hatim dari Al-Suddi. Ia
> > > berkata:
> > > > > Orang-orang Islam bertemu dengan orang-orang Yahudi dan Nashara.
> > > Orang
> > > > > Yahudi berkata kepada orang Islam: Kami lebih baik dari kalian.
> > > Agama
> > > > > kami sebelum agama kalian dan Kitab kami sebelum kitab kalian.
> > > Nabi
> > > > > kami sebelum Nabi kalian. Kami mengikuti agama Ibrahim. Tidak
> > > akan
> > > > > masuk surga kecuali orang Yahudi. Berkata juga orang Nashara
> > > seperti
> > > > > itu. Maka berkatalah orang Islam: Kitab kami sesudah kitab
> > > kalian, Nabi
> > > > > kami sesudah Nabi kalian, dan agama kami sesudah agama kalian.
> > > Kalian
> > > > > telah diperintahkan untuk mengikuti kami dan meninggalkan urusan
> > > > > kalian. Kami lebih baik dari kalian.Kami berada pada agama
> > > Ibrahim,
> > > > > Ismail, dan Ishaq. Tidak akan masuk surga kecuali orang yang
> > > memeluk
> > > > > agama kami. Allah menolak perkataan mereka dan berfirman:
> > > Bukanlah
> > > > > angan-angan kamu dan bukan juga angan-angan Ahli Kitab… Seperti
> > > itu
> > > > > juga diriwayatkan dari Masruq dan Qatadah. Juga Al-Bukhari
> > > meriwayatkan
> > > > > dalam Al-Tarikh dari hadis Anas sampai kepada Nabi saw: Bukanlah
> > > iman
> > > > > dengan angan-angan, tetapi dengan apa yang terhunjam dalam hati
> > > dan
> > > > > dibenarkan oleh amal.
> > > > > Ada orang yang dilalaikan oleh angan-angan akan mendapat ampunan
> > > sampai
> > > > > ia keluar meninggalkan dunia tanpa kebaikan padanya. Mereka
> > > berkata:
> > > > > Kami berbaik sangka kepada Allah. Mereka bohong. Kalau berbaik
> > > sangka
> > > > > kepada Allah pasti mereka beramal baik. Pelajaran yang berharga
> > > dari
> > > > > Allah adalah kecamannya kepada orang-orang yang terbuai dengan
> > > punya
> > > > > hubungan dengan agama walaupun secara lahiriah. Keterbuaian
> > > (bahwa
> > > > > orang akan selamat hanya karena menganut agama Islam –jalal)
> > > inilah
> > > > > yang memalingkan mereka dari amal, sehingga merasa cukup dengan
> > > > > menisbahkan dirinya pada kelompok agamanya.
> > > > > Walhasil, menurut Ridha, orang yang merasa pasti akan selamat
> > > hanya
> > > > > karena dia Islam, Nasrani, atau Yahudi adalah orang yang terbuai
> > > atau
> > > > > tertipu (mughtarrin) dengan nama. Keselamatan, untuk mengulangi
> > > lagi
> > > > > yang sudah terlalu jelas, bergantung pada tiga syarat: keimanan
> > > kepada
> > > > > Allah, keimanan pada hari pembalasan, dan amal saleh.
> > > > > Bantahan Kaum Eksklusivis
> > > > > Ada tiga cara untuk membantah ayat yang membenarkan pluralisme
> > > ini.
> > > > > Pertama, mereka mengatakan bahwa ayat ini sudah dimansukh dengan
> > > Ali
> > > > > Imran 85 (Sudah dijawab Fadhlullah di atas). Kedua, ayat ini
> > > hanya
> > > > > berlaku untuk orang Yahudi, Nashrani, dan Shabiin sebelum
> > > kedatangan
> > > > > Nabi saw. Jadi orang Islam pada zaman Islam, orang Nashrani,
> > > Yahudi,
> > > > > dan Shabiin pada zamannya masing-masing akan memperoleh pahala
> > > dari
> > > > > amal salehnya. Zaman ini zaman Islam. Karena itu, selain Islam,
> > > semua
> > > > > agama kehilangan validitasnya, sebagaimana kedatangan uang
> > > Republik
> > > > > menyebabkan uang Belanda tidak berlaku. Argumentasi berdasarkan
> > > analogi
> > > > > ini tidak punya dalil yang memperkuatnya dalam Al-Quran dan
> > > Sunnah.
> > > > > Sebuah ayat yang bermakna umum tidak boleh diartikan khusus
> > > kecuali
> > > > > dengan keterangan yang kuat.
> > > > >
> > > > > Ketiga, mereka menafsirkan "beriman kepada Allah" sebagai beriman
> > > > > kepada ajaran Islam, karena Allah adalah konsep khusus untuk
> > > Islam.
> > > > > Allah adalah Tuhan bagi orang islam. Kristus Tuhan bagi umat
> > > Kristiani.
> > > > > Wisnu Tuhan bagi orang Hindu. Dan sebagainya. Erat kaitannya
> > > dengan
> > > > > argumentasi ini adalah keimanan kepada hari akhir dan amal saleh.
> > > Hari
> > > > > akhir yang harus diimani adalah hari akhir menurut penjelasan
> > > syariat
> > > > > Islam. Amal saleh juga adalah amal yang berdasarkan syariat
> > > Islam.
> > > > > Dengan penafsiran seperti ini, kita melihat perubahan drastis
> > > dari ayat
> > > > > pluralis menjadi ayat eksklusivis. Secara terperinci ayat ini
> > > > > berarti "Sesungguhnya orang-orang Islam, orang Yahudi, Nashrani
> > > dan
> > > > > Shabiin yang kemudian masuk Islam (dengan beriman kepada Tuhan
> > > orang
> > > > > Islam, dan aqidah Islam serta beramal sesuai dengan syariat
> > > Islam) akan
> > > > > memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka".
> > > > > Lepas dari redundansi yang menggelikan dari segi bahasa, kita
> > > akan
> > > > > membuktikan bahwa menurut Al-Quran Allah itu adalah Tuhan yang
> > > sama
> > > > > seperti yang diimani oleh Ahli Kitab bahkan orang musyrik.
> > > Simaklah
> > > > > ayat-ayat Al-Quran di bawah ini:
> > > > > Al-Quran 29:46
> > > > > Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan
> > > cara
> > > > > yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara
> > > > > mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman pada (kitab-kitab)
> > > yang
> > > > > diturunkan kepada kami dan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhamu adalah
> > > satu.
> > > > > Dan kami hanya kepadanya berserah diri.
> > > > > Al-Quran 29:61
> > > > > Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang
> > > > > menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?"
> > > Tentu
> > > > > mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat)
> > > > > dipalingkan dari jalan yang benar.
> > > > > Al-Quran 43:87
> > > > > Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang
> > > > > menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah". Maka
> > > bagaimanakah
> > > > > mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah).
> > > > > Mengapa Harus Ada Berbagai Agama?
> > > > > Kalau semua agama itu valid, kenapa Tuhan repot-repot bikin agama
> > > yang
> > > > > bermacam-macam. Kenapa tidak dijadikanNya semua agama itu satu
> > > saja?
> > > > > Apa tujuan penciptaan berbagai agama itu? Al-Quran menjawabnya
> > > dengan
> > > > > indah:
> > > > > "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan
> > > jalan
> > > > > yang terang. Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu
> > > dijadikanNya satu
> > > > > umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya
> > > > > kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada
> > > Allah
> > > > > kembali kamu semuanya. Lalu diberitahukannya kepadamu apa yang
> > > telah
> > > > > kamu perselisihkan itu (Al-Maidah 48)."
> > > > > Dari ayat ini kita menyimpulkan beberapa hal:
> > > > > 1. Agama itu berbeda-beda dari segi aturan hidupnya (syariat) dan
> > > > > pandangan hidupnya (aqidah). Karena itu, pluralisme sama sekali
> > > tidak
> > > > > berati semua agama itu sama. Perbedaan sudah menjadi kenyataan.
> > > > > 2. Tuhan tidak menghendaki kamu semua menganut agama yang
> > > tunggal.
> > > > > Keragaman agama itu dimaksudkan untuk menguji kita semua.
> > > Ujiannnya
> > > > > adalah seberapa banyak kita memberikan kontribusi kebaikan kepada
> > > umat
> > > > > manusia. Setiap agama disuruh bersaing dengan agama yang lain
> > > dalam
> > > > > memberikan kontribusi kepada kemanusiaan (al-khayrat).
> > > > > 3. Semua agama itu kembali kepada Allah. Islam, Hindu, Budha,
> > > Nashrani,
> > > > > Yahudi kembalinya kepada Allah. Adalah tugas dan wewenang Tuhan
> > > untuk
> > > > > menyelesaikan perbedaan di antara berbagai agama. Kita tidak
> > > boleh
> > > > > mengambil alih Tuhan untuk menyelesaikan perbedaan agama dengan
> > > cara
> > > > > apa pun, termasuk dengan fatwa.
> > > > >
> > > > > Wallahu `alam bi al-Shawab
> > > > >
> > > > > [1] Gamal al-Banna, al-Ta'addudiyah fi al-Mujtama' al-Islamiy.
> > > > > Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Taufik Damas Lc,
> > > Doktrin
> > > > > Pluralisme dalam al-Quran. Bekasi: Penerbit Menara, 2006, hal. 38-
> > > 40
> > > > > [2] Ibid, hal. 41
> > > > > [3] Shabiin, berdasarkan kitab-kitab tafsir, bisa menunjuk pada
> > > > > berbagai agama selain Islam
> > > > > [4] Sayyid Muhammad Huseyn Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an.
> > > > > Beyrut: Dar al-Malak, 1998, hal. 70.
> > > > > [5] Sayyid Rasyid Ridha, Tafsir al-Manar. Beyrut: Dar al-
> > > Ma'rifah,
> > > > > tanpa tahun. 1:336-338.
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke